Fenomena ISIS


Sekarang selain fenomena jilboobs, yang sedang mencuri perhatian adalah tentang ISIS, Islamic State of Irak and Syria. Kehadiran ISIS menjadi perhatian tersendiri bagi dunia, karena baru kali ini setelah hampir satu abad ada bendera khilafah berkibar setelah keruntuhan Turki Utsmani.

Permasalahannya adalah, banyak pihak tidak percaya dengan ISIS, sepak terjang, berita miring, cara melakukan eksekusi, kekerasan, membunuh tanpa ampun sangat bertentangan dengan Islam. Benarkah itu dilakukan ISIS? bisa ya, bisa tidak, bisa ya karena mungkin begitu cara mereka berpikir, bisa tidak karena siapapun bisa menopengi wajah mereka dan mem-black campaign ISIS. 

Ada media yang pro dengan perjuangan mereka, ada yang kontra dengan teror yang mereka ciptakan. Entah berapa adegan pemenggalan, pembunuhan sadis yang diupload ke dunia maya yang dilakukan kelompok ini, kalau boleh pinjem istilah vicky prasetyo mungkin tujuannya adalah ‘mempertakut’ musuh2 nya.

Masalah ISIS dianggap masalah fenomenal bagi dunia kenapa, karena pasca kehancuran khilafah, sebagian besar negara di dunia dipecah berdasarkan bangsa atau nation, negara atau state, era berdirinya negara berdasarkan agama dianggap telah kadaluarsa dan bertentangan dengan demokrasi, modernisasi dan kebutuhan dunia, tentu saja, dengan telah mengecualikan tahta suci Vatikan yang menjadi satu2nya negara berbasis agama.

Aku sendiri, tidak menentang berdirinya negara yang tidak berbasis nation, jika akan ada negara berbasis agama lagi selain Vatikan itu wajar, adalah lumrah bahwa akan ada perbedaan dalam pandangan politik, sekarang yang terjadi adalah pemaksaan demokrasi dimana2 yang berujung pada ketidaknyamanan pada demokrasi itu sendiri. Sehingga, paham non demokrasi pada akhirnya bermunculan kembali, kekhalifahan adalah satu dari beberapa paham politik yang berbeda dengan demokrasi yang kita kenal.

BACA JUGA:   Sekolah 2.0

Masalahnya dengan sepak terjang ISIS, dan berita2 bahwa mereka sebenernya dibentuk oleh Amerika, aku justru curiga bahwa pada dasarnya ISIS tersebut adalah semacam latihan ujian yang digelar Amerika dan sekutunya untuk menghadapi kebangkitan islam. Banyak kejanggalan yang diungkapkan di banyak media yang patut dicurigai bahwa ISIS tidak lebih sebagai kelompok propaganda ciptaan Amerika. Lagian klo ingin mendirikan kekhalifahan kenapa memilih nama berhala dewi sesembahan Mesir kuno sebagai nama kelompoknya?

Amerika, menghancurkan Afganistan dan Irak dengan dalih senjata pemusnah massal yang tidak pernah diketemukan sampai saat ini tidak pernah dipermasalahkan satu negara pun, tidak pernah sampai ke meja Mahkamah Internasional yang mengurusi kejahatan perang. Jutaan nyawa umat islam meregang nyawa di seantero timur tengah hingga asia selatan pun tidak membuat para pemimpin islam bergerak untuk membantu, semua saling merasa aman berlindung di balik dinding nation border mereka.

Dengan sikap acuh para pemimpin islam ini, pengujian berikutnya adalah melemparkan isu yang ditunggu2 oleh dunia islam, kebangkitan khilafah, dan ISIS sebagai prototypenya. Kehadiran ISIS dengan segala sepak terjangnya justru memicu resistensi, bukannya dukungan di sebagian besar dunia islam.

isis flagEnggak islami, melanggar norma islam, membunuh anak2 dan orang tua, merampok, belum dengan selentingan bahwa mereka memang didanai dari pihak2 amerika dan israel untuk memecah belah umat. Terkesan wajah kekhalifahan ISIS dihadirkan untuk mendapatkan feedback bagaimana dunia islam bereaksi, dan bagaimana memanfaatkan reaksi ini untuk mencegah seandainya kelak kekhalifahan islam benar2 akan bangkit. Kekhalifahan islam digambarkan begitu bengis, sadis, tidak kenal ampun, akan menghancurkan siapa saja yang dianggap berseberangan dengannya meski tidak bersenjata dan sudah menyerah.

Dengan demikian masyarakat dan dunia islam dengan sendirinya akan melakukan perlawanan terhadap kemunculan kekhalifahan, karena mereka mendapati gambaran kekhalifahan berisi teror dan pembunuhan, kekejaman tanpa batas.

BACA JUGA:   Posisi Menentukan Prestasi

Seingetku dulu ada orang HTI bilang, gak masalah siapa yang akan pertama kali mendirikan khilafah, tapi begitu ada yang mendirikan HTI akan mendukung, tapi dengan munculnya ISIS sekarang ini, aku gak yakin klo HTI bakalan mendukung kekhalifahan yang dimulai ISIS.

Lalu bagaimana dengan NKRI kita?

ISIS terlalu dini disebut ancaman serius buat kita, pergerakan mereka di Indonesia tetap akan menggunakan metode yang sama dengan gerakan2 sebelum mereka, rekrutmen bawah tanah, propaganda ketidakadilan, doktrinasi keharaman demokrasi, wajibnya mendirikan negara islam, dan semua yang sebenarnya sudah bertahun2 dipelajari dan harusnya bisa diantisipasi oleh BNPT, BIN dan badan2 intelijen maupun hankam indonesia. Ini akan lebih mudah dengan dukungan ormas2 islam kita yang mendukung kesatuan NKRI dan menolak paham ISIS. Gunakan pendekatan humanis, ajak para pemuka agama dan tokoh masyarakat turun ke bawah untuk memberi pemahaman yang benar tentang paham2 yang berpotensi merusak tatanan masyarakat dan menimbulkan konflik sektarian.

Melakukan sabotase pada mereka yang mendukung ISIS, membekukan aset, menghapus kewarganegaraan hanya akan menjadi penanda kepanikan pemerintah kita, bahwa kita masih terbiasa ketakutan dengan kata islam dan melakukan tindakan represif pada mereka yang sebatas diduga, akan melakukan tindakan makar dan terorisme. Please deh, yang selama ini terang2an mendukung gerakan separatis tanah air, ngibarin bendera OPM, RMS, itu apa sudah dibekukan asetnya? dicabut kewarganegaraannya? Bego! Ini kejadian di negeri orang jauh sana kita jadi segitu repotnya? pesanan Amerika lagi?




DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di Indonesiaku dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *