Cindelumut & seven angels


Dua tahun berlalu sejak kepergian Cindelumut dari Istana, ternyata sampai detik ini dia masih saja gagal mendapat calon istri, padahal penyamarannya cukup sukses, tidak ada warga dusun yang mengenalinya. Bisnis tambal bannya lumayan sukses bahkan saking lakunya banyak penduduk disekitar hutan menginginkan join franchise dengan tambal ban miliknya, apalagi klo ga nebar paku dijalanan trus disuggestikan buat nambal ditempat Cindelumut. Perkara bagi hasil itu ga masalah yang penting masih bisa dipake beli gorengan buat begadang.

Untuk urusan kerajaan, dia tidak pernah lupa memantau fesbuk milik Cindilseurieus guna mengetahui perkembangan, klopun ada hal2 krusial yang memerlukan penanganannya Cindelumut memasang antena teletubbies di rumah kontrakannya. Ngapain? ya buat telekkonference lah.

Hari2 terus berganti, Cindelumut mulai merasa kesepian di kontrakannya, ingin pulang ke istana rasanya malu dengan berita heboh mengenai gosip2 yang pernah menerpanya, akhirnya Cindelumut memutuskan untuk menghabiskan waktu dengan mancing ikan di tepi dusun. Begitulah akhirnya dia berangkat ke danau dengan sepeda bututnya.

Syahdan, begitu mendekati danau, dilihatnya sebuah pelangi yang mengarah ke danau, ingat cerita lama jika ada pelangi disanalah ada bidadari mandi, dia bergegas mendekati danau. terdengarlah suara gadis2 yang sedang menyanyi, sebenernya horor juga ada suara gadis2 ditepi hutan, jangan2 ini suara dedemit macem Cindelbolong dan kawan2, ah tapi hari masih cukup terang tak mungkin ada demit berani menampakkan diri. Cindelumut beringsut2 mendekati suara tersebut, dan apa yang dilihatnya membuatnya terpana, para ladies turun dari kahyangan. Begitu menginjak tanah mereka pun melepaskan pakaian mereka satu persatu.

Wah pucuk dicinta ulampun tiba, Cindelumut bersembunyi dibalik pohon kelor, dia asyik mengamati tujuh orang ladies yang cantik2 ditengah danau, semuanya cantik2 tapi yang tercantik adalah seorang ladies yang berselendang pink. tak terasa sudah satu jam Cindelumut menikmati penampangan di depannya, hingga salah seorang dari ladies itu mengajak temannya2 untuk bergegas pulang. 

Cindelumut berfikir tentu ladies2 ini cukup sering mandi disini sehingga tak menyadari kehadiranku baiklah, klo begitu besok aku bawa handycam sekalian lumayan bikin 3gp. Hakdezz

Kesorean harinya Cindelumut bergegas mendatangi danau, dan benar dugaannya lagi2 turunlah para ladies dari kahyangan. Begitu mereka melepas pakaian Cindelumut pun mengaktifkan handycamnya, sayang seribu sayang rupanya baterai handycamnya hilang

Mata Cindelumut nanar menatap sekeliling berharap menemukan baterainya, tidak ada apa2 dihutan selain selendang para ladies yang tergeletak di depannya. Hmm lebih baik kucuri saja bajunya,

Begitulah akhirnya semua ladies memilih pulang ke kahyangan sementara Cindelangit yang kehilangan bajunya terpaksa harus tetap berada di air daripada maksa mentas malah didemo FPI. Cindelumut bergegas mengeluarkan alat pancingnya, hendak berpura2 memancing di danau. Mendengar ada orang yang mendekat Cindelangit langsung menyelam kebawah air. Cindelumut tetap berpura2 seakan tidak ada apa2 dan melempar kailnya tepat didekat Cindelangit menyelam,

Tak berapa lama Cindelangit yang kehabisan napaspun mentas dan megap2

Cindelumut: Huwahh sopo kowe ngeget2i aja
Cindelangit: Huft huft huft
Cindelumut: Eh mbaknya siapa ya? putriduyung yah?
Cindelangit: Duh masnya saya ini bidadari mas, putriduyung adanya di dongeng bukan disini
Cindelumut: Ah mana ada bidadari nongol dari empang?
Cindelangit: Suer mas saya ni bidadari lagi mandi, tapi baju saya ilang mas makanya ga bisa pulang ke kahyangan
Cindelumut: Mungkin dibawa monyet mbak
Cindelangit: Ah masnya bisa aja mana ada monyet demen warna pink, baju saya kan pink semua
Cindelumut: Wah mbak maaf saya ga bawa baju ganti e, nek saya pinjemi bajuku ntar gantian akunya yang telanjang dong
Cindelangit: Ha piye dong mas, saya dah kedinginan nih berendem terus
Cindelumut: Wah lha gimana mbak rumah saya jauh nek saya pulang ntar mbaknya dimakan ikan hiu piye?
Cindelangit: Tolong cariin baju saya mas, paling monyetnya lum jauh mas
Cindelumut: Oh tida bisa, saya mau mancing mbak nyari ikan, bukan nyari monyet
Cindelangit: Ya udah masnya maunya gimana?
Cindelumut: Mancing

Cindelumut pura2 melanjutkan aktifitas memancingnya, akhirnya sambil merengut Cindelangit berujar

Cindelangit make a wish: Seandainya ada laki2 yang menemukan bajuku aku mau jadi istrinya
Cindelumut: Yakin mbak? yakin? suer? pokmen nek ngapusi dosa lho ya?

Cindelangit hanya mengangguk lemas, dengan muka prengas prenges Cindelumutpun bergegas kembali ke persembunyiaannya dan mengambilkan baju Cindelangit, Cindelangit yang kegirangan campur kagetpun berujar.

Cindelangit: Ha masnya kok bisa nemu baju saya?
Cindelumut: Ia mbak tadi monyetnya nitip ma saya katanya dia dah keburu mau kebelakang jadi dititipin gitu aja
Cindelangit: Ah ga percaya aku, pasti masnya itu yang jadi monyet ta? hayooo ngaku!
Cindelumut: Ia deh mbak saya ngaku, saya yang ngumpetin bajunya mbaknya, abis saya ngefans sama mbaknya mo ngajak kenalan ntar kalian kabur ga kesini lagi ya udah saya umpetin aja mbak, ya udah nih aku balikin, titi dije ya mbak salam buat temen2nya.

Cindelumut menaruh baju Cindelangit dipinggir danau dia kemudian menghadap ke belakang, gagal maning gagal maning, Cindelangit bergegas memakai bajunya kembali. Kemudian dia menepuk pundak Cindelumut dengan mesra

Cindelangit: Makasih yah A, dah balikin bajuku, jangan sedih A, bidadari tak pernah ingkar janji, aku mau kok jadi istrinya aa, tapi ada syaratnya, jangan bawa neng ke kota, takutnya ketahuan infotainment A, apa kata dunia?
Cindelumut: Euleuh euleuh ternyata si eneng iye teh urang sunda? baiklah neng up to you saja, pokoknya Aa teh bogoh ka eneng euy

Singkatnya, Cindelumut menikah dengan Cindelangit, mereka hidup damai bahagia dan dikaruniai seorang anak bernama Cindelarass. Namun apa kata dunia, suatu hari Cindilseurieus melapor bahwa Cindelekong dan Cindenajong telah berkoalisi dan hendak menyerang istana. Cindelumutpun terpaksa membongkar penyamarannya dihadapan Cindelangit dan memutuskan kembali ke kerajaan, namun Cindelangit bersikeras tetap tinggal di tepi hutan. Akhirnya dengan berat hati Cindelumut meninggalkan anak istrinya, dia harus kembali ke kerajaan sebagai seorang maharaja.

Berhasilkah Cinderaja mengalahkan Cindelekong dan Cindenajong? hembuh
gambar dari sini dan sini




DMCA.com Protection Status

ceriita seorang nibidadari (1)

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda