Be Creative, Be Leader


Tuhan menciptakan alam semesta berikut isinya, sisanya made in China. Begitulah kata pepatah modern dewasa ini. Enggak heran karena hampir semua perabotan bisa dibuat oleh orang China, sebut saja dari bolpoin, peniti, hingga radio genggam berharga 10ribu perak.

Klo bicara kualitas mungkin kita bisa aja meremehkan yah made in China, toh nyatanya Nokia aja sampe harus menutup banyak cabang dan merumahkan belasan ribu karyawannya karena gak mampu bersaing dengan Blackberry, Apple dan segala varian merk KW made in China.

Baiklah kita lupakan China dan kembali ke Indonesia, tempat dimana banyak budaya dan karya yang dihasilkan namun kurang mendapat apresiasi dari pemerintahnya. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kreatif, wajar jika setiap daerah punya ciri khas budaya masing2, hampir enggak ada daerah yang gak punya “sesuatu” yang menjadi ikon masing2. Kerajinan tangan, produk rumah tangga dan aneka kuliner adalah aset unggulan tiap daerah.

Hari ini dengan semakin majunya teknologi dan pasar bebas, dimana kita tidak hanya bersaing dengan bangsa sendiri tapi juga serbuan produk bangsa lain, kita punya pekerjaan besar, bagaimana membuat masyarakat kita tetap survive sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan dapat melakukan ekspansi ke negara di luar tapal batas.

BACA JUGA:   Final destiny

Ekonomi kreatif adalah salah satu yang dapat kita usahakan saat ini, kebutuhan masyarakat kita sudah tidak lagi hanya sekedar urusan sandang pangan dan papan tetapi juga tentang seni dan estetika, orang akan lebih merasa nyaman jika membeli sesuatu yang memiliki nilai seni dan memperindah penampilannya. Disinilah jiwa muda Indonesia harus dapat menangkap geliat pasar di hadapannya. Banyak sarjana terkatung2 menggantungkan copian ijazahnya di berbagai tempat. Berharap mendapat panggilan dan segera menjadi pegawai kantoran yang duduk nyaman di balik meja, menunggu dan terus menunggu hingga kerutan di wajah tak lagi dapat membohongi mereka.

Tuhan menghamparkan banyak rejeki bagi makhluknya di seantero bumi, bahkan dari seonggok sampah Tuhan pun tak lupa menitipkan rizkinya. Banyak dari mereka yang bergerak dalam bidang2 baru, pengelolaan sampah menjadi barang kerajinan, mengkolaborasikan barang2 tidak terpakai dengan jiwa seni yang selalu berusaha menembus batas batas baru.

Sayang banyak yang tidak pede untuk melakukannya atau bahkan mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan selain menunggu panggilan kerja. Berharap ada anak pemilik perusahaan yang jatuh cinta dan bokapnya nyerahin perusahaannya ke dia, ya ampun kenapa kita jadi korban sinetron banget ya? emangnya banyak gitu direktur perusahaan mau ngasihin anak gadisnya plus perusahaannya buat dikendaliin sama orang2 yang cuma nganggurin masa mudanya?

BACA JUGA:   Fenomena Jilboobs

Pendidikan kita memang lebih banyak ditekankan pada kemampuan akademik bukan kemampuan untuk peka terhadap peluang, kita diajari hukum2 fisika tapi tidak diajari apa yang bisa kita lakukan dengannya, kita diajari hukum2 ekonomi sebatas membuatkan neraca rugi laba, bukan bagaimana memanfaatkan apa yang ada menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis tinggi.

Jadilah seorang kreator, pencipta tren dan pemekerja diri sendiri, berdayakan diri, masyarakat dan lingkungan sekitar kita, ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk dapat menjadi seorang yang sukses di masa kini dan nanti.


DMCA.com Protection Status

mamhdede (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

10 tanggapan pada “Be Creative, Be Leader

  • Raya Rabiyatul Adawiah

    (Oktober 19, 2012 - 7:23 am)

    Un.. mbaca blog lu berasa lagi dengerin pidatonya mentri perdagangan indonesyia :P.. eniwei gw setujuh ama kalimat "yang kita tuh dari lahir udah d wanti2 untuk lebih mengeksplor bakat akademik ketimbang nyeni". Itu pula yang ada di keluarga gw. Etapi sekarang kembali lagi dan kini gw ajak elu berpikir (jauhkan pemikiran elu kalo gw ini mamh dede), percaya gak? kalau tuhan tuh selalu memberi apa yg hambaNYA butuhkan, bukan yg hambaNYA inginkan.
    Mungkin banyak dari kita yg berpotensi d akademik, karena emang kita bs bertanggung jawab kesana. Ada pula yang konsist ke seni, karena emang mereka bisa.
    Dan elu, konsen ke kuliah,, biar bisa jadi dosen dan mencerdaskan anak bangsa. Kowawa ^0^

    • Khoirudin Budiman Berjuang

      (Oktober 19, 2012 - 7:24 am)

      jadi mba raya yang nyeni apa yg dosen ?

    • Raya Rabiyatul Adawiah

      (Oktober 19, 2012 - 7:25 am)

      Gw nyinden, bro 😆

    • Priyo Harjiyono

      (Oktober 19, 2012 - 7:46 am)

      off course tul, Tuhan ngasih apa yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan, soal seni n kemampuan akademik, emang kita lebih banyak dicetak buat jadi seorang bawahan bukan seorang leader yang punya ide kreatif dan memberdayakan diri sendiri, itu yang selalu gw tangkap selama ini dari pendidikan kita

    • Raya Rabiyatul Adawiah

      (Oktober 19, 2012 - 7:48 am)

      Ga selamanya kita jadi bawahan teyus,un :).. suatu saat, disaat pikiran kita udah matang, dll, dsb, dkk.. kita pasti bisa merasakan jadi atasan,,xixixixixi

    • Priyo Harjiyono

      (Oktober 19, 2012 - 7:56 am)

      asal gak mimpi dapetin anak direkturnya aja deh, itu mah udah korban sinetron namanya nungguin ada yang ngelempar durian ke kita 😛

    • Raya Rabiyatul Adawiah

      (Oktober 19, 2012 - 7:57 am)

      Hahahahahahhaa… telenopela beud dagh

    • Priyo Harjiyono

      (Oktober 19, 2012 - 8:04 am)

      bukannya korean gang nam style juga tuh?

  • @SobatBercahaya

    (Oktober 19, 2012 - 11:14 am)

    Hahaha barang made in China emang sudah merajalela dimana2, walaupun kualitas tidak bagus tapi mereka mampu bersaing.

    Eh kebanyakan di negri kita sekolah tinggi ya tujuannya kerja bukan mencari lapangan kerjaan maknya banyak juga orang yang tidak “terpelajar” lebih sukses dari orang yang lulusan tinggi.

    • anotherorion

      (Oktober 20, 2012 - 1:15 am)

      ya ngono kuwi kang kudu lebih getol digalakkan tentang wirausaha selama masa pendidikan mereka

Berikan tanggapan anda