Mati satu tumbuh seribu


Mati satu tumbuh seribu, mungkin istilah itu tepat untuk menjadi pegangan agar semua orang meyakini bahwa rejeki dari Tuhan mengalir dari berbagai macam pintu. Seperti halnya beberapa hari yang lalu mendapat email dari toko buku online Belbuk.com yang menginformasikan penutupan total seluruh program afiliasi yang ada di Belbuk.com.

Memang selama ini afiliasi tersebut merupakan sumber uang dari internet yang setahun terakhir ini memberikan tambahan uang saku. Sebenarnya aku menyayangkan penutupan program ini, karena selama ini konversi penjualan lewat afiliasiku cukup bagus.

Akan tetapi ada namanya awal tentu ada yang namanya akhir, aku menghormati apa yang menjadi kebijakan manajemen Belbuk untuk meniadakan program afiliasinya. Sebagai gantinya sekarang aku bergabung dengan afiliasi Andi Publisher, salah satu penerbit kota pelajar ini terkenal dengan buku-buku seputar dunia komputer, sesuatu yang aku tekuni juga selama ini.

Selain itu, minggu kemarin aku mendapat email dari website penyedia majalah gratis dari luar negeri bahwa pembayaranku yang sempat menghilang beberapa tahun lalu akibat kena hack telah diamankan dan siap dikirimkan ke akun Paypalku.

BACA JUGA:   Memanfaatkan Google Analytics

Untuk peluang kedepan, beberapa perusahaan baik penerbit maupun toko buku juga berencana membuka kerjasama gratis afiliasi, reseller dan dropship, untuk yang satu ini aku menunggu semoga ada kabar baik agar bisa terus melanjutkan kiprahku di bidang penjualan buku murah online


DMCA.com Protection Status

istilah mati satu tumbuh seribu (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

3 tanggapan pada “Mati satu tumbuh seribu

Berikan tanggapan anda