Laporan Penilaian Hasil Belajar Siswa


Selain sebagai kepala Lab, aku juga diserahi tugas sebagai wali kelas di sekolah. Dan sebagai wali kelas tugas rutin setiap akhir semester adalah menyusun laporan penilaian hasil belajar / raport yang diserahkan pada wali murid.

Biasanya sehari sebelum penerimaan raport aku dan rekan wali kelas yang lain kerja lembur untuk menyiapkan segala sesuatunya. Format penilaian sendiri agak berubah dibanding tahun lalu, mengingat semester sebelumnya menggunakan penilaian K13.

Penerimaan raport ini seharusnya diterima oleh wali murid masing-masing, akan tetapi selalu saja ada raport yang tersisa di sekolah karena tidak diambil wali muridnya. Entah faktor kesibukan atau sebab lain yang membuat wali murid tidak merasa perlu mengambilnya sendiri. Tapi ada juga wali murid yang jauh-jauh datang dari kota lain mengambil raport dan membawakan oleh-oleh untuk guru di sekolah.

Biasanya anak-anak meminta tolong pada orang tua temannya yang datang untuk sekalian mengambilkan, aku sendiri pada akhirnya sering mengalah untuk kasus semacam ini, karena tidak ada keharusan untuk menolaknya dengan pertimbangan sosial. Meski begitu sebenarnya aku juga kurang sreg.

BACA JUGA:   OSI Layer 2: Data Link

Pada proses pengambilan raport, selain untuk melakukan serah terima dokumen penilaian hasil belajar, sebenarnya tujuan utamanya adalah mendiskusikan proses belajar anak dengan orang tuanya. Ya proses belajarnya, bukan cetak hasil nilai semata.

Karena selalu saja ada anak yang mengalami permasalahan dalam belajar, entah dari segi kedisiplinan, kerajinan, sikap, kemampuan dan lain-lain yang bisa didiskusikan dengan wali murid untuk dicari solusinya bersama.

Mungkin orang tua masih menganggap bahwa prosesi pengambilan raport hanya sekedar mendengarkan wali kelas secara general mengenai info sekolah, dan pembayaran biaya-biaya sekolah selanjutnya, sudah. Sedang buat sekolah kami sendiri untuk info administrasi semacam itu sudah kami cetak dan sertakan dalam buku raport. Tentunya jika raportnya tidak diambil, info tersebut tidak akan tersampaikan dengan sendirinya.

Yang lebih utama adalah kedatangan wali murid agar bisa sharing mengenai perkembangan belajar anak tersebut, karena naik turunnya prestasi anak tidak terlepas dari peran orang tua di rumah dalam mengawasi anak. Kegiatan belajar mereka di rumah, atau kegiatan lain yang menyita banyak waktu mereka.

BACA JUGA:   Simulasi Digital, Apa isinya?

Semoga ke depannya, orang tua siswa mau untuk datang ke sekolah mengambil laporan hasil belajar putra putrinya, karena lebih nyaman bagi kami untuk menyerahkan langsung ke wali murid masing-masing sekaligus bisa melakukan konsultasi dua arah bagi perkembangan anak itu sendiri.



DMCA.com Protection Status

surat pelaporan hasil belajar siswa ke (2), laporan perkembangan siswa dari masing-masing wali kelas (2), saat pengambilan raport anak panti (1), raporot di terima murid setiap (1), membuat laporan wali murid (1), membuat laporan penilaian kelas (1), laporan wali murid (1), laporan untuk wali murid (1), laporan hasil penilaian akhir semester (1), laporan hasil akhir semester kepada wali murid (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda