Larangan Rapat Hotel Era Jokowi, Efektifkah?


Waktu mengikuti pagelaran Oracle Academy akhir bulan Maret lalu selama lima hari ada sesuatu yang cukup berasa kurangnya. Bukan karena faktor para pemateri, Ibu Nurul Huda selaku wakil Oracle Indonesia maupun panitia penyelenggara di dinas pendidikan provinsi DIY. Yaitu mengenai teknis pelaksanaan di lapangan.

Memang untuk ukuran provinsi DIY yang memiliki kabupaten sedikit dan lokasinya berdekatan, maksimal jarak tempuh antara 30 menit -1,5 jam mungkin gak terlalu bermasalah. Meski aku sendiri cukup salut dengan kolega dari Kabupaten Gunung Kidul yang sangat bersemangat mengikuti kegiatan ini.

Mereka, harus bangun sangat pagi untuk memulai perjalanan turun gunung ke Kota Jogja. Sementara di penghujung sore mereka kembali berjuang pulang ke rumah masing2 dan beristirahat sekadarnya untuk mempersiapkan diri mengikuti pelatihan hari berikutnya. Ada seorang rekan dosen yang berasal dari Politeknik di Bengkalis yang juga mengikuti pelatihan ini, datang jauh2 ke Jogja seorang diri agar bisa membawa kurikulum Oracle Academy ke instansinya.

peserta pelatihan oracle academy yogyakarta

Dulu, sebelum ada peraturan larangan untuk mengadakan rapat/aktifitas di hotel bagi instansi pemerintah, rekan2 yang domisilinya lumayan jauh bisa diinapkan di hotel dan mendapat akomodasi secukupnya.

BACA JUGA:   Glue Gun: perekat serba bisa

Ini demi penghematan anggaran lho!

Betul, aku setuju. Tetapi tidak bisa diketok palu untuk semua jenis kegiatan, aku membayangkan jika pelatihan diselenggarakan tingkat nasional di ibukota negara. Apa iya peserta yang berasal dari luar pulau dan provinsi harus cari losmen murah di sekitar stasiun Senen, harus mengurus akomodasi sendiri-sendiri.

Jika yang mengadakan murni dari pihak swasta aku sih bisa memaklumi. Tetapi jika dengan menggunakan undangan ber-kop instansi pemerintahan resmi kok kesannya nyepeleke peserta undangan. Aku bukannya tidak tahu terima kasih pada pemerintah atas terselenggaranya acara pelatihan tersebut, tapi ya mbok ya’o….

Semoga pak Menteri yang terhormat bisa memahami hal sepele semacam ini.




DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di Indonesiaku, komputek, me my self and I dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *