Barong: Wishes from the Land of Temples


Desember 2010 aku sekali lagi kedatangan penggemar setia candi, sopo meneh nek dudu bambang bin priantono. Ceritanya kedatangan bambang bulan itu adalah menuntaskan hajat terpendam bulan sebelumnya yang hanya bisa mampir ke candi banyunibo dan candi ijo dengan alasan time is running out, Candi Barong sebenarnya hanya diatas candi banyunibo, tetapi karena akses dari banyunibo ke Barong hanya bisa berjalan kaki, bambang mending milih kabur numpak bis balik ke semarang via Solo :D.

Jadinya demi menuntaskan hajat bambang, kita berdua pun kembali menyambangi candi Ijo, dan mencari situs2 peradaban yang terserak di perbukitan Batur Agung. Tujuan utama jelas Candi Barong, Mosok Mborobudur?? Yup, selama ini orang hanya mengenal candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, sementara candi2 yang kecil luput dari perhatian orang.

Perjalanan pun berlanjut mencari keberadaan Candi Barong yang menurut warga sekitar tidak begitu jauh dari Candi Ijo, cuma ya itu, perjalanan kesana bener2 perjuangan, klo gak jalan kaki ya naek motor, itupun jalannya susah. Paling enak dari arah prambanan, tepat di gapura perbatasan DIY – Jateng ada jalan kecil, tembus saja ke selatan, nanti sampai ke belakang situs Ratu Bokong, dan bisa dilanjutkan ke beberapa situs lainnya di perbukitan Batur Agung, tentang jalan di atas bukit? jangan nanya deh mending dijabanin dulu pake motor 😀


Dan akhirnya kamipun sampai di kompleks Candi Barong, sempet terkagum2 dengan ukuran Candi yang punya halaman luas seperti berada di lapangan tianmeng. Candi Barong terdiri dari 3 tingkat, semakin ke timur semakin tinggi, dan di tingkat tertinggi terdapat sebuah gapura pintu masuk dan 2 buah candi kecil yaitu candi wisnu dan candi sri. Nama Barong sendiri disematkan karena adanya relief berbentuk barong di gapura masuk candi ini. Menurut cerita, Candi ini dibangun sebagai altar pemujaan terhadap dewi Sri, mengingat lahan di daerah ini kurang subur sehingga diharapkan dengan adanya altar ini maka dewi Sri akan menyuburkan tanah2 di sekitar Candi.

Meskipun letaknya tidak setinggi Candi Ijo, tapi panorama alam yang bisa disaksikan dari Candi barong tak kalah cantik, siapa berani menunggu sampai malam hari bisa melihat suasana sunset yang keren.

Yang aku pikirkan selama disana, keberadaan Candi Barong, benarkah sebagai tempat pemujaan Dewi Sri? dari situs2 yang terhampar di perbukitan tersebut, aku ngelihatnya Ratu Boko sebagai Kraton, Candi Ijo tempat ibadah raja, Candi Banyunibo mungkin untuk kawula alit, dan Candi Barong sebagai barak/ bangsal ksatrian. Sementara Prambanan pusat keagamaan umat Hindu, sedangkan Candi2 umat Budha (Kalasan, Plaosan, Candisari, Sambisari)  rata2 berserakan di timur barat Candi Prambanan  Just my opinion sih sebenernya, tentu aja klo dah ketemu para arkeolog mungkin cuma dimentahkan abis2an

Enaknya maen di Candi Barong, karena enggak terdaftar dalam perusahaan wisata Borobudur – Prambanan – Ratu Boko, tiket masuknya adalah seikhlasnya. Miris sebenernya mengingat perawatan Candi tentu gak bisa seikhlasnya, tapi karena akses jalan susah, promosi minim, apa mau dikata.

Memang tugas kita sebagai blogger buat mengangkat situs2 bersejarah ini biar mendapat perhatian dan apresiasi dari bangsanya, sebelum lagi2 diklaim sama tetangga kita Malaysia 😀

Menurut aku ada beberapa hal yang bisa ditawarkan Candi Barong kepada wisatawan lokal maupun mancanegara, tentunya dengan akses jalan yang lebih baik dan promosi dan menperekraf (auk bener ga nyebutnya anggep aja klo salah berarti gw kreatif nyingkatnya)

1. Karena kita bisa melihat pemandangan alam yang luas, cocok dipake buat cuci mata, hang out, pacaran, nonton sunset atau buat tempat melakukan sesi foto prewedding, bagusnya sih bikin lomba fotografi dengan tema Candi

2. Lahannya yang luas, bisa dipake buat sarana camping, kemah pramuka, basecamp untuk mencari jejak, atau menikmati indahnya bintang dengan latar belakang candi

3. Kayaknya bakalan keren banget klo ada orang yang membuat resepsi pesta pernikahan outdoor di Candi ini, Altar utama dijadikan tempat pengantin, sementara para undangan berada di tingkat kedua

Hmm, mungkin masih banyak lagi ide2 yang akan muncul dari keberadaan candi ini, harapannya sih Candi ini akan terangkat kembali, begitu juga situs2 disekitarnya, Indonesia is a Land of Temples, ada puluhan bahkan mungkin ratusan candi berserakan di Nusantara tetapi hanya beberapa yang masyarakat kita sendiri ketahui

Balik ke pemerintah kita terutama kementrian kebudayaan maupun pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mau mencanangkan gerakan2 pemakmuran situs2 bersejarah, bukan hanya yang sudah go internasional, tetapi harus menciptakan solusi agar situs lain pun mendapat perhatian dunia lewat kekreatifan mengemas icon pariwisata

Masih suasana tahun baru kan? so let make a wish for a better future of a Land of Temples

mayan bisa numpang narsis, diikutkan untuk lomba disini




DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda