Be rational please


Rasional, merujuk pada sebuah impuls yang dapat diterima secara nalar. Rasional berkebalikan dengan irrasional yaitu sesuatu yang tidak dapat diterima nalar, irrasional ini lebih banyak disematkan pada sebuah kondisi yang unreassonable, tidak dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan manusia saat ini.

Mungkin agak hiperbolis klo aku bilang hal paling rasional di Indonesia adalah ketidakrasionalan. How can I say it? Ya setidaknya melihat kenyataan betapa mudahnya orang2 kita dibohongi oleh iklan2 spam dan janji janji palsu.

Maraknya dunia perinternetan memang tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk dunia ini, jujur kalau dibilang pengguna internet di Indonesia melonjak tajam itu karena semakin terintegrasinya fitur jejaring sosial FB dan twitter dalam ponsel mereka, makanya enggak heran deh klo FB jadi most wanted site di Indonesia, wong rata2 akses juga dari hape.

Teknogrogi, membuat euforia terhadap jejaring sosial akhirnya menjadi sebuah fenomena tersendiri, bagian dari kebutuhan sekunder bahkan primer. Gak punya fesbuk gak gaul, gak ngetweets gak keren.

Twitter mungkin sedikit lebih aman, minus iklan sampah, fitur tambahan semacam foto benar2 terasa terpisah, membuat para tweeps lebih fokus pada kicauan sesama mereka, berbeda dengan facebook, dengan semua kemampuan yang terintegrasi, apps, permainan, tag foto, notes, membuat FB lebih rawan.

Beberapa kerawanan FB, yang paling pertama dan utama adalah pembajakan akun, penggunaan apps yang seolah2 berasal dari team FB meminta para pengguna melakukan konfirmasi akun mereka, bagi para awam yang memang gaptek teknologi akan langsung heboh dan tanpa pikir panjang memasang apps tersebut, hasilnya ya masuk jebakan lah, pekok!

Ramainya notif spam yang berasal dari permintaan menggunakan apps maupun game dalam FB, dalam sehari entah berapa user mengirimkan permintaan untuk ikut bermain dalam sebuah game FB. Ya FB memang memberikan pilihan untuk memblock aplikasi tersebut dari notification kita, tapi apakah itu efektif??? lha jumlah aplikasi di FB aja puluhan ribu kok!

BACA JUGA:   Korupsi Lebaran Monyet

Anjrit kenapa ini tulisan malah mbahas pesbuk, kampret og, gw kan mo nulis tentang kerasional-irrasionalnya orang Indonesia, oke langsung ke TKP saja kalau gitu, ketidak rasionalan orang Indonesia yang mudah percaya pada kabar burung membuat kita nampak bodoh di mata penduduk dunia lainnya.

Beberapa hari terakhir banyak permintaan baik via inbox, komen, spam, sms yang ngajakin ikutan salah satu jejaring sosial lokal biar bisa dapet saham mereka. Gw langsung ilfil dapet notif kek gitu, bloon banget sih ngajakin begituan, percaya gitu loh! hadeh

Please deh, bukan kali pertama jejaring sosial menawarkan duit buat mempromokan situs mereka di kalangan pengguna internet, silahkan googling yuwie, berapa lama jejaring itu eksis dan tidak membayar para usernya, sama seperti idiot2 MLM internet yang mengatakan mudahnya mencari duit di Internet, bahkan menggunakan angka2 statistik dengan gambaran sekian persen pengguna internet indonesia belum tahu internet bisa menghasilkan uang, maka mereka adalah target potensial. Batinku, potensial mbahmu, impotent sial lha hooh!

Dari ribuan jenis cara mendapatkan penghasilan di internet, puluhan ribu tips trik cara menghasilkan duit di internet, tidak ada satupun yang benar2 mudah! CAMKAN ITU!!! Semua memerlukan proses, sama seperti kita mencari uang di dunia nyata, butuh proses untuk mendapatkan bayaran sekian rupiah dan mendapat kenaikan upah.

Kalau ada yang bilang dalam 5 menit anda bisa dapet 5 juta suer yakin mending langsung pencet X situsnya, gak ada yang bisa seperti itu, ya kalaupun ada, itu karena mereka telah berproses sekian lama, jika kita mak jendul tahu2 dah dapat 5 juta dalam 5 menit, ki joko stupid pun gak bakalan mau ngiklanin ketik REG spasi RAMAL di tivi cuma buat dijadikan bahan olok2an gw dan anak2 lain.

Jika ada yang ngajak kita dengan kata2 manis untuk masuk MLM mereka baik itu berwajah jejaring sosial atau yang lain, silahkan tantang mereka untuk membuktikan print out rekening mereka hasil pembayaran dari MLM yang mereka tawarkan, 9 dari 10 orang yang menawarkan ajakan refferal internet adalah orang yang belum pernah mendapatkan bayaran sama sekali dari apa yang mereka lakukan!

BACA JUGA:   Fake You

Ya karena mereka melakukannya dengan semangat, jika mereka lebih rasional mereka akan berfikir ulang, cost yang mereka keluarkan untuk terhubung ke internet, mengajak orang2 di seputar jejaring mereka, membuat iklan2 spam di iklan baris gratisan. Ya mungkin mereka akan jingkrak2 mendapatkan angka Rp.100,- di akun internet mereka dibanding mendapat duit Rp 20.000 karena mbantu tetangga mbenerin genteng.

Please sadari, dunia internet adalah dunia kata2 yang bertahan lama, karena internet menggunakan tulisan yang akan terus dapat dibaca kapan saja, mempengaruhi kerja otak ketika kita terlalu sering membacanya, sehingga menimbulkan persepsi yang berlebihan di otak kita. Anggaplah apa yang ditulis di internet, tentang segala macam yang seolah mampu merubah hidup anda dalam hitungan detik adalah sebuah hiburan dari orang yang menjajakan makanan di halte dan persimpangan. Ya, saya tidak meyakini kehidupan yang bisa berubah sedemikian drastis hanya karena sesuatu yang tidak cukup memiliki penjelasan masuk akal untuk menenangkan otak saya. That’s just bullshit!

Jika ada yang menilai tulisan ini terlalu berpikiran pendek, negatif dan tanpa bukti itu terserah saja, tapi setidaknya, saya sudah berkali2 mendapat bayaran dari internet dan itu adalah sebuah proses yang sangat lama, menjemukan dan penuh ketidakpastian. Apakah saya akan mengajak anda mengikuti jejak saya mencari uang di Internet??? tidak, saran saya, hiduplah di dunia nyata, carilah rizki Tuhan disana, karena disana terdapat jauh lebih banyak rejeki daripada di dunia maya.




DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di Indonesiaku dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *