Jer Basuki Mawa Bedjo


Klo di bahasa Indonesia ada peribahasa Untung tak dapat diraih, Malang di jawa timur, dalam bahasa jawa ada pepatah jer basuki mawa bedjo. Klo pengen sukses haruslah beruntung (et dah pepatah ngawur tenan) Sengawur-ngawurnya pepatah ini toh emang beberapa hari ini aku ngerasain lumayan bejo selama ngurus cem macem ke kampus, dari TA – Skripsi mpe administrasi yudisium, meskipun dah mempersiapkan ubo rampe setiap step, selalu ada hambatan yang gak kepikiran sebelumnya, ealah ndilalah selalu saja ada jalan yang akhirnya bisa menyelamatkan aku.



Temen2 yang masih seperjuangan denganku berulang kali ngomong “wah bejo tenan kowe” setiap aku menyelesaikan satu demi satu urusan carut marut kampus. Meskipun aku sendiri mengakui faktor ‘kebejoanku’ tapi terus terang saja menurutku bejo tidaklah datang tanpa diundang, pulang minta jajanin. Bejo menurutku bukanlah random factor yang bisa dengan semudah itu nemplok ke satu orang dan berpindah ke orang lain. Karena aku yakin bukan levelnya Tuhan klo harus bermain dadu hanya untuk menentukan siapa yang bakal kedatangan bejo bejo berikutnya.
Aku teringat kisah tentang seorang muda di negeri Cina, suatu hari dia mencoba peruntungan dengan minta diramal seorang peramal terkenal. Peramal itu meramalkan kelak ketika usia pemuda itu mencapai 21 tahun dia akan berubah menjadi seorang yang kaya raya. Pemuda itu kemudian pulang dengan hati gembira, selama berhari2 kerjaannya hanya bermalas2an dan memimpikan segera bertemu usia 21 tahunnya. Merasa akan segera kaya, dia menolak bekerja dan merendahkan dirinya pada orang lain. Saat singgah ke sebuah biara, dia diajak membersihkan halaman biara oleh biksu, tapi dia menolak. Saat diajak orang tuanya berkebun dia tidak menghiraukannya
Ketika dia berusia 21 tahun, tidak ada tanda2 dia akan segera kaya, tapi dia selalu berusaha menenangkan pikirannya
“Usiaku baru menginjak 21 tahun, mungkin bulan bulan berikutnya ramalan itu akan segera terlaksana”
Sampai pada akhirnya dia melewatkan umur 21 tahunnya dengan sia – sia, dia memutuskan untuk bunuh diri dan minta pertanggungjawaban pada dewa pemberi rejeki. Apa kata dewa?
“Sesuai takdirmu, aku telah menganugerahkan banyak harta di usiamu yang ke 21, sayangnya kamu tak pernah mau mengambilnya….”
“Ketika di biara, kusembunyikan beberapa perhiasan di bawah daun2 yang berserakan, tapi kamu terlalu angkuh untuk mengambilnya”
“Ketika ayahmu mengajakmu berkebun, telah kusiapkan sekotak perhiasan namun kamupun enggan menggalinya”
……………………………………………….
Apa inti cerita di atas?
Baik itu bejo maupun lucky tidak pernah datang pada orang yang berdiam diri. Keberuntungan hanya akan datang kalau kita berusaha dan berdoa. Ketika kita berdoa, Tuhan akan memberikan mimpi itu pada tangkai yang lebih mudah kita raih dari yang sebelumnya, dan tentu saja hak untuk memiliki mimpi itu diserahkan sepenuhnya kepada kita, akankah kita berusaha meraihnya? atau membiarkannya membusuk ditelan waktu.
Bejo = doa + usaha
gambar nyolong dimari


DMCA.com Protection Status

tulisan bejo (2), bedjo (1), gambar orang gak bejo (1), gambar tulisan bejo (1)

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda