Dilema BBM


Sudah beberapa hari ini stok BBM di SPBU dibatasi, hal ini memicu kelangkaan BBM di masyarakat dan kepanikan masyarakat. Masyarakat kita adalah masyarakat panik, dan hebatnya pemimpin kita, presiden SBY terkenal karena hobbynya membuat masyarakat panik dengan kebijakannya yang selalu mencla mencle dan tarik ulur. Hobi banget klo kelemotannya bisa dibahas berhari2 di media dan bikin masyarakat resah.

Jika memang subsidi BBM telah melampaui batas, ya gampang saja, naikkan gak usah malu2 pake agenda pembatasan segala. Lain masalahnya klo stok BBM emang menipis ya sekarang diseriusin dong sosialisasi penggunaan bahan bakar alternatif, entah itu gas, biogas, ataupun energi terbarukan lainnya seperti angin, matahari, dan gerak.

Sakjane ki dilema BBM ki cuma dilema pribadi SBY, kulina pencitraan ta? nek arep mudun dengan warisan terakhir ngunggahke BBM pasti bakalan terus diingat generasi sekarang sebagai presiden yang pekok, mangkane sengaja kebijakannya membatasi BBM, ben sesuk sik keno ki Jokowi, bar dilantik dadi presiden njuk ngunggahke rega. Lha njuk aku kon ra bensinan rong sasi pa? Mbok ya dipikir ta? kan masih ada solusi lainnya.

BACA JUGA:   Daftar Struktur, KI/KD dan Silabus Kurikulum 2013 All SMK

Solusi lain, sebaiknya memang ada perusahaan lain yang bergerak di bidang ini, tidak lagi dimonopoli pemerintah lewat pertamina, memang perusahaan asing seperti Shell, Total dan Petronas punya SPBU di seputaran jabotabek dan jatim, tapi di daerah lain?? Klo memang masalahnya adalah kepemilikan asing ya sudah buat konsorsium swasta yang bergerak di bidang energi untuk menjadi penyeimbang pertamina.

kelangkaan SPBU

Lha wong sekarang mobil pemerintah dan masyarakat yang sudah ber-legowo make pertamax pun akhirnya ikut2an dikalahkan gara2 kepekokan pemerintah ini. Lha piye meneh jatah mereka juga habis diembat masyarakat yang terpaksa ganti ke BBM non subsidi.

Solusi ketiga, klo memang pengennya membatasi BBM subsidi, mbok wis rasah omong2, langsung action saja, misal memaksa SPBU membeli premium dan pertamax dengan perbandingan 1:1,5 artinya jika SPBU membeli premium sebanyak 100Kilo liter per bulan, ya wajib beli 150 kilo liter pertamax perbulan. Ini dimaksudkan agar masyarakat ‘terbiasa’ kehabisan pilihan bensin subsidi sehingga mau beralih ke BBM non subsidi. Lha nek carane ngene iki, BBM subsidi ditahan2, tp BBM non subsidi yo ora ndang dikirim2 yo podo wae cuk.

BACA JUGA:   Java script

Arep numpak motor eman2 bensine, arep ngebis, bis e do prei, arep ngepit yo adoh su, piye je dadi presiden ki, tau antri bensin neng POM ora je?




DMCA.com Protection Status

###################### (2)

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di Indonesiaku dan tag , . Tandai permalink.

2 Respon untuk Dilema BBM

  1. Iwan Yuliyanto berkata:

    Prengsiden SBY wis mutusno: “Ora gelem munggahno rego, sampai ada hitung2an sing realistis, sehingga alasane tepat. Sementara sampeyan numpak pit mocin (motor cino) wae, bahan bakare pake battery rechargeable. Ayo mangkato nyang dealer pit mocin sana!”

    *Jubir SBY*

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *