Melihat Pembuatan Keris dan Kerajinan Anyaman Bambu Desa Wisata Malangan


Desa Wisata Malangan, adalah salah satu desa wisata yang terletak di wilayah Moyudan, Kabupaten Sleman. Dari Kota Jogja, wisatawan dapat menuju ke arah Nanggulan via Godean. Apa sih yang ada di Desa Wisata Malangan ini?

Kami, rekan-rekan blogger berangkat menggunakan Bus dari Dinas Pariwisata DIY, aku sendiri mengingat lokasinya cukup dekat dibanding harus kumpul di kota memilih menggunakan kendaraan pribadi ke tempat tujuan. Di desa ini, segenap masyarakat sudah menunggu kami, dengan seragam lurik dan ikat kepala khas desa Malangan.

Sepeda onthel berjejer rapi di depan sekretariat Desa Wisata Malangan dimana kami dijamu dengan aneka jajanan pasar dan minuman tradisional. Setelah mendapat sambutan dari Pak Wiji selaku wakil dari pengelola Desa Wisata kami mulai mengambil sepeda onthel untuk melakukan wisata susur desa.

Tempat pertama yang kami tuju adalah kolam peternakan ikan. Ada beberapa lokasi kolam peternakan ikan, kami diajak ke salah satu lokasi yang paling produktif. Disini ikan utama yang dibudidayakan adalah ikan lele. Jadi jika kalian main di Jogja dan memesan pecel lele, bisa jadi lelenya berasal dari desa ini.

Perjalanan kami berlanjut menyusuri areal persawahan. Kami berhenti di lokasi pembuatan Batik Tradisional, disini, ibu-ibu selain membuat batik dengan metode cap dan tulis juga punya kerajinan membuat tas dari sampah plastik bekas jajanan. Atau tas yang dibuat dari tutup botol air kemasan. Keren sekali

BACA JUGA:   Baper's talk, ngomongin hal baper?

Selanjutnya, yang kami tuju adalah lokasi pertanian mina padi, jalan menuju kesana menyegarkan mata. Menyusuri tengah sawah dengan bersepeda dengan dihembus angin sepoi-sepoi membuat para peserta berkali-kali berhenti untuk mengambil gambar.

Teknik mina padi ini memfungsikan areal persawahan untuk menanam padi sekaligus memelihara ikan. Ikan yang dipelihara adalah nila merah, jadi klo makan Nila bakar di penyetan. Bisa saja asalnya dari desa wisata sini juga. Keuntungan pembudidayaan mina padi ini, tanaman padi lebih tahan terhadap serangan hama tikus, maupun serangga-serangga karena begitu menyentuh air langsung dikejar oleh ikan-ikan yang dipelihara di sawah.

proses pembuatan keris desa wisata malangan


Salah satu ikon wisata utama di Desa Wisata Malangan adalah adanya Empu, sebutan untuk seorang pembuat keris. Disini kami berkunjung ke rumah empu Sungkowo Harumbrodjo, melihat langsung proses pembuatan keris yang wow banget ternyata lama juga. Seorang empu dalam setahun bisa membuat sekitar 1-2 buah keris saja lho. Untuk membuat sebilah keris dibutuhkan setidaknya 2000-4900an lempengan besi yang dipadatkan dengan cara dibakar dan dipukul. Dengan total besi seberat 27 kilogram dan hanya akan menghasilkan keris sebesar 0,8 kilogram.

Pemberian nama keris tidak bisa sembarangan, harus melihat berapa luk (lekukan) di tubuh keris, bentuk ornamen keris di bagian bawah dan pamor. Pamor adalah lukisan air yang terdapat dalam badan keris. Kenapa ada keris Nagasasra dan Sabuk inten? ternyata karena bentuk kerisnya yang satu memiliki gambar pamor berupa naga, sedang sabuk inten berupa pusaran dengan satu titik di tengah.

BACA JUGA:   10 Cara Membuat Quality Content untuk meningkatkan Authority

Terakhir kami mengunjungi lokasi kerajinan anyaman bambu, ternyata, bisa dibilang hampir 100% kerajinan anyaman bambu di Desa Wisata Malangan adalah untuk keperluan ekspor, tidak ada yang dijual ke pasar dalam negeri. Jikapun tidak memenuhi 100% ekspor, itu karena pada saat ada wisatawan yang berkunjung ke desa wisata Malangan, mereka membeli kerajinan tersebut untuk oleh-oleh. Selebihnya diekspor ke berbagai negara mulai Amerika, Eropa dan Jepang.

Oh ya di desa Wisata ini, pengunjung bisa menginap di rumah warga lho. Ada 22 rumah warga yang menyediakan penginapan, nantinya pengunjung akan berbagi rumah dengan pemilik rumah dan menikmati kehidupan ala desa. Dalam waktu dekat, desa wisata Malangan akan menambah fasilitas outbond untuk menyasar segmen wisatawan sekolah. Semoga bisa segera terlaksana.


keris anyaman (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda