Anti SEO 404


Proses request terhadap sebuah halaman website di internet umumnya menggunakan dua protokol utama, yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) dan Hyper Text Transfer Protocol Secure (HTTPS). HTTP berjalan pada port 80 sementara HTTPS berjalan di port 443, perbedaan diantara keduanya adalah sisi keamanannya, dimana pada protokol HTTPS, data yang dilewatkan dienkripsi sedemikan rupa sehingga aman dari aktifitas pencurian data.

Protokol HTTPS, saat ini banyak dipakai di hampir semua website yang memerlukan login pengguna. Sebagai contoh, saat kita pertama kali membuka facebook, mungkin url yang tampil adalah http://facebook.com sedangkan setelah kita login maka urlnya segera berubah menjadi https://facebook.com, apalagi untuk website yang menerapkan transaksi elektronik seperti ecommerce, perbankan maupun paypal, sudah pasti menggunakan HTTPS, berlogo gembok atau kolom urlnya berwarna hijau.

HTTP List Status Code

HTTP Status Code merupakan standar response protokol saat melayani request dari pengguna internet. Ada lima level response code yaitu:

  • 1xx – Informational
  • 2xx – success
  • 3xx – redirect
  • 4xx – client error
  • 5xx – server error

Nah dalam dunia blogging kita sering mendapatkan sebuah link artikel di halaman SERP tetapi saat kita klik justru mengarah ke sebuah halaman error 404.

Apa sih arti error 404?

The 404 or Not Found error message is an HTTP standard response code indicating that the client was able to communicate with a given server, but the server could not find what was requested.

Error 404 menandakan bahwa url sebuah halaman website tidak ditemukan oleh browser karena tidak eksis. Hal ini bisa terjadi karena telah terjadi kesalahan navigasi, perubahan permalink url, atau artikel tersebut disetting privat/telah dihapus.

BACA JUGA:   3 Tips dahsyat menarik pengunjung dari judul postingan

Lalu Mengapa error 404 disebut anti SEO?

Memang aku sengaja menggunakan kata anti SEO untuk menyebutkan akibat yang terjadi dari error 404. Jadi pada saat search engine menampilkan link artikel kita pada halaman pencarian, itu artinya search engine menganggap artikel kita berguna untuk user. Setelah user mengikuti URL dan mendapati bahwa halaman tersebut not found, search engine tidak akan terlalu mempedulikannya.

Tetapi jika terlalu banyak response 404 yang muncul dari response blog kita terhadap permintaan user, maka search engine akan mengevaluasi peringkat kita di hasil pencarian mereka. Bayangkan jika seorang tukang becak, berkali-kali kecelik saat mengantarkan wisatawan yang ingin mencari buah tangan di toko oleh-oleh milik kita, maka tentu di kesempatan berikutnya, tukang becak tersebut akan berpikir ulang untuk membawa tamu ke toko kita dan memilih mengantarkan wisatawan tersebut ke toko lain.

Meminimalisir dampak Error 404

Agar user yang berkunjung ke website kita tidak selalu kecewa dengan error code tersebut, maka ada baiknya jika kita menerapkan redirect untuk mengalihkan wisatawan yang gagal menemukan artikel terkait ke sebuah halaman khusus. Redirect adalah proses mengarahkan user ke halaman lain pada saat halaman asli yang diminta user tidak ditemukan.

Kebanyakan tutorial cara membuat redirect 404 selalu diarahkan ke homepage. Tapi buat aku sendiri jika terlalu banyak aliran ke homepage berasal dari redirect tidaklah bagus, pertama redirect tidaklah natural, karena memaksa pengunjung diarahkan ke halaman homepage. Kedua, redirect ke homepage dapat membuat pengunjung bingung, karena merasa mengklik link artikel tetapi malah diarahkan ke homepage.

BACA JUGA:   Homepage not updated

Ada baiknya jika kita membuat sebuah halaman khusus yang berisi maklumat, bahwa informasi/link yang dicari pengunjung kita, tidak dapat ditemukan, syukur ditambah permintaan maaf dan mengajak pengunjung kita untuk call to action, entah untuk searching artikel lain atau menawarkan artikel sejenis. Sehingga pengunjung bisa segera tahu bahwa url yang dia cari memang sudah tidak tersedia, biarkan pengunjung memilih mau melakukan pencarian artikel sejenis atau meninggalkan website kita.

Untuk pengguna wordpress self hosted yang ingin membuat opsi redirect dapat memanfaatkan plugin SEO Redirection, sementara untuk pengguna blogspot harus menambahkan kode redirect di bagian template, bagaimana caranya bisa langsung di googling saja, banyak yang sudah menuliskan tutorialnya untuk anda.




DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di komputek dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *