FF: Secangkir Kopi dan Es Krim yang Meleleh


Perutku mulai terasa lapar. Kutatap secangkir kopi dan segelas es krim yang telah meleleh di atas meja dapur. Masih tergeletak beberapa helai daun kubis berikut bumbu yang tak selesai dipotong.

Pagi ini bukan pagi yang indah untuk dikenang. Harus ku akui tekanan di luar rumah tak bisa kunafikan, ah kenapa harus dia yang menanggung kemarahanku. Sedangkan ia membangunkanku dengan kecupan mesra dan secangkir kopi di tangan.

Kulangkahkan kaki menuju ruang tamu dengan ragu, apa kata ibu mertuaku klo anaknya pulang ke rumah dengan terisak – isak. Maafkan aku ibu, membuat anakmu terluka.

Kuangkat gagang telpon dan memutar nomor yang ada diseberang sana.

“Assalamualaikum, ibu?”
“Walaikum Salam Wid, eh dah ditunggu Ratri di rumah”
“Err iya bu, gimana kabar Ratri bu? baik2 kan?”
“Ah kamu ini, baru ditinggal berapa jam sama istrimu aja dah kangen begitu”
“Iya, bu maaf tadi..”
“Dah buruan kesini, Ratri dah masakin sayur sop kesukaanmu, tadi pagi dia ga sempat masakin kamu, tadi pagi Ibu telpon Bapak minta dianter ke RS” Potong Ibu mertuaku.


“Oh… njih bu, nanti saya kesana”
“Dah buruan keburu dingin sopnya”
“Njeh bu, wassalamualaikum”
“Walaikum salam”

Kututup telpon dan segera menyambar kunci mobilku.

Ah istriku, maafkan kebodohanku pagi ini
Trimakasih telah tulus menyayangiku
Tanpa bingkisan cokelat dan bunga
Maafkan kesalahanku padamu

ini piksi – piksi – piksi


Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda