Green Electric Tingkat Desa


Listrik untuk kehidupan yang lebih baik, tidak salah jika PLN pernah memiliki motto semacam ini, karena listrik telah menjadi kebutuhan primer bagi sebagian besar masyarakat dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Dengan adanya listrik, kegiatan manusia dapat dipacu menjadi lebih efektif, produktifitas dapat ditingkatkan, baik ditingkat industri maupun masyarakat dan perorangan.

Listrik bukanlah sebuah dominasi perusahaan baik yang berplat merah seperti  PLN, maupun perusahaan penyedia listrik swasta  lainnya. Listrik adalah kebutuhan kita bersama, tidak jarang ketiadaan jaringan listrik yang sampai ditengah masyarakat membuat sebagian masyarakat memilih untuk membangun pembangkit listrik secara mandiri. Warga kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah dan warga Cintamekar, Subang membangun sumber daya listrik mereka sendiri menggunakan tenaga air.

Kemunculan fenomena-fenomena masyarakat dalam mengusahakan listrik secara mandiri hendaknya direspon  PLN dengan lebih kuat lagi, kita tahu, kendala pembangkit listrik mandiri adalah tergantungnya besaran dan kualitas daya yang dihasilkan terhadap sumber dayanya. Jika pembangkit itu dibangkitkan dengan air, tentu selama musim kemarau akan berpengaruh pada daya yang dihasilkan, apalagi selama musim kemarau ini.

BACA JUGA:   Nikmat makan pedas mana yang kamu dustakan

Apa yang bisa dilakukan  PLN dengan adanya fenomena tersebut? masyarakat perlu dukungan, baik dari  PLN sebagai tulang punggung ketersediaan listrik di negara ini, maupun civitas akademika dan praktisi lintas bidang.  PLN dapat memberikan perhatian bagi penemuan-penemuan teknologi listrik di tengah masyarakat, baik dalam bentuk pendampingan, penyediaan supporting tools dan sumberdaya, maintenance dan konsultan amdal, karena pada dasarnya  PLN tidak sedang bersaing dengan masyarakat melainkan sebagai ungkapan terimakasih PLN terhadap masyarakat yang telah membantu mendukung program PLN menyediakan listrik ke seluruh penjuru nusantara.

PLN juga dapat menciptakan suasana ilmiah di tingkat akademis dengan membuat perlombaan terkait inovasi teknologi kelistrikan, tidak harus inovasi tersebut mengharuskan adanya terobosan baru dari kalangan akademisi, tetapi menantang para akademisi untuk mencarikan solusi bagi pembangkit listrik mandiri karya masyarakat, bagaimana membuat pasokan tersebut stabil, meningkatkan efisiensi penggunaan dan mengurangi loss power.

Dengan adanya sinergi semacam itu, saya yakin, PLN tidak hanya akan menjadi kebanggaan bersama di dalam negeri tapi juga bisa menjadi pioneer green electric pengembangan listrik yang ramah lingkungan dan berbasis kemasyarakatan dalam lingkup asia dan dunia.

BACA JUGA:   Media Pembelajaran Gratis Kemdikbud

referensi:

1. http://news.liputan6.com/read/163828/listrik-dengan-swadaya-masyarakat

2. http://yiehaa.blogspot.com/2009/11/pbb-tertarik-dengan-pembangkit-listrik.html

pict taken from here



DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

5 tanggapan pada “Green Electric Tingkat Desa

  • Ry

    (September 30, 2012 - 3:03 pm)

    Wiiih lomba 🙂

  • rawins

    (September 30, 2012 - 11:04 am)

    boro boro green, wong pln malah getol mbangun pltu
    tambah semangat sing ngeruki batu bara sampe kadang klalen bekase kudu direboasasi

    • anotherorion

      (September 30, 2012 - 11:24 am)

      jarene pembangkit listrik tenaga uy**?

  • Priyo Harjiyono

    (September 30, 2012 - 5:46 am)

    diikutken dalam lomba blogdetik & PLN

Berikan tanggapan anda