Kondomisisasi Kampus


Kondom, buat para manusia dewasa tentu sudah mahfum arti benda satu ini. Kondom dibuat sebagai alternatif cara untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit ketika melakukan aktifitas seksual. Sejarah kondom sendiri lebih pada menjaga seseorang dari penularan penyakit dari aktifitas seksual daripada mencegah kehamilan.

Pekan kondom nasional diadakan bertepatan dengan peringatan hari AIDS menurutku enggak tepat. Enggak tepat dengan begitu banyak alasan. Benar, AIDS bisa terjadi salah satunya karena hubungan seks, dan kondom mencegah penularan AIDS lewat jalur ini. Tapi apakah lantas perlu dikampanyekan untuk menyelenggarakan pekan kondom nasional? Ini maksudnya ngajak para penggiat dan penikmat seks untuk berkondom ria kah?

Fungsi kondom mungkin baik, tapi tidak dengan implementasinya. Kondom banyak digunakan oleh para pekerja seks sebagai bentuk pencegahan agar mereka tidak tertular dan menulari pelanggannya, siapa yang menjadi konsumen kondom ini? jelas para lelaki hidung belang.

Tidak hanya terbatas di lokalisasi saja, penjualan kondom secara bebas di apotik dan warung2 menjadi semacam fasilitas yang mengiming2i anak2 muda untuk praktek dengan partner/pacarnya. Coba saja mampir ke daerah Kaliurang, penginapan murah berharga puluhan ribu sangat terjangkau di kalangan mahasiswa bahkan pelajar untuk bobok bobok enak bareng pacar.

Tapi bagi2 kondom bukan berarti menganjurkan untuk seks bebas!!!!! Mbahmu kiper??!!! Gak menganjurkan gimana?? bagi bagi kondom di lingkungan kampus UGM oleh menkes misalnya, dimana sasarannya adalah mahasiswa ini kan semacam memberikan pancingan tiket untuk difollow up buat segera dipake! Kenapa dibagikan ke mahasiswa? kenapa enggak dibagikan ke jajaran rektorat, pejabat atau staff kampusnya saja? Jelas itu lebih masuk akal mengingat rektor, pejabat dan staff kampus lebih mungkin punya pasangan yang sah daripada mahasiswa yang sebagian besar belum pernah mengucapkan ijab kabul di depan penghulu. Pihak UGM sendiri melalui akun tweet @UGMYogyakarta mengaku tidak tahu dan tidak dimintai ijin terkait bagi2 kondom di lingkungan kampusnya.

Kan kondomnya bisa dikasihkan buat sodara/keluarganya yang udah nikah!!! Iki gemblung apa ngejak gelut sih??? Bayangkan seorang mahasiswa/mahasiswi perantauan yang pulang kampung membawa segepok kondom hadiah dari menkes, kemudian dikasihkan ke orang tuanya buat dipake. Kira2 bagaimana respon bapak ibunya dirumah???

Gak mungkin ayahnya dengan senang hati menerima hadiah kondom itu tanpa curiga, mungkin ibunya langsung kena stroke membayangkan hal2 yang enggak dilakukan putranya, yang ada si mahasiswa kena damprat dan dicurigai habis2an. Kamu di kampus ngapain aja??? pulang2 bukan bawa ijazah malah bawa kondom?? kamu masih perawan enggak??? Stigmanya jelas, mahasiswa belum nikah kok bawa2 kondom klo gak dia emang suka jajan sembarangan trus apalagi? PSK? SPG kondom???

BACA JUGA:   Mr and Mrs Right

Enggak mungkin juga klo kondom itu dituker sama sego kucing di angkringan atau semangkok indomie telor di burjonan. Pilihannya cuma dibuang atau disimpen kali aja besok kepake sendiri sama pacar.

Positif thingking aja deh, memberi kondom ke mahasiswa kan belum berarti nyuruh ngesex bebas, ngasih pisau ke seseorang bukan berarti nyuruh dia membunuh kan??? Matamu!!!!! gak bisa bikin analogi yang lebih waras??? pisau banyak fungsinya, bisa dipake masak, bisa dipake bikin prakarya, bisa dipakai nyulek matamu, lha nek kondom??? fungsi lainnya selain buat ngeseks apalagi??? dipake buat main balon2an??? buat nyarungin hape??? buat gantungan kunci??? buathukmu kuwi!!!!

Ini demi melindungi diri kita dan pasangan kita dari penularan penyakit kelamin!!!! Terus dikira aku hobi gitu nyari penyakit kelamin kayak kamu???? Klo emang gak pengen tertular penyakit kelamin ya gak usah deket2, orang gak pengen ngerusak janinnya ya jangan mabok, jangan ngerokok, banyak olahraga, makan makanan bergizi, hidup sehat. Klo gak pengen kena penyakit kelamin, ya dijaga kelaminnya, gak diumbar sembarangan. Pengen kelaminnya sehat tapi jajannya sembarangan lha kepiye sih?

Tapi kenyataannya banyak kok kondom di tong sampah kampus, bahkan beberapa tahun silam ada penelitian lebih dari 90% mahasiswi jogja enggak perawan, nah disitu kita perlu kondom! Oh…. jadi kita perlu nih nambahin jumlah sampah kondom di setiap tong sampah kampus? biar kelihatan kalo orang2 kampus itu lebih intelek dalam urusan seks??? Dan kita perlu nambah persentase ke enggak perawanan mahasiswi se Indonesia? Pake kondom atau enggak klo udah sampai intercouse itu namanya juga bikin enggak perawan kan??? Emang klo pake kondom terus masih tetep perawan??? Paling itu cuma akal2an si cowok biar dia bisa terus merawanin banyak cewek tanpa perlu takut2 si cewek bunting n dihadapkan paksa ke KUA.

Kondom memang berguna buat pasangan yang sudah menikah, tapi enggak segitu2nya amat perlu dikampanyekan di kampus2, kenapa gak sekalian nyuruh mahasiswa buat pasang susuk KB spiral sih? Itu jelas lebih tahan lama kan???

BACA JUGA:   Hijab Street Style Fighter, Dian Pelangi

Enggak sekalian aja bagi2 kondom ke geng motor abege yang hobi menjadikan pacar sebagai taruhan buat ditidurin pemenang balapan??? Itu perlu tuh bagi2 kondom disana, biar abege2 kita gak tertular penyakit kelamin gegara ditidurin banyak temen pacarnya.

Tanpa perlu dikampanyekan pun, penyalahgunaan kondom sudah jamak terjadi, penularan HIV/AIDS terus saja ada, kehamilan di luar nikah hampir setiap hari terjadi, pembunuhan dan pengguguran janin di luar nikah sudah menjadi hal lumrah dalam media di negeri ini. Apakah itu tidak menjadi sebuah pertimbangan bahwa permasalahannya bukan pada salah sendiri gak pake kondom tapi perlunya pemahaman bahwa seks sebaiknya memang tidak dilakukan secara sembarangan dan tidak bertanggungjawab.

25 Milyar duit dipake buat kampanye kondomisasi ini, kenapa dipakai buat sosialisasi dan bagi2 kondom gratis ke mahasiswa. Kenapa enggak dipake buat mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghindarkan diri dari seks bebas, HIV/AIDS, pemahaman bahwa ODHA juga adalah bagian masyarakat yang punya hak2 sama sebagai warga negara dan masyarakat, sosialisasi pengetatan distribusi kondom biar gak disalah gunakan?? Jangan jual kondom di warung2 biasa, jual saja di apotik, dan pembeli kondom harus menunjukkan KTP dengan status “kawin” ini lebih masuk akal mencegah seks bebas di kalangan remaja dan mencegah kehamilan tidak diinginkan. Tanpa resep dokter saja orang gak bisa bebas beli obat di apotik, kenapa anak2 muda bebas banget beli kondom disana?

Suka suka gw lah, anu punya gw sendiri, pacar punya gw, kondom juga beli sendiri, situ siapa sampe ngelarang gw make barang gw sendiri, mubazir juga kali klo gak dipake, bawel amat. Eh lu kira gw tiap hari juga gak pake anu, sering, sehari bisa lima kali malah, lu kira gw pipis dari mana? emangnya elu pipisnya pake mulut?

Buat para mahasiswa Indonesia, jaga kelaminmu, jangan jadikan dirimu budak dari kapitalis selangkangan yang ingin menjadikan kalian target market produknya.

Bagi yang berminat mendukung gerakan menolak Kondomisasi Mahasiswa dapat ikut menandatangani Petisi Penolakan Pekan Kondom Nasional di Change.org


DMCA.com Protection Status

penginapan kaliurang bebas razia (37), losmen kaliurang yang aman dari razia (28), operasi losmen kaliurang (17), razia penginapan kaliurang (15), hotel kaliurang bebas razia (14), penginapan kaliurang bebas (12), razia losmen kaliurang (12), razia penginapan di kaliurang (5), operasi pekat di kaliurang (4), razia penginapan kaliurang 2016 (3)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

8 tanggapan pada “Kondomisisasi Kampus

  • Priyo Harjiyono

    (Desember 5, 2013 - 10:19 am)

    karena banyak penolakan akhirnya panitia menghentikan acara gak jelas ini kok mbak anggi, ya iyalah ditolak niat banget promo produknya jupe

  • Anggi Agistia

    (Desember 5, 2013 - 7:44 am)

    Woalaaaaaah ini menyedihkan ya bacanya, mau jadi apa nantinya 🙁

  • Priyo Harjiyono

    (Desember 3, 2013 - 10:28 am)

    iya mbak terlalu saru :3

  • Myra Anastasia

    (Desember 2, 2013 - 11:54 pm)

    Setuju pake bgt sy sama postingan ini. Gila bgt itu programnya hiiii…!

  • Dyah Sujiati

    (Desember 2, 2013 - 11:36 am)

    Hakakakakak!
    Asik nih tanya-jawab-nya.
    But excatly right!

    Btw, paragraf ke-13 itu kasihan ya nasib ceweknya. Tapi kok ya pada mau gitu. Ngenes

    • anotherorion

      (Desember 2, 2013 - 11:52 am)

      Biasanya terbuai kata2 cinta mbak, katanya sih demi cinta, tapi kubilang sih demi kian nasibnya klo sampe keloloden cinta

  • Iwan Yuliyanto

    (Desember 2, 2013 - 7:40 am)

    mbahmu kiper, hahaha
    Ini F.A.Q.-nya asyik banget.

    Jurnalnya tambahi link petisi, mas, ben sumebar.

    • anotherorion

      (Desember 2, 2013 - 8:45 am)

      Kirimi link petisine mas. Drop link ya?

Berikan tanggapan anda