Bloggerhood


Sesungguhnya manusia itu tidak layak buat bersikap sombong, karena bagaimanapun manusia itu hanyalah makhluk yang terbuat dari tanah, jadi sebenernya masih sodaraan sama genteng, batu bata dan gentong. Inspirasing banget deh kang tampah gawe tweet ngingetin klo kita tuh ternyata cuma sodaraan sama sebangsa genteng, duh.

Eh tapi emang iya lho, dipikir-pikir, yang bikin kita beda bentuk dan nasib sama genteng itu karena cuma beda di prosesnya aja, klo genteng dan batu bata kan jelas cara bikinnya, cuma dicampur air ditaruh di cetakan terus dibakar. Klo kita kan beda tipis ya? sama sama dibikin menggunakan perantaraan air dan ditaruh di cetakan juga, cuma kagak sampe dibakar, iso gosong metune nek gawe menungsa kudu dibakar sik.


Nah di blantika perbloggeran pun aku juga ngerasain hal yang sama, ternyata klo hidup itu lebih enak gak sombong2an, apalagi klo kita sama-sama berjalan di rel yang sama, itu artinya kita satu perusahaan beroh, PT KAI, hakdesh!!!

Maksudnya, meskipun kita “berjualan” produk yang sama, dan tentu saja kita saling bersaing satu sama lain baik untuk mendatangkan pengunjung atau mendatangkan penyumbang dana, ternyata emang lebih baik klo gabung di semacam wadah / komunitas yang seiman, klo blogger ya gabung sama komunitas blogger, klo seller ya gabung sama komunitas seller.

BACA JUGA:   Mitos Sakit Hati

bloggerhood

Aku sendiri ngerasain, dulu waktu jadi single fighter di dunia perbloggingan setelah melepaskan diri dari cengkeraman para darth vader betapa susahnya memonitize blog, untuk mendulang barang setengah dollar sebulan aja susahnya setengah mati, apalagi cari duit dari sisi yang lain macem PTC atau affiliasi, susah banget.

Emang beberapa seperti afiliasiku dengan B2B publisher, toko buku maupun adsense sudah menampakkan hasil tapi masih kurang untuk ngasih stimulus perekonomian dompet. Dan sejak diajak mbak yu Rien buat gabung disalah satu grup baru deh mulai banyak dapet pencerahan cara mendulang duit dari internet, berasa banget suasana bloggerhood nya, bloggerhoodnya versi matrek sih, tapi jangan kuatir kita matreknya gak sadis-sadis amat kok 😀

Dari grup itu kita banyak sharing pengalaman masing-masing, mulai tips blogging, angle untuk pengambilan gambar, cara nembus media dan cara cari duit di internet sesuai dengan kemampuan kita, tidak lama kemudian aku juga membuat grup untuk beberapa teman agar bisa belajar bareng cara menghasilkan duit dari internet. Meski sampe sekarang aku tetep belum jedag buat memaksimalkan kamera handphoneku. Aku sadar, cara untuk mendapatkan lebih banyak rejeki adalah dengan membagi rejeki kita, dalam hal ini termasuk ilmu pengetahuan kita dengan orang lain.

BACA JUGA:   Libur tlah tiba

Jika kita menjadi jalan bagi rejeki orang lain, maka Tuhan akan menitipkan lebih banyak rejeki untuk kita lewat lebih banyak orang lain, sepertinya begitulah cara Tuhan bekerja, makanya Tuhan menyuruh umatnya untuk bersedekah pada sesama. Karena itulah klo ada info yang bisa difollow up teman-teman aku sering ngasih tau mereka, dan tidak jarang gantian aku akhirnya yang sering dapat info klo ada job/proyek yang bisa difollow up.

Terus belajar dan merasa lapar, karena tidak ada ilmu yang cukup paripurna di dunia ini, semua masih dalam tahap newbie, banyak hal yang bisa kita temukan jika kita masih menunjukkan kemauan tinggi untuk terus belajar dari orang-orang disekitar kita. Hal-hal kecil yang terlewatkan seringkali adalah peluang yang cukup potensial untuk kita gali dan eksplorasi.

Yang tidak kalah pentingnya, menyadari, bahwa apapun rejeki yang kita dapatkan sudah ada yang mengatur, apapun yang kita perlukan untuk hidup di dunia ini pasti sudah dicukupkan oleh Tuhan, jadi tidak perlu memaksa Tuhan buat minta rejeki kita disamain sama Mark Zukerbreg atau Bill Gates, kecuali kita sudah berusaha setengah mati sama seperti mereka berdua buat membangun kerajaan bisnis yang bisa sukses mendunia.

Untuk sementara, mari bergandengan tangan dan saling berbagi 🙂


DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

7 tanggapan pada “Bloggerhood

Berikan tanggapan anda