Don’t judge by the Cover


Aku sedang duduk di teras kampus ketika seorang lelaki lusuh membawa tas dekil mendatangiku dengan tenangnya. Usianya begitu tua, ia berjalan pelan ke arahku, hmm jujur saja kalau aku sudah ngeh dari sebelumnya tentu aku akan langsung beranjak sebelum ia menghampiriku. Toh rasanya gak sopan jika aku tiba-tiba beranjak saat ia menghampiriku. Setelah dekat ia berkata padaku:



Berapa banyak engkau bersyukur hari ini anak muda???

Sesaat kupandangi wajah lusuh itu, aku memaksakan sedikit senyumku padanya atas pertanyaan yang dilontarkan padaku. Kuambil beberapa sisa koin receh yang masih ada di saku celanaku untuk kuberikan padanya. Orang tua itu terdiam sebentar, kemudian tersenyum padaku…

Maaf nak, saya bukan pengemis

Glek…..ada perasaan malu pada orang tua satu ini, di usianya yang renta dengan badan yang lusuh semua orang yang dihampirinya akan menganggapnya layaknya seorang pengemis… begitupun aku, aku merasa bersalah karena telah bersikap seolah-olah merendahkan orang seperti dia… malu..bener deh

Orang tua itu kembali tersenyum dan mengambil tempat duduk disampingku

jangan kuatir anak muda, aku tidak akan mengambil rizkimu, Tuhan sudah mengatur jalan rizki orang sepertiku

Dibukanya tas dekilnya…
Ada beberapa botol madu di dalamnya, aku melongok ke dalam isi tasnya, sambil tersenyum aku balik bertanya

Berapa harga madu sebotolnya pak??


DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda