Being Antagon


Bete ngeliat sinetron karena mayoritas isinya sama, protagonis yang lemah dan menye menye, dan antagonis yang super duper jahat. Anehnya semua yang bergenre sinetron selalu menampilkan kek begitu, mboseni tenanan. Tidak jarang membuat anak2 muda kita cenderung mengikuti tingkah protagonis, cenderung pasif, menunggu dapet masalah, njuk menunggu diselamatkan.
Antagon untuk urusan survival mereka lebih teruji, cuman sayangnya nasib menjadi antagon dalam sebuah sinetron ditentukan karena kalah cantik dari pemeran utama, seolah orang yang lebih jelek adalah antagon, minimal ya figuran, gembus tralala. Tapi klo dipikir2 antagon selalu punya otak yang lebih encer daripada protagon, yang lebih banyak ngandelin keberuntungan, sementara antagon lebih punya stok cadangan ide. Antagon, bukanlah sosok yang 100% jahat, setidaknya justru terlihat seolah2 dia bagian dari protagon seperti ditunjukan oleh Dan Brown dalam Angel & Demon.



Masalah menjadi antagon ini, minus jelek enggak jeleknya, relatip sih yah? kita mungkin pernah sengaja gak sengaja menjadi antagon bagi orang lain, entah karena faktor dendam atau hanya sekedar ingin memberikan persepsi lain yang berseberangan dengan orang2 sekitar, tapi justru dianggap berkhianat. Enak??? Enggak enyak
Tapi begitulah tanpa antagon tidak ada namanya pahlawan bertopeng, karena pahlawan butuh penjahat, nek penjahat??? ngapain butuh pahlawan hahahaha iso didedelduel mengko
Nah teman, pernahkah kalian menjadi sosok antagon dalam kehidupan kalian? apa yang bisa kalian bagi mengenai sisi positif negatif dari peran kalian tersebut


DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda