Fortuna


Sejak jaman orang melek internet orang mulai menjajakan barang dagangannya ke internet, Jeff Bezosm pendiri Amazon.com bermula menjual barang2 bekas di garasi rumahnya sampai akhirnya menjadi salah satu pasar online terbesar di dunia.

Bukan kisah sukses Amazon, Ebay atau berbagai situs jual beli seperti Berniaga dan Tokopedia, tapi tentang pengalamanku jadi pedagang.

Sejak jaman kuliah berdagang pulsa hp bareng calon istri, buka warung makan n sekarang buka bimbel di rumah emang kok ada yang berbeda dari berdagang. Antara penghasilan sebagai seorang pekerja yang mengabdi dengan menjadi seorang yang berdiri sendiri.

gold

Orang yang bekerja jadi karyawan hanya akan menerima bayaran sesuai kontrak gajinya, bolehlah sesekali dapet limpahan bonus atau saweran dari kanan kiri, tapi selebihnya ya bisa diperkirakan peningkatan jumlah tabungannya setiap tahunnya.

Sementara orang yang berdagang, menjadi pengusaha, siapa yang bisa memperkirakan berapa uang yang tersimpan di rekeningnya sekarang dan satu – dua tahun ke depan. Who knows? Sulit, karena memang berdagang dan berusaha berarti menghadapi ketidakpastian, dari jumlah pemasukan, pengeluaran, pelanggan dan lain sebagainya, sehingga memang lebih sulit untuk diukur.

BACA JUGA:   Mengapa ada Job Review di antara kita

Ya, penghasilan dan rejeki itu memang berbeda. Penghasilan itu bisa diukur, sementara rejeki itu tidak. Tapi untuk kasus yang aku alami aku enggak tau ini termasuk jenis yang mana.

Dulu waktu jualan pulsa, setiap selesai berjualan, aku sama pacarku ngehitung jumlah modal, saldo, pengeluaran n pendapatan. Semua transaksi dicatat, berikut besaran keuntungan yang kami dapat dari tiap transaksi. Dan herannya, jarang sekali perhitungan kami itu sesuai dengan uang yang didapatkan. Ya, selalu ada selisih kelebihan duit yang didapat dari cross check perhitungan laba. Meskipun hanya beberapa ratus-belas ribu rupiah.

Tadinya kami berfikir, klo pasti ada kesalahan hitung, n kami mengulang menghitung lagi dari awal, ternyata bener tidak ada yang salah baik nominal uangnya maupun perhitungannya, jadi selisih kelebihan itu darimana datangnya? kami curiga jangan2 kami khilaf waktu ngasih duit kembalian ke pelanggan, jadi duit itu akhirnya kami sendirikan n hari berikutnya selalu menghitung 2 kali sebelum menyerahkan kembalian ke pelanggan. Dan setelah selesai jualan n dihitung lagi, ternyata ada selisih kelebihan lagi. Begitu seterusnya, duit2 ajaib itu kami sendirikan biar enggak bikin rancu n lebih mudah ngecek klo ntar ada kerugian/ hal2 yang gak kami inginkan.

BACA JUGA:   Mr and Mrs Right

Setelah lama tidak jualan pulsa, kami ganti haluan buka warung makan, biarpun sama2 gak ada yang bisa masak, tapi alhamdulillah sih sempat buka selama beberapa bulan n dapet keuntungan. Uang belanja, pengeluaran harian dan pendapatan selalu kami hitung, dan anehnya, sering sekali mendapati selisih kelebihan seperti waktu jualan pulsa. Dihitung lagi dan lagi, memang tidak ada penjelasan dari mana duit itu datang. Akhirnya sesekali duit itu kami pakai untuk keperluan2 kecil atau kami tambahkan buat bersedekah.

Berlanjut sekarang waktu buka bimbel, karena sekarang penghitungan untung modalnya gak bisa perharian kek jaman jualan pulsa – warung makan, tiap bulan ada aja duit beberapa puluh – ratus ribu yang seolah datang dengan ajaib.

Apa itu penghasilan? atau rejeki? atau hak fakir miskin yang dititipkan pada kami? Sampai sekarang itu masih tanda tanya, tapi mungkin ada kaitannya dengan salah satu hadits yang menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rejeki itu ada pada perdagangan. Entahlah, Wallahuallam.



DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda