Mengenal Sanebox, Email Filter dan Spam Remover


Email yang kita gunakan sehari-hari di dunia maya, merupakan identitas utama dari akun kita di internet. Daftar facebook, twitter, instagram, blogspot, path, pinterest, tumblr dan berbagai layanan internet selalu mengharuskan kita untuk memiliki akun email. Payahnya, terkadang penyedia layanan yang kita gunakan itu menggunakan data email kita untuk dijual kepada brand atau agensi agar bisa dikirimi berbagai email penawaran. Tidaklah heran jika berbagai penyedia layanan email seperti Google, Yahoo dan Hotmail menerapkan mekanisme email filter dan spam remover untuk menjaga kebersihan akun para penggunanya. Akan tetapi cukupkah itu untuk memuaskan kita?Aku rasa jawabannya tidak

Oke Gmail dan YahooMail memang cukup mumpuni dalam urusan spam remover, berbagai pesan yang terindikasi merupakan pesan berbayar dan spamming akan segera dimasukkan ke dalam folder spam. Tidak perlu memberikan notifikasi berkali-kali ke ponsel kita. Lalu bagaimana dengan email filter nya?

Nah disinilah letak permasalahannya.

Seringkali, email sampah yang kita dapatkan berasal dari penyedia layanan terpercaya, misalnya, notifikasi facebook yang terintegrasi dengan alamat email kita. Bukan kesalahan penyedia layanan sih, terkadang kita yang lupa mengatur agar notifikasi social media cukup lah lewat fitur notif masing-masing socmed tersebut, tanpa repot2 mengirimkan ke akun gmail kita.

Berita buruk berikutnya berasal dari kelakuan kita lain yang tidak secara sadar mencentang opsi send newsletter atau subscribe pada saat berkunjung atau mendaftar dalam sebuah layanan website tertentu. Akibatnya, email kita banjir dengan kiriman pesan sampah. Err ya okelah satu dua pesan mungkin berguna, sisanya dan pesan-pesan berikutnya lebih bisa dikategorikan sebagai gangguan dibanding sebagai informasi.

Sanebox, solusi email filter dan spam remover

Sanebox sebuah layanan email filter memberikan opsi untuk memudahkan pemilik email dalam mengatur pesan-pesan yang benar-benar berharga untuk mereka dan mana yang merupakan pesan sampah tetapi lolos dari spam filter karena berasal dari website yang kita subscribe.

BACA JUGA:   Merubah Mindset Belanja Masyarakat

Sanebox mampu membaca behavior kita saat menerima pesan, apakah langsung dibaca, tandai bintang, selalu kita balas, atau hanya kita cek ada email masuk tapi tak pernah dibaca? cukup dengan mengklik tombol tandai sudah dibaca? Sehingga sanebox mampu memberikan solusi yang lebih jitu dalam melakukan filtering email.

Kebiasaan kita dalam memperlakukan email yang masuk memberikan sebuah kesimpulan bahwa apakah email dari si A ini benar-benar penting untuk kita, atau kita terpaksa harus selalu menerimanya meski tidak lagi berguna?

Apa saja fitur milik Sanebox?

Ada tiga filter utama milik Sanebox yang dapat membantu organisasi email dengan lebih baik, hmmm actually sangat baik menurutku. Ketiganya adalah SaneArchive, SaneLater dan SaneNoReplies, ketiga fitur ini akan muncul saat kita mengintegrasikan Sanebox dengan email native kita.

SaneArchive akan mengarsipkan email-email lama kita terpisah dari folder Inbox, tujuannya agar membuat kotak inbox lebih lega, pesan-pesan yang berusia lanjut mulai umur 6 bulan ke atas akan dikirimkan ke SaneArchive.

SaneLater adalah email filter yang menerima email masuk, kemudian memutuskan apakah email tersebut cukup berguna untuk disampaikan pada kita atau tidak? Jika itu penting maka akan dikirimkan ke kotak inbox, sementara jika tidak penting, terindikasi mengganggu atau tidak pernah disentuh maka akan dimasukkan ke folder SaneLater. Bayangin dalam sehari ada 250 email masuk ke inbox, dengan menggunakan Sanebox, paling hanya 20an yang bakal membuat ponsel kita berdering saat menerimanya.

SaneNoReplies nah ini berisi email-email yang kita kirimkan ke orang lain dan tetap dikacangin selama lebih dari empat minggu. Apakah penting? keliatannya enggak, tapi untuk orang-orang bisnis ini penting banget, karena bisa memberikan informasi bahwa email yang kita kirimkan tidak mendapatkan respon sama sekali dari penerimanya. Klo sudah ngeliat ada email yang masuk ke folder ini, kita bisa tahu klo penerima email bukanlah orang yang tepat untuk berkorespondensi via email.

BACA JUGA:   Bagaimana menjadi blogger yang kekinian

Itu fitur defaultnya yang utama, nah klo ngomongin fitur lainnya, sok cek berikut ini


fitur email filter untuk manajemen file

Bagaimana cara menggunakan email management dengan Sanebox?

Gampang banget, cukup masuk ke website Sanebox lalu pilih mau use my Google Account, use my Yahoo Account atau melakukan sign up disana jika penyedia email kita bukan berasal dari Google / Yahoo. Setelah melakukan sign up, secara otomatis Sanebox akan segera menganalisis isi email kita dan menempatkan email-email kita pada tempat yang semestinya. Setelah sign up, secara otomatis pula SaneLater langsung aktif mengawal pesan masuk ke dalam email kita.

Ok that was a good news, I feel amazed with that tools, so what’s the bad ones?

Berita buruknya cuma satu, aplikasi ini berbayar, alias tidak gratis.

Opsi trial hanya bisa dipakai selama 14 hari, dan yah sayang banget lho, padahal aku ngerasa enjoy banget make Sanebox karena bikin email aman dari para pengganggu. Worthy banget untuk mereka yang bergerak di bidang profesional dimana email harus benar-benar aman dan nyaman untuk berbisnis. Tapi apa daya, aku kan cuma blogger gretongan?




DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di komputek dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *