Membangun Smart City dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi


Smart City adalah konsep dimana sebuah kota dapat memenuhi kebutuhan masyarakatnya secara efektif dan efisien menggunakan teknologi informasi. Smart City mampu memberikan layanan informatif yang cepat dan mudah diakses oleh masyarakat. Di Indonesia, konsep Smart City Indonesia masih dipecah menjadi domain-domain terpisah. Misalnya dalam bentuk e-Government, e-Education, e-Health dan lain-lain. Sementara di negara maju, umumnya telah terjadi konvergensi data-data yang berasal dari lintas bidang tersebut guna memudahkan sebuah aplikasi mengenali user, apa kebutuhannya dan apa yang tidak diperbolehkan untuknya. Untuk lebih memudahkan membayangkan bagaimana sih Smart City itu, saya coba ilustrasikan terlebih dahulu.

Suatu hari Jefri bermaksud hendak membeli sepeda motor dengan menggunakan kartu kredit, saat hendak membayar di dealer. Pihak dealer mengecek kartu kreditnya dan meminta maaf tidak bisa meluluskan permintaan Jefri, karena berdasar data dari pihak bank, Jefri memiliki tunggakan pembayaran kartu kredit sehingga tidak diperkenankan menambah kredit. Jefri pun marah, dia mengurungkan niatnya membeli motor dan mampir ke restoran seafood terdekat. Saat memesan sate kambing, pelayan disana mengatakan mereka tidak berani menjual sate kambing pada Jefri, karena data yang di dapat pelayan menunjukkan tensi darah Jefri dua hari terakhir cukup tinggi. Jefri pun pulang ke rumah dan memilih tidur seharian di rumah. Tiba-tiba alarm ponsel Jefri berbunyi keras, karena menurut aplikasi di ponselnya, hari itu Jefri harus berjalan minimal 10000 langkah. Jefri mau tidak mau bangun dan berolahraga di treadmill. Tidak berapa lama, bell di depan rumahnya berbunyi, seseorang mengantarkan pizza, Jefri bingung karena dia tidak merasa memesan pizza. Pengantar pizza bilang pizzanya sudah dibayar. Setelah membuka kotak pizza terdapat sebuah kartu berisi ucapan selamat ulang tahun dari perusahaan asuransi yang diikutinya.

BACA JUGA:   Menghadirkan empati dan inspirasi dengan menulis


konsep smart city adalah

Di atas tersebut adalah bagaimana Smart City dapat mengenali Jefri sebagai individu yang memiliki atribut finansial, dan kesehatan. Atribut-atribut tersebut dapat dikenali berbagai industri dengan bantuan teknologi informasi, informasi mengenai atribut Jefri yang terkait akan disampaikan ke industri yang cocok, misal dealer bisa melihat track record finansial Jefri dan restoran bisa mengetahui riwayat sakit yang diderita Jefri. Aplikasi yang bersangkutan akan memberikan saran / warning jika user tidak memenuhi indikator yang dibutuhkan oleh industri. Di pihak lain, perusahaan bisa memberikan gift/reward kepada usernya yang sedang berulang tahun.

Konsep Smart City yang didasarkan pada pemanfaatan teknologi informasi ini dapat diimplementasikan di banyak bidang yang  akan sangat membantu masyarakatnya untuk dapat hidup lebih baik. Suatu saat ponsel kita mungkin dapat digunakan sebagai healthy device, tidak hanya mengukur denyut jantung lewat smartwatch tetapi bisa sebagai cough detection, fever detection dan sebagainya. Saat ponsel mendengar suara batuk yang cukup parah, secara otomatis ponsel akan memunculkan lokasi apotek/dokter terdekat di layar.

Di bidang pendidikan misalnya, dengan menggunakan satu user ID berupa nomor induk siswa nasional, seorang siswa dapat diketahui riwayat pendidikan, prestasi akademik, prestasi non akademik, dan kondisi ekonomi keluarganya. Sehingga pada saat siswa mendaftar masuk di perguruan tinggi, tidak perlu lagi mengumpulkan berkas semacam kartu keluarga miskin untuk mendapatkan beasiswa.

Sementara di bidang transportasi, penggunaan e-toll card, ataupun busway card dapat mengefisienkan lama pelayanan antrian di gerbang toll dan di loket busway. Dengan menggunakan mekanisme cashless semacam ini, petugas tidak perlu repot mencari uang kembalian. Karena secara otomatis sistem akan mengurangi pulsa yang ada dalam kartu. Tidak butuh uang kembalian, tidak ada uang tercecer, karena semuanya sudah terintegrasi dalam sistem informasi. Pelaporan transaksi untuk kepentingan di level manajerial maupun sebagai bahan evaluasi di top management pun bisa lebih cepat.

BACA JUGA:   Mengatasi Limited Wireless Connection

Bukan rahasia lagi ketika seorang petani tidak ikut menikmati harga cabe yang ditanamnya, sementara masyarakat umum menjerit karena harga bahan pokok melambung tinggi. Smart City dapat menjadi solusi di bidang agriculture, dengan menggunakan aplikasi petani dan masyarakat bisa memperoleh informasi berapa supply dan demand, berapa harga di tingkat petani hingga ke pasar, sekaligus bisa mengidentifikasi jalur distribusi mana yang nakal dan suka memarkup harga.

Blog competition smart city gamatechno

Dengan bantuan teknologi informasi, petani bisa memperoleh informasi prakiraan cuaca mengenai curah hujan, kelembaban, arah angin yang dapat digunakan untuk menentukan tanaman apa yang punya potensi bagus. Mereka juga bisa mengirimkan foto sampel kerusakan tanaman akibat hama kepada dinas pertanian agar memperoleh informasi lebih lanjut mengenai hama dan cara menanganinya.

Pengembangan Smart City di berbagai bidang ini semoga suatu saat dapat saling bersinergi, sehingga bisa mengenal seorang individu melalui berbagai atribut yang melekat pada dirinya, seperti halnya pada kisah Jefri di atas. Dengan demikian sebuah kota dapat mengenali dengan baik setiap masyarakatnya dan apa yang mereka butuhkan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.

Tulisan disertakan dalam lomba blog Smart City Indonesia oleh Gamatechno


DMCA.com Protection Status

Membangun Smart City dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

4 thoughts on “Membangun Smart City dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi

    anotherorion

    (Februari 21, 2017 - 2:21 pm)

    nah ini masalah klasiknya pril, karena dengan sharing data antar entitas bisnis nanti pasti berimbas ke privasi usernya. Mengenai teknisnya data apa yang bisa diakses dan tidak bisa diakses sebuah industri itu butuh kepastian hukum dan aturan mainnya. Kayak misal sekarang ada e-KTP tapi toh e-KTP itu baru sebatas sebagai “tanda pengenal penduduk” belum bisa diintegrasi ke layanan pendidikan, kesehatan, asuransi atau lainnya. Tapi mungkin aja sih ntar ada solusi seperti mekanisme payment gateway antara bank dan ecommerce

    anotherorion

    (Februari 21, 2017 - 2:17 pm)

    iya kayak semacam asisten masalah kesehatan n keuangan hehe

    April Hamsa

    (Februari 20, 2017 - 7:11 pm)

    Seperti kata Mbk Diba bagus buat yg susah mengendalikan diri dlm berhutang dll, tapi bagi warga yang patuh kasian gk punya privasi hehe #imho

    Ardiba

    (Februari 17, 2017 - 6:33 am)

    Wah bagus buat mereka yang kurang bisa mengendalikan diri. Jadi bisa mencegah sebelum sakit dan bangkrut.

Berikan tanggapan anda