End of SMS Gratis?


Habis baca berita di Detik, ada wacana jika beberapa hari mendatang akan terjadi gejolak terhadap penerapan biaya sms yang selama ini banyak digratiskan oleh para operator seluler, ya bangsa Indonesia sudah terlalu dimanjakan oleh sms2 gratis yang disediakan operator lintas seluler.


Dulu sebelum Bakrie ikut2an masuk pasar seluler praktis para operator ponsel punya daya tawar tinggi terhadap tarif penggunaan layanannya, masih ingatkah biaya nelpon perjam satu operator yang mencapai 80ribuan lebih? disitu Bakrie dengan esianya memporakporandakan tarif telepon dengan memberikan tarif Rp 3000 per jam maka runtuhlah perang kualitas antar operator seluler, mereka berbondong2 mengganti strategi dan medan laga, ya mereka berperang menjadi yang paling murah meriah diantara pesaingnya.

Masih ingatkah persaingan XL dengan IM3 yang bertarung habis2an dengan tarif sms Rp 0,00…..1, tarif yang mustahil, sangat mustahil tapi karena berada di wilayah kedaulatan NKRI maka jadilah ia.

Hari ini dengan maraknya sms gratis, memang banyak sekali keuntungan yang didapat masyarakat kita, tidak perlu bayar mahal, tidak perlu punya pulsa berlimpah anda bisa mendapatkan banyak fasilitas, perkara apakah para operator bakalan kolaps itu bukan urusan, toh para operator sekarang sudah sering bermain licik.

Salah satunya adalah memaksa pelanggan berlangganan RBT, mencuri pulsa pelanggan dan menjual data2 pelanggan dengan dalih kerjasama dengan content provider. Ya mereka memang tetaplah lintah penghisap darah para pelanggannya.

Seperti sudah sunatullah manusia2 Indonesia dengan kemudahan sms gratis semacam itu mereka malah menjadi semakin tidak tahu diri. Wajah rakyat kita keknya emang kebanyakan muka orang gratisan, makanya gitu dapet gratisan senengnya bukan main. Setiap detik kirim sms, setiap detik apdet status, hasilnya banyak sekali sms2 sampah semacam Mama minta pulsa, Kalau sudah Transfer, Bapak di kantor Polisi, Kucingnya mati bahkan sekarang banyak anjing2 menawarkan program refferal pengisian pulsa, bullshit lah!


Masalah kekacauan semacam itu bukan hanya menimpa user, operator juga pada kena batunya, anggap saja operator A menerapkan sms gratis ke semua, maka operator lainnya akan menanggung beban sms sampah yang dikirimkan untuk para penggunanya dari pengguna operator A.

Hal ini karena di Indonesia pakem yang dipakai adalah SKA (Sender Keep All) operator pengirim mendapatkan semua keuntungan dari tarif sms yang dikirimkan oleh pelanggannya, sementara operator penerima menerima bebannya, saat ini sedang diusahakan untuk diubah menjadi skema interkoneksi berbasis biaya (Cost Based), dalam skema ini operator pengirim dan penerima akan terkena biaya sms yang dikirim sehingga harapannya operator akan jera memberikan sms gratis dan mengurangi aktifitas spamming, baik yang dilakukan oleh mereka sendiri (dalam bentuk penawaran dengan content provider/vendor lokal) maupun para pengguna mereka.

well kita lihat saja kedepannya apakah dengan aturan ini maka spamming broadcast SMS dapat ditanggulangi atau seperti biasanya operator akan mencari cara mengakali aturan ini agar mereka tetap bisa mendapatkan keuntungan seperti biasa

gambar dari sini dan sini


DMCA.com Protection Status

cara menyedot pulsa orang habis2an (3)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda