Dragon Knight


Angin berhembus cukup kencang seolah menampar wajahku, sekujur tubuhku terbalut armor namun terasa begitu ringan, tanganku menggenggam erat sebuah tombak yang terhunus, suasana begitu hening, semua mata tertuju pada tangan seseorang diujung tebing,

“Baik bersiaplah, kita berangkat sekarang!!!!”

Dan dia menukik turun dengan tajam, kemudian semua orang mengikutinya terjun dari pinggiran tebing, dan begitu aku terjun dari bibir terbing, sepasang sayapku langsung mengepak dengan gagahnya, oh ternyata kami bisa terbang!!!!

Yah, seseorang memberikan tanda padaku agar mengelompok dengannya, aku mengepakkan sayapku agar lebih tinggi, kami terbang dalam kelompok kecil, bersembunyi di balik pekatnya awan, tujuan kami adalah menguasai istana naga di Pulau Melayang. Menyelamatkan seorang putri yang disekap penyihir Naga



Tujuan kami makin dekat, jantungku berdebar2

“Sebentar lagi kami akan bertarung menghadapi ratusan naga yang menjaga Istana naga, semoga kami cukup dekat dengan benteng agar lebih mudah bertahan dari serangan naga”

Baru saja aku berpikir demikian terdengar teriakan peringatan dari kelompok dibawahku, Seekor naga memergoki keberadaan kami!!! Oh tidak!!!!

Dalam sekejap seekor Wyvern hitam menyerang kami dan menghembuskan nafas apinya, sebisa mungkin aku menukik tajam menghindari serangannya, yah berhasil!!! aku lolos dari serangan pertama!

Semua kelompok langsung bersiap menghadapi serangan para naga, dan akhirnya mereka pun muncul dari balik awan, terus menyerang dan menyemburkan nafas api ke arah semua orang!!!

Aku bersiap menyerang Wyvern hitam dari belakang, mengepakkan sayapku lebih cepat agar bisa menyusulnya dan menikamkan tombakku tepat dipunggungnya, belum sampai aku mencapai ujung ekornya seekor wyvern muncul lagi dari sisiku, dia menabrakku begitu keras!!!

Sial!!!!

Aku berhenti sejenak dan bersiap menghadapi serangan pengganggu ini, sepertinya Wyvern satu ini begitu marah dan siap membidikku.. baiklah ini pertarungan kita!!!

Aku mulai maju dan menghunuskan tombakku, merapal ajian tapak dewa, sekelebat sinar keluar dari ujung tombak dan menghantam dada sang naga, sang naga terpental ke belakang dia kaget namun detik berikutnya dia bermanuver dan menghampiri ku dengan cepat, Arrrrrgghhhh

Mulutnya menganga lebar dengan taring yang tajam siap mengoyak tubuhku, untungnya aku masih sempat menghalangi taringnya dengan tombakku, tapi sampai berapa lama, kurasakan tenaga naga ini begitu besar….

berpikir cepat…. berpikir cepat ….

Baiklah aku langsung mengendorkan pertahananku dan menukik ke bawah tubuh sang naga, dia mengejarku!!!! kugunakan kelincahanku untuk membuatnya capek, aku mulai terbang kesana kemari dan berharap dia menyerah kelelahan mengejarku, tapi sial justru kurasakan kepakan sayapku semakin lemah, mungkin karena tertabrak naga tolol tadi, aku berinisiatif mendekati pulau melayang dan bertahan dibalik dinding2 pulau itu.

Kulihat akar2 pohon raksasa bisa kugunakan untuk bersembunyi dari terkaman sang naga, sementara bertahan akan kupikirkan langkah selanjutnya, aku mempercepat kepakanku dan…

Bukkkkkk!!!!!!!!

Ughhh!!!! punggungku serasa dihantam godam…lagi lagi dia menabrakku!!!! dan

BRAKKKKKK!!!!
Sukses aku mendarat tepat di celah akar pohon raksasa, dengan kecepatan yang menyakitkan tentunya!!!!

Tidak ada waktu berfikir rasa sakit, aku cepat membalikkan badan dan naga itu membuka mulutnya mulai mengeluarkan api yang sangat panas!!!!

“Oh gawat!!!!aku terpojok di celah ini, tidak ada jalan keluar, sialan!!!!! belum berhasil membunuh seekorpun sudah harus mati”

“Damn It!!!! Panas banget, ah gawat nih bentar lagi ane mati gan!!!!” aku mulai merapal ajian perisai baja, sayang sumprit saking gugupnya aku sampe kelupaan hafalannya!!!!

“WAH PIYE IKI???” Aku mulai dihinggapi kebingungan dan rasa takut

“AAAHHH BENER2 NGGA MASUK AKAL, MASAK AKU BISA TERBANG, KETEMU NAGA N SEKARANG DAH MAU MATI??? INI PASTI NGIMPI!!!! MESTHI NGIMPI, YAKIN AKU MESTHI NGIMPI”

Dan seketika juga nafas api itu hilang, sang naga langsung ngerem mendadak di depanku dan melengos pergi, kecewa kelihatannya, kulihat kesekelilingku, para pasukan dan naga menatap kecewa kepadaku, dan serempak mereka bilang

“Wah lagi seru malah dia nya sadar, yo wis yo do bubar wae”

Dalam sekejap mereka semua berpendar seperti asap dan menghilang akupun mulai terbangun

“duh gek seru e malah tangi, asem tenan!!!”


DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda