Fantasy: The Power of Mind


Hari ini harusnya ada jadwal di kampus, tapi berhubung anak2 lagi jalan2 kunjungan industri jadinya gak masuk. Gak semua anak sih yang ikut, kek gw jaman dulu paling ogah ngikut kunjungan industri jauh2 mending yang deket2 ae.
Berangkat ke kampus hanya untuk memastikan masih ada mahasiswa yang ketinggalan gak? ternyata enggak ya wis pulang lagi. Besok pagi anak2 baru sampe jogja jadi kemungkinan mereka juga gak mungkin masuk, mesake nek dipekso mlebu kuliah iso kemod kemod mengko.
Nah berhubung mereka gak pada masuk, mendingan gw ngempi ae wis dirumah, sambil nyari2 bahan buat praktikum minggu depan. 
Ada yang menggelitik di otakku beberapa hari ini yaitu tentang dunia fantasi……
Dudu dufan lho ya??
Manusia ( gak tau deh nek jejenis kebo/wit krambil) punya kemampuan untuk berkhayal, menciptakan dunianya sendiri di otak mereka. Dunia yang bisa diciptakan sedemikian perfect oleh masing2 orang. Meskipun gitu, orang2 tua sering kali ngomel2 klo liat anak mereka demennya ngelamun. Katanya kebanyaken ngelamun gampang dideketin setan.
Halah, tapi biarin deh tergantung persepsi masing2 orang sih.
Setiap orang memiliki kemampuan yang sama dalam berimajinasi, yah berkhayal emang sebuah kemewahan yang diberikan Tuhan secara gratis, gak butuh modal koneksi internet udah bisa. Kecuali orang2 yang merasa butuh sakau dulu baru bisa ngebuka pintu dunia fantasi tentunya. Pun demikian, bukanlah hal mudah untuk membawa imajinasi ke dalam dunia nyata. 
Orang2 yang hebat dalam berkhayal tidak akan disebut orang hebat tanpa menghadirkan khayalan itu dalam bentuk yang bisa di indera oleh orang lain. Sebut saja JRR Tolkien dan JK Rowling, mereka berdua dikenal orang karena mampu menghadirkan khayalannya menjadi bentuk yang bisa dikhayalkan bersama2 oleh manusia lain. Ya bener berkhayal berjamaah dan mereka berdua jadi imamnya hahahaha.
Imajinasi mereka memberikan keuntungan bagi banyak manusia, entah yang jadi penerbit, toko buku, distributor, pekerja film sampe pegawe bioskop. Aku berfikir, betapa hebatnya daya khayal manusia ketika diwujudkan dalam bentuk nyata dapat memberi makan banyak orang, menjamin keberlangsungan hidupnya, dan membuat orang lain terinspirasi. Tentu saja khayalan itu bukan yang bersifat destruktif, misale berkhayal jadi teroris nomer satu, hahaha howwasyou lah
Mungkin tidak perlu jauh2 ke mereka beberapa sobat Mpers juga *demen berkhayal* telah menelurkan karya2 mereka dalam bentuk novel. Sesuatu banget yah? dan aku sendiri terus terang ingin mengekor jejak itu, membawa imajinasiku menjadi bentuk yang bisa dinikmati orang lain. Sekedar mengingat pepatah cina
Jika kamu ingin hidup puluhan tahun, tanamlah pohon
jika kamu ingin hidup ratusan tahun, menikahlah
jika kamu ingin hidup ribuan tahun, tulislah sebuah buku
Dan klo aku rajin gawe setatus neng fesbuk kae iso dibukuke gak ya? ada yang mau beli???
Apah? ngimpi x yee, terus ngayal sik wae kono
gambar fantasy wallpaper taken from google


DMCA.com Protection Status

berhayal dapat diwujudkan dalam bentuk (1)

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda