Make It Needs


Anak kecil termasuk susah klo untuk urusan disuruh2, apalagi jika orangtuanya memaksakannya sebagai sebuah “kewajiban”. Kewajiban, adala sesuatu yang abstrak bagi anak kecil, yang mereka tahu hanya bersenang2 dan menikmati sesuatu yang menurut mereka unik dan menyenangkan.

Kata kewajiban menandakan sebuah keharusan, dengan atau tanpa toleransi, sebuah kewajiban menuntut untuk diselesaikan. Kewajiban mengakibatkan adanya pemaksaan pada diri untuk memenuhinya, sehingga mengakibatkan terkadang orang merasa berat untuk menjalankan kewajibannya.

Sebut saja, anak malas belajar, bersekolah dan ogah2an di kelas, karena mereka merasakan diri mereka sedang menjalankan kewajiban, yah motivasi mereka bisa jadi karena faktor gengsi, daripada enggak sekolah, uang jajan, takut orang tua, mencari pengakuan teman sebaya, atau mungkin yang hanya menjalaninya karena mereka menganggap itu sudah menjadi kutukan turun temurun buat anak2 seusia mereka.

Sama seperti kita yang sudah enggak makan bangku sekolah, menunaikan kewajiban sering kali mengundang setan untuk menundanya, kuliah, sholat, mencari uang, membersihkan rumah, dan macem2 lainnya. Diakui atau tidak karena kegiatan itu kita maknai sebagai kewajiban maka kita lebih senang enggan terhadapnya.

BACA JUGA:   Faith

Trus bagaimana cara kita menghindari kewajiban eh menjalankan kewajiban dengan rasa senang?

Sudahkah anda makan hari ini? minimal untuk umat muslim sudahkah anda berbuka dan makan sahur tadi malam?? Ok buat umat islam berbuka itu hukumnya wajib, dan sahur sunah tapi apa kita trus mentang2 benci dengan kata wajib trus enggak berbuka??? #pertanyaan aneh mending sekalian gak puasa karena benci kata wajib dalam berpuasa!

Fine lah, anggep aja sekarang bukan bulan puasa, kita makan sehari paling enggak 3 kali. Untungnya Tuhan enggak pernah mewajibkan umatnya makan sehari 3 x, coba klo diundang2kan dalam kitab suci berapa banyak umat manusia yang masuk neraka cuma gara2 enggak menjalankan perintah Tuhannya, soalnya ada yang saking kurangnya hanya makan sehari sekali, ada yang 2 x sehari, ada yang sehari udah tiga kali, tapi tiap sesi bisa nyampe 3 ronde.

Jadi makan itu kewajiban bukan? ada yang bilang kewajiban ada yang bilang hak, aku sendiri lebih suka menyebutnya kebutuhan! Ya kebutuhan, kita memang wajib memberi makan tubuh kita, dan tubuh kita berhak memperoleh asupan gizi setiap hari, tetapi karena kita menjadikannya kebutuhan kita tahu kita akan merasa tersiksa jika tidak makan dan merasa tersiksa juga jika kebanyakan makan.

BACA JUGA:   Sepeda Baru

Akhirnya kita menyebut makan adalah kebutuhan manusia, dengan menyadari makan adalah kebutuhan manusia, maka manusia akan menjalankan aktivitas itu tanpa terpaksa, meski sebenarnya dia menjalankannya karena perutnya sudah demo minta diisi ulang.

So kesimpulannya gimana?

Jika kita menjalani sebuah kegiatan yang rutin dan merupakan kewajiban kita, anggaplah kegiatan itu sebagai kebutuhan kita, kebutuhan untuk memperbaiki diri, kebutuhan untuk menjadi lebih hebat dari hari ini, kita butuh sekolah, kita butuh menjadi orang pintar, kita butuh bekerja, kita butuh mendekatkan diri kepada Tuhan.

gambar dari sini




DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di refleksi diri dan tag . Tandai permalink.

Satu Respon untuk Make It Needs

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *