Instalasi Sismin ATmega berbasis STK500v2


Perhatian, ini bukan posting tutorial, ning postingan curhat, tenan!

Beberapa hari kemaren beli sismin atmega dari internet, aku agak tertarik dengan board yang dipake, eh sebenernya sih faktor males buat bikin sismin sendiri sih :)) Tapi emang bener kok board ini lumayan manis dari segi tampilan.

Ukuran sisminnya cukup kecil sekitar 5 x 8 cm, cukup untuk menaruh sebuah port dudukan atmega 40 PIN, sebuah clock crystal, tombol reset, konektor USB port tipe B dan sebuah PORT DC input 6-24V. Untuk keperluan expansion, terdapat 32 PIN i/O + 5 port power expansion ( 5V, 3.3V, Ground, AREFF dan Reset)


perbedaan arduino dan atmegaBoard ini memiliki pilihan tipe header yaitu male /female. Aku sengaja pilih yang female karena tujuan membeli board ini emang enggak untuk membuat sebuah sistem tertenu tapi emang cuma buat mencoba project dan bermain2 saja. Jadi mirip seperti penampilan board arduino yang lebih sering make breadboard.

Di bawah IC mikrokontroller terdapat beberapa komponen SMD yang berfungsi untuk melakukan download program ke dalam mikro. Dengan begitu board ini pada dasarnya adalah downloader USB sekaligus sismin. Berbeda dengan downloader USB yang biasa menggunakan USB ASP, downloader ini menggunakan STK500v2 yang berbasis CDC (Comunication Device Class) yaitu mengubah port USB menjadi port COM virtual. Driver dan manual instalasi termasuk beberapa panduan menggunakan sismin ini disertakan, panduannya lumayan lengkap karena menyertakan tutorial penggunaan dengan beberapa compiler sekaligus (AVR studio, Atmel studio, Codevision AVR dan Bascom AVR)

BACA JUGA:   Interupsi ATMega dengan Codevision AVR (2)

Namun, entah karena faktor jenis downloadernya, sismin ini agak menyusahkan buatku yang terbiasa make Codevision AVR, entah kenapa setiap melakukan downloading program selalu disertai pesan error.

Misal setelah programming selesai dan tinggal verifying, maka muncul pop up

STK500/AVRISP communication error, please check the following:
-the STK500/AVRISP power supply is on
-the programmer type is correctly set in the Settings
 | Programmer menu
-the COM port is correctly set in the Settings
 | Programmer menu
-the SCK Frequency is not too high (some AVR chips come from
 the factory with the CKSEL fuses set to use the internal
 1MHz oscillator)

Atau pada saat programming berjalan beberapa puluh % muncul pesan error


STK500 error writing flash

Meski sudah melakukan pengaturan sesuai pesan kesalahan mengubah2 COM port dan SCK frek tetap saja tidak bergeming, padahal saat pembacaan chip signature memang terdeteksi IC mikrokontrol yang tertanam pada board. Aku lalu menggunakan beberapa versi Codevision yang aku punya (CVAVR 2.05 advanced, CVAVR 2.04.9 Eval, CVAVR 1.25 Standar dan CVAVR 1.25.9 Proffesional) gagal semua, aku agak curiga dengan driver signature di Windows 8 yang sering mempersulit driver dari produsen kecil untuk bisa dijalankan secara native di Windows 8, tapi meski driver signature enforcement nya kumatikan masalahnya tidak berkurang. Project berlanjut dengan mencoba make operasi sistem berbeda, make virtual machine Windows XP selalu berakhir bluescreen ketika menginstal driver STK500, pindah ke laptop Windows 7 pun errornya tidak berubah.

BACA JUGA:   Free WiFE

Beberapa AVR downloader seperti Khazama gagal terinstal di lingkungan windows 8 64 bit ku, AVR dude enggak ngerespon dan Ponyprog tidak mendukung STK500. Nyoba nyari driver STK500 versi lain ternyata susahnya minta ampun, bahkan Atmel mengkomersialkan driver ini, untungnya nemu driver gratisannya di web jepang http://recursion.jp/avrcdc

Dari referensi penjual untuk make AVR/Atmel Studio tentu berbeda dengan kebiasaanku make Codevision, ya bagaimana juga meski sesama berbasis programming C language tetapi perbedaan compiler juga membuat coding jadi lebih merepotkan.

Program baru mau terdownload setelah aku menggunakan opsi program all yang berarti harus memprogram flash ROM + EEPROMnya, itupun masih dengan pesan peringatan error. Masih mending sih daripada enggak bisa sama sekali. Dari percobaan download via Atmel Studio 6.2 memang lebih gampang, hanya ada error sekali di awal, kemudian seterusnya lancar.

minimum sistem atmega + USB downloader

Entah faktor driver signing, faktor 64 bit, atau mungkin dari clock kristal yang tidak disertai capasitor yang membuat proses downloading ini menjadi rumit. Minus masalah downloading yang merepotkan sebenernya aku cukup puas dengan board ini.

 


DMCA.com Protection Status

membuat sendiri downloader stk500 (2), atmega 32 tidak bisa read and signatur (1), dudukan atmega 32 (1), membuat atmega8 menjadi comport (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda