Ada Apa Dengan Multiply?


Kehadiran Multiply Indonesia selaku perpanjangan tangan para Admin di Amrik sedikit banyak membuat saya selaku blogger merasa gerah, berawal dari kekisruhan yang dilakukan MP demi meluncurkan platform terbaru buat para online seller, maka semua user MP kena getahnya. Saya dan beberapa teman berusaha menghubungi para admin untuk mengkomplain ketidakberesan lewat inquiry justru disuguhi jawaban jika keluhan sudah diterima? Well padahal kami belum menuliskan apa2. Beruntung ketika fasilitas inquiry ditiadakan sementara, muncullah ID DanielTumiwa yang terpilih menjadi Country Manager MP, memang sudah terlihat indikasi kebijakan MP sangat pro terhadap online seller, sementara blogger? hmm mbuh ya.

Beberapa teman blogger kemudian menyambangi ID Daniel Tumiwa guna memberikan masukan2 sekaligus sebagai perkenalan bahwa blogger di MP belum benar2 punah. Dan karena menghormati Daniel Tumiwa yang waktu itu masih sibuk2nya mengurus keperluan kantor baru maka kami bersedia menunggu waktu 2 bulan untuk memberikan waktu Daniel Tumiwa untuk mempersiapkan solusi bagi semua MPers di Indonesia, kami tidak ingin jabatan Daniel Tumiwa selaku Country Manager hanya dikhususkan untuk para online seller sedangkan nama Country Manager merujuk pada negara dimana merupakan negara dengan blogger MP terbanyak di dunia dan juga kami bisa berkomunikasi dengan para staff lokal.

Pelan tapi pasti muncullah site resmi dengan ID Indonesia, apalagi dengan menggunakan nama Multiply Indonesia maka besar harapan saya klo ID tersebut dapat menjadi representasi dari semua user MP di Indonesia, setidaknya dengan demikian nama Multiply Indonesia tidak lagi terkesan hanya milik blogger tetapi juga milik semua user MP.

Sayangnya kemunculan ID tersebut tidak sesuai harapan saya, tidak hanya dari kegetolannya yang hanya mengurusi online seller dan urusan fasilitas online seller, namun terlihat blogger seolah dijadikan warga kelas dua. Salahkah blogger klo kami hanya sekedar penikmat gratisan dari Multiply? Sementara MP justru mulai tenar karena para blogger?

Kekesalan saya bukan karena saya cengeng tetapi karena saya memiliki beberapa poin dibawah ini sekiranya bisa dijadikan pertimbangan oleh punggawa MP Lokal demi kemajuan MP itu sendiri

1. Teman teman blogger sudah menunggu tenggang waktu 2 bulan dari yang disampaikan pak daniel di guestbook pribadinya untuk bisa berdiskusi setiap saat dengan semua MPers, catat MPers bukan ONLINE SELLER saja. Tapi sejak ID Indonesia dipakai yang diurusin hanya online seller? saya belum menemukan satu postingpun yang bisa kami jadikan tempat diskusi yang mengkhususkan kepentingan blogger dibanding online seller dan upgrading nya MP???

2. klo boleh saya bilang SAYA SANGAT SANGAT TERGANGGU dengan kekisruhan MP 2 bulan lalu dimana setiap hari terjadi upgrade besar2an tanpa permisi, klo anda perhatikan beberapa tahun sebelumnya para admin selalu memberikan pemberitahuan ketika melakukan upgrade tapi yang terakhir sangat disayangkan kesopanan tersebut hilang entah kemana. Bahkan kami tidak bisa melayangkan nota protes ke costumer service MP karena fasilitas inquiry di tiadakan sementara. Catat ini adalah upgrade yang dilakukan admin pusat. Demi siapa? online seller, sudahkah ada permintaan maaf resmi dari pihak Multiply atau setidaknya lewat perwakilan di Indonesia tentang gangguan yang dialami blogger demi online seller?

3. Nama MPID adalah nama resmi KOMUNITAS BLOGGER MP INDONESIA, anda boleh mencari di google maupun di MP mengenai keberadaan komunitas ini, dan dengan ID Indonesia mengakusisi secara sepihak nama Multiply Indonesia seharusnya Country Manager menyadari nama tersebut adalah milik komunitas Blogger, terus terang saya merasa sakit hati ketika nama komunitas kami diplagiat namun komunitas kami justru tidak diperhatikan. Jika benar2 hanya ingin memfokuskan diri pada keberadaan teman2 online seller, akan lebih baik kalau saja nama akunnya diganti dengan Multiply Seller Indonesia (MPSI)

4. Dengar2 Staff sudah bertemu dengan para Online seller, membicarakan tentang tata cara jualan yang lebih baik, semoga dengan begitu semakin mempermudah para online seller dalam berjualan, sementara para blogger yang lebih dulu membesarkan MP justru seolah dinisbikan seolah blogger tidak punya masukan yang bisa didengar hanya karena kami tidak berprospek komersil? Jangan tempatkan sebuah jejaring pertemanan atas dasar komersialisme, bagaimanapun juga hubungan antar user banyak mengandalkan unsur kepercayaan lewat persahabatan, termasuk juga dalam hubungan admin dan user, bukankah keduanya merupakan simbiosis mutualisme layaknya seller dan buyer? hanya saja tidak melibatkan lembaran uang dalam transaksinya, user bisa mendapatkan tempat yang nyaman secara gratis, admin mendapatkan pagerank, keuntungan iklan dan promosi gratis dari mulut ke mulut.

5. Country Manager dan Staff yang tidak bisa ngempi, malah asik menjadi sales eceran di twitter? sementara diskusi yang diwacanakan mereka sendiri sama sekali tidak dimoderasi, dibiarkan liar seolah mereka tidak melihat inbox mereka sendiri dan malah memilih menulis postingan baru. Saran saya kenali lebih jauh tentang MP dan sejarah MP di Indonesia, mulailah bersahabat dengan para MPers supaya bisa mendengarkan kebutuhan mereka.

Ini adalah tulisan subyektif saya sebagai seorang blogger di MP, tentunya banyak berbeda dengan subyektifitas MPers lain, itulah yang saya sukai dari MP, Uniquely Multiply karena setiap ID adalah unik, dan khas menampilkan pemikiran mereka sendiri, akan lebih baik jika teman2 online seller juga menulis dengan sudut pandang mereka. Saya tidak tertarik membawa ini jadi perseteruan online seller vs blogger sementara adminnya mesam mesem dibelakang


Tulisan ini terbuka untuk dikomeni dan dimaki2, baik dari online seller maupun blogger, harapan saya semoga kita bisa berbagi pendapat disini, monggo



DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda