BeKraf Developer Day Yogyakarta


Event yang digelar Badan Ekonomi Kreatif di Hotel Sheraton Mustika, Maguwo Yogyakarta berlangsung satu hari penuh. Sejak pagi hari tampak ratusan peserta seminar yang telah berkumpul di depan Hotel Sheraton menunggu opening acara Developer Days ini. Just info event Jogja ini memecahkan rekor karena dihadiri oleh 1000 lebih peserta.

Sebagaimana diketahui, salah satu bidang dalam ekonomi kreatif adalah digital creative, dimana didalamnya melibatkan para ahli IT dari berbagai penjuru nusantara, bermuncullannya produk-produk digital creative dan startup menjadikan sudah saatnya negara hadir untuk memberikan dukungan kepada para developer tersebut.

Bekraf developer days yang mengusung tema “Membangun Kemandirian Bangsa Melalui Digital”, dibagi menjadi 2 sesi utama. Sesi pertama merupakan seminar yang diisi oleh lima narasumber, Narasumber pertama adalah Hari Sungkari selaku Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif, lalu ada 4 keynote speaker dari industri, yakni:


  • Gunawan Susanto (President Director, IBM Indonesia)
  • Harry K. Nugraha (Country Manager, Intel Indonesia)
  • Joseph Lumban Gaol (Chief Digital Service Officer, XL Axiata)
  • Alfred Boediman (VP of Samsung R&D Institute Indonesia)

bekraf developer day yogya 2016

Dari pemaparan keempat narasumber Industri besar di Indonesia, ada yang menarik dan bisa disimpulkan. Pertama adalah bahwa industri hadir untuk menghadirkan layanan lebih baik, dan untuk melakukan hal tersebut, bergandengan tangan dengan industri sejenis dapat mempercepat penemuan dan penetrasi teknologi yang bermanfaat dibanding menjadikan perusahaan sejenis sebagai rival. Membangun sebuah layanan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat banyak, tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua perusahaan saja. IBM misalnya menyatakan, mereka membangun partnership dengan ribuan institusi dan puluhan ribu developer untuk membangun IBM Watson, sebuah mesin cloud cerdas yang mengambil berbagai resource dari partner seperti kesehatan agar dapat dipelajari untuk menentukan treatment terhadap pasien-pasien sejenis di masa yang akan datang. IBW juga mengembangkan Cognitoys, sebuah boneka Buaya yang dapat merespon suara dalam bahasa Inggris untuk membantu anak pra sekolah dan anak-anak autis agar dapat berkomunikasi. Cognitoys, terhubung secara langsung dengan IBM Watson sehingga dapat memberikan respon yang tepat untuk pertanyaan / pernyataan anak yang memainkannya.

BACA JUGA:   Persiapan final UKK 2014-2015

Intel, yang telah menyadari gebrakan Atmel dan dukungan komunitas mereka lewat Arduino kemudian juga mulai melirik bisnis credit card computing, tidak tanggung2 untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka, ada empat produk yang dirilis Intel sejak 2014 yakni Galileo, Edison, Curie dan Genuino. Euforia Internet of Things dijadikan Intel sebagai momentum untuk mengajak para developer bahkan siswa sekolah untuk menciptakan solusi yang dibutuhkan masyarakat.


XL dan Samsung, dua dari puluhan industri yang bergerak dibidang teknologi infrastruktur dan mobile pun mengamini apa yang terjadi dewasa ini. Meski mengembangkan platform-platform sendiri, mereka juga bergerak dengan komunitas IT untuk menciptakan ruang dan layanan yang lebih baik untuk para pengguna.

Sesi kedua dibagi secara paralel menjadi 4 kelas, yakni Web, Apps, Games dan IoT. Aku sendiri memilih untuk masuk di kelas IoT meski panitia juga membebaskan peserta untuk berpindah-pindah kelas jika ingin belajar dari narasumber di kelas lain. Di kelas IoT yang paling greget menurutku adalah kemunculan mas Avianto Tiyo, founder dari Cubeacon. Cubeacon sendiri merupakan sebuah perangkat cerdas yang memungkinkan pengendalian perangkat elektronik menggunakan smartphone. Cubeacon berfungsi sebagai gateway yang menjembatani antara perangkat smartphone dengan perangkat lainnya. Selain itu, produk Cubeacon yang lain adalah sebuah barcode yang dapat mengirimkan sinyal untuk kepentingan tracking, baik untuk pergudangan, maupun untuk mengecek keberadaan benda yang movable (mobil, alat kesehatan di rumah sakit, dll)

BACA JUGA:   Hokben; Resto Fast Food Bersertifikasi Halal A

Salah satu yang ditekankan mas Tiyo adalah, saat kalian memilih suatu bidang pastikan kalian menekuni salah satu yang spesifik, jangan jadi Jack of Everything, Master of None. Kedua jika kalian telah berhasil menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat, mulailah melakukan produksi alih-alih hanya menyempurnakan prototyping, karena dalam dunia industri kreatif dan teknologi, R&D pasti selalu ada. Iya juga, bayangkan jika Microsoft baru merilis versi Windows pertama tahun 2016, karena Windows 3.1  pada saat dirilis hanya punya kemampuan semacam itu.

Beberapa booth yang ada di event ini juga cukup menarik, salah duanya adalah booth milik Dirakit, yang menghadirkan mesin Claw Pit menggunakan Intel RealSense dan Intel Galileo. Sementara booth milik Digiware menampilkan beberapa aplikasi berbasis mikrokontroler dan robotik.

 


DMCA.com Protection Status

bekraf jogja (3), bekraf jogjakarta (3), bekraf developer day (1), bekrafjogja (1), maksud seminar bekraf (1), seminar bekraf developer day (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda