CERDAS DAN BODOH


Seorang yang Bodoh Punya Kesempatan yang Sama Besarnya untuk Menjadi Cerdas Dengan Orang Cerdas yang Punya Kesempatan Sama untuk Menjadi Bodoh

Ketika anda saya maki maki dengan menyebut anda adalah orang bodoh, anda pasti sangat marah
Ketika anda saya puji dengan menyebut anda adalah orang yang cerdas, anda mungkin tersanjung dan sedikit sombong

Lalu ketika saya tanya apakah anda orang yang cerdas atau bodoh?????

Apa jawaban anda???

——————————————-Mari kita baca sebentar mulai dari sini————————————–

Manusia terlahir sebagai khafilah di muka bumi ini, sebagai pemimpin di muka bumi ini, manusia tidak memerlukan sayap untuk terbang memantau kepemimpinannya, tidak membutuhkan insang untuk menyelam ke dasar laut, tidak memerlukan kekuatan seperti gajah untuk merobohkan pohon.

Kita dibekali otak untuk mengelola bumi dan seisinya, kita dibekali kemampuan manajerial yang tidak diberikan Allah kepada makhluk lain di muka bumi. Itulah mengapa kita dipilih Allah sebagai wakilnya di muka bumi.

Otak manusia itu terbatas, baik dari segi kuantitas dan kualitas, otak akan mengalami penyimpanan memori dari waktu ke waktu, mengalami rangsangan baik ketika digunakan untuk belajar, main catur, mendengarkan musik, atau menerima rangsang langsung dari panca indera.

Masih ingatkah anda ketika anda masih bayi?ingatkah dengan kata pertama yang berhasil anda ucapkan pertama kali dalam sejarah hidup anda????ingatkah hari ketika anda pertama kali bisa berdiri dengan 2 kaki anda???hari pertama anda membaca huruf A dan B dengan benar?

Tidak satupun dari kita mampu mengingatnya bukan?tapi jika kita membicarakan sejarah Nabi yang sudah berumur 14 Abad lalu kita masih bisa mengingat perjuangan beliau, mulai dari menerima wahyu, hijrah sampai wafatnya.

Ada kekurangan otak manusia yang harus diakui namun Allah memberikan jalan kepada kita bahkan untuk mengingat kejadian yang terjadi jauh sebelum kita lahir yaitu dengan kemampuan kita menterjemahkan ingatan kedalam memory lain seperti buku maupun hardisk.

Banyak dari kita tahu betul hal itu, banyak dari kita mampu menemukan kebenaran2 Allah yang dijanjikannya sebagai ayat2 kauniyah dan kauliyahnya. Banyak dari kita menemukan kebenaran dari ayat2 yang kita baca dari alam, tapi sesungguhnya kebenaran2 tersebut adalah membenarkan Al Qur’an itu sendiri dan tidak menentangnya.



Ada 3 hal yang penting disini;
1. Otak manusia sebagai mainstream processor yang berfungsi menganalisa dan mengambil keputusan
2. Alam dunia sebagai media analitik keilmuan yang semakin berkembang
3. AlQur’an sebagai tata cara, petunjuk dan kalibrator antara manusia dan alam

Ketika anda merasa anda adalah orang bodoh maka anda tertantang untuk mengeksplorasi pengetahuan, berfikir cara2 terbaik untuk mencapai tujuan anda, disini Al Qur’an bertindak sebagai buku panduan, pemberi semangat bagi kerangka berfikir anda. Ketika anda merasa anda cerdas anda cenderung merasa bangga, gelap mata dan mudah bertindak ceroboh, disinilah AlQuran berfungsi menghandle kelebihan emosi anda dan menjaganya tetap cooling down.

Tapi sesungguhnya ketika saya bertanya apakah anda orang cerdas atau orang bodoh, ada gejolak dalam diri anda antara tidak mau mengaku bodoh dan merasa tidak pantas mengaku cerdas. Mengapa demikian? karena manusia akan menjalani waktu dengan menggunakan otaknya, setiap hari akan ada hal baru yang mereka jumpai dan memaksa otak untuk belajar mengkondisikan terhadap hal2 yang beranalogi dengan hal baru tersebut.

Dulu kita tidak tahu seperti apa rasanya OSPEK?tidak tahu rasanya kuliah?sekarang kita sudah tahu enak tidaknya sekolah, tips dan trik untuk belajar menghadapi ujian,

Rasulullah adalah seorang yang ummi ( tidak bisa membaca dan menulis ) begitulah kita mengenang beliau, namun sebenarnya ke-ummi-an Nabi itu tidak selamanya, karena dengan turunnya surat Al Alaq yang berbunyi Iqra’ (bacalah) Allah telah menyuruh Nabi untuk membaca, Nabi dari seorang yang buta huruf mampu menjadi seorang kepala pemerintahan yang besar, pertanyaan kita adalah sebagai seorang kepala pemerintahan sebuah peradaban besar di Madinah masak buta huruf??

Muhammad awalnya adalah seorang yang buta huruf tapi dengan berjalannya waktu Nabi pun belajar membaca dan menulis, Nabi dikenal gemar menyurati raja2 negara Arab untuk mengajak menyembah Allah, dari sana kita mengambil kesimpulan Nabi sudah bukan seorang yang ummi, Nabi sudah belajar untuk membaca dan menulis.

Kita sebagai bagian dari umatnya pun memiliki kewajiban yang sama untuk terlepas dari kebodohan, namun lebih banyak dari kita terjebak dalam kebodohan ketika kita mencari ilmu. Banyak diantara kita yang begitu mudah percaya dengan isu2 SMS Santet, Dukun Ponari, Penebusan Dosa 4 juta maupun kabar2 aneh yang lain.

Kita yang tidak terjerumus isu2 tersebut ternyata banyak yang lebih bodoh lagi, berapa banyak diantara kita yang sudah melek teknologi?berapa dari kita yang selalu menenteng hape dan jam tangan trendy? tapi berapa banyak dari kita mengeset alarm waktu solat? Berapa diantara kita membaca jurnal2/blog berbahasa Inggris tapi tidak sedikitpun meluangkan waktu membaca Al Qur’an??berapa banyak diantara kita sekolah di sekolah/universitas muslim dan diajari menghafal Quran hadits dan artinya??

Saya ingat dengan simbah2 di desa, mereka tidak pernah sekolah, tidak mengerti arti bacaan Qur’an layaknya orang2 yang lebih berpendidikan, mereka hanya tahu waktu untuk ke sawah, sholat, ngandangin ayam, puasa, zakat, lebaran, dan pengajian. Hidup mereka sederhana, tidak seperti kita yang berpenampilan seolah full teknologi. Mereka tidak pernah risau dengan ancaman dalam Al Quran karena mereka tidak terlalu ngerti arti bahasa Arab, mereka cuma tahu surga dan neraka, kita disini banyak yang tahu betul konsekuensi meninggalkan sholat, meninggalkan puasa, tapi kita pura2 tidak tahu dan tidak mau tahu. Mereka hanya tahu kepatuhan kepada pemimpin/kyai mereka yang akan membawa kebaikan bagi mereka. Sedangkan kita punya resource yang bisa kita kendalikan semau kita.

Sebagai orang yang lebih melek teknologi dibanding mereka kita tampak lebih cerdas dibanding mereka, tapi sebagai seorang yang ‘cerdas’ kita sering kali takabur merendahkan mereka dan melupakan Allah. Mungkin Allah memberikan Kecerdasan Ilmu kepada anda dan Kecerdasan Hati kepada mereka. Berapa banyak diantara mahasiswa KKN yang ternyata ketahuan tidak bisa mencuci baju sendiri/memasak nasi dan harus dicucikan bajunya oleh ibu kostnya?

Seperti Rasul yang dulunya ummi jadi bisa membaca sebaliknya keangkuhan kita bisa membuat sedikit demi sedikit ilmu kita dihilangkan seperti memory tentang masa kecil kita yang sudah diambil oleh Allah.

Janganlah merasa sombong karena Anda tidak berada di dunia yang statis dimana yang dikutuk cerdas akan cerdas selamanya dan yang dikutuk bodoh akan bodoh selamanya, anda ada di dunia dinamis dimana ilmu anda kecerdasan anda akan berputar dengan berjalannya waktu, anda akan berada di tempat anda adalah orang yang paling cerdas dan bisa ditempat anda menjadi orang yang paling bodoh. Gunakan kecerdasan anda untuk sesama, sesungguhnya ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang berguna bagi orang lain.

————————————————————————————————————————

Kalau demikian apakah anda orang yang cerdas atau bodoh?


DMCA.com Protection Status

tyjuan kitamenterjemahkan buku pengetahuan (1)

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda