Di Bawah Telapak Surga


Memandang kelam lembar hitam kisah anak manusia
Di antara hiruk pikuk nuansa dunia

Di negeri telapak surga
Di negeri yang tersohor kekayaan alamnya

Aku berdiri seorang diri

Menatap mata nanar yang membusuk di tepi jalanan
Mengais hidupnya ditumpukan sampah ibukota

Ah sekiranya kami adalah mereka
Pada siapakah kami masih harus meminta???

Ya Tuhanku
Mengapa kau bedakan kami atas mereka?
Mengapa kau relakan sebagian kami hidup terlunta lunta dan sebatang kara?

Ya Tuhanku
Jikalah jalanku tak semudah yang kami kira
Jika peluh ini mengalir terlalu deras hingga abai terhadap kalimatMu

Ingatkanlah kami padaMu
Pada kisah kisah kitabMu
Dan pada bait bait keteguhan kekasihMu

Dinding rumah kami hanyalah butiran sampah yang kami pupuk untuk bernaung
Maka ubahlah ia menjadi pahala bagi mereka yang mencari ridhoMu
Pada mereka yang bersujud panjang di tengah Ramadhan
Lalu menjadikan siangnya untuk menghayati kesabaran dan kelaparan kami

Di ufuk mata senja yang tenggelam di balik lautan dosa
Ketika Syaban berlalu teriring kepak sayap camar di cakrawala
Kutitipkan doa untuk mereka yang papa
Pintaku tercurah pada kerinduan yang satu

Pertemukan aku dengan Agungnya RamadhanMu

Puisi disertakan dalam lomba puisi ramadhan zahiya cute,


*puisi asal jadi keburu deadline*



DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda