Cinderaja VS CindeLekong


Tersebutlah zaman dahulu kala dinegeri antah berantah hiduplah seorang raja muda bernama Cinderaja, kegemaran raja adalah berburu ayam kampus hutan untuk ditandingkan dengan ayam kesayangannya Cindepitik. Dia selalu sesumbar pada semua orang untuk mengalahkan ayam kesayangannya, tidak peduli apa permintaan para penantangnya karena ia selalu menang. Meskipun dia seorang penggemar judi ayam dia adalah kaskuser yang baik dan setia dengan slogan anti maho, oleh karena itu dia menerapkan aturan dilarang menjadi maho dikerajaannya, karena menurutnya maho adalah konspirasi Yahudi. Suatu hari datanglah seorang penyihir lekong jahat menyamar menjadi seorang wanita cantik bermaksud hendak menantang ayam sang raja untuk beradu ayam

Cindelekong : Hormatku sang Raja, hamba hendak mengadu ayam saya dengan yang mulia
Cinderaja : Huwahahahahaha jadi kamu hendak menantang Cindepitik??
Cindelekong : Benar yang Mulia
Cinderaja : Baiklah kalau begitu apa tawaranmu jika ayammu kalah?
Cindelekong : Saya siap melayani Tuanku semalam suntuk
Cinderaja : Dan apa yang kamu minta jika ayammu menang ?
Cindelekong : Maka Tuanku harus melayani saya semalam suntuk

Melihat taruhan yang sama2 enak raja pun mengiyakan tanpa teliti sebelum membeli

Cinderaja : baiklah klo begitu mari kita tandingkan ayam kita

Dan pertandingan pun berlangsung, Cindepitik yang terbiasa fitnes dan meni pedi setiap hari pun akhirnya memenangkan pertandingan melawan ayam milik Cindelekong. Dan sesuai perjanjiannya akhirnya Cindelekong melayani sang raja semalam suntuk. Namun begitu mengetahui wanita tersebut adalah KW2 akhirnya terjadilah percekcokan di kamar raja.

Cindelekong yang naik pitam karena servicenya ditolak mentah2 oleh sang raja, siasatnya untuk mempermalukan idealisme raja gagal hingga terjadilah perkelahian antara raja dan Cindelekong di kamar, Raja mengambil pedangnya sementara Cindelekong menghunuskan tongkat ajaibnya dan melemparkan kutukan Avadakedavra pada sang Raja


Cindelekong : Jadilah kamu Raja Singa, Sipilisss, AIDS, HIV

Cindelekong terus merapal semua penyakit yang pernah dideritanya dan mengarahkannya pada Sang Raja, Sang Raja berusaha menghindari serangan Cindelekong sayangnya waktu dia melompat justru anunya tertembak oleh kutukan Cindelekong.

Huwahahahahaha

Cindelekong tertawa puas melihat sang Raja tergelat meringis2 menahan sakit, kemudian meninggalkan Castil menggunakan permadani terbang. Sebelumnya dia sempat mengejek sang raja dari luar jendela Istana

“Selamat Tinggal Sang Raja, mulai sekarang kamu tidak akan pernah memiliki keturunan, tidak ada wanita yang akan mau menjadi istrimu, dan setelah kematianmu aku akan merebut Istana ini darimu dan kujadikan kerajaan ini menjadi mahoisme hahahahahaha”

B.e.r.s.a.m.b.u.n.g

lagi ngga ada ide nggambleh wae lah
cerita ini adalah pengantar kisah Cinderela & Cindelarass
gambar ngembat nggone mbak diajengkemuning


DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda