Mengenalkan Sikap Disiplin Pada Anak Balita dengan Kotak mainan


Memiliki anak berusia balita memang gampang-gampang susah, gampang karena permintaan atau rengekannya masih berkisar pada hal-hal yang bernilai kecil, susah karena kalo sudah mulai rewel bisa panjang cara menanganinya.

Sekarang menginjak usia Fahri yang sudah 2 tahun 4 bulan, dia sudah memiliki hobi sendiri, baik untuk urusan makan maupun main, termasuk juga memilih siapa yang harus melayani kemauannya. Misal untuk urusan tidur, gak bisa tidak, harus tidur dengan istriku tersayang, ya iyalah sejak lahir sampe sekarang, dia mah paling gak bisa tidur klo gak dikelonin ibunya, sekalinya pernah tidur malam sendiri itu karena ibunya harus bersalin melahirkan dedenya di rumah bu bidan.

Meskipun demikian, milestone Fahri sampai hari ini bisa dibilang bagus, cuma ya namanya anak-anak, belum bisa konsisten dulu usia setahun lebih udah bisa diajak sholat anteng sekarang klo ada simbahnya lewat langsung ngacir. Soal beberes rumah bisa dibilang dia jagoan, klo habis nyuilin sterefoam penyangga akuarium dan butir-butir sterefoamnya berserakan dia langsung lari ambil sapu dan serok, gak mau dibantuin pula, jadi meski pegang sapunya masih susah toh akhirnya lantainya bersih lagi. Salut, ayahe wae mbuh mbuhan.

BACA JUGA:   Fortuna

Untuk urusan mainan, selain lego, dan ultraman yang sebenernya mainan ayahnya  dia juga mulai suka dengan mobil-mobilan. Tadinya hanya mainan truk pengangkut pasir yang bisa ditarik dan dimainkan diluar, sekarang sudah merambah dengan jenis mainan orang terlanjur tua, semacam hotwheels dan matchbox.

kotak mainan murah

Aku yang sebenernya gak hobi dengan mainan mobil-mobilan malah jadi ketagihan buat memperlengkap koleksi mainan mobilnya fahri. Alhasil aku sering berkunjung ke toko-toko mainan penyedia hotwheels di utara kampusku FT UNY buat membeli beberapa koleksi mainan hotwheels dan matchbox.

Tapi demi menjaga ritme Fahri agar gak terlalu menggampangkan urusan beli mainan yang emang agak mahal ini . Aku seringkali memberikannya satu persatu, kadang sebagai bentuk apresiasi kalo dia melakukan sesuatu yang baik, atau sekedar buat tombo rewel.

Nah mengingat mainan dia punya beberapa jenis, maka untuk membuatnya disiplin dalam menggunakan mainan, aku menggunakan kotak mainan yang berbeda untuk menyimpan mainannya. Lagian klo mobil-mobilannya ilang, yang sebenernya mumet buat nyari kemana itu mainan hilang pasti cuma ayahnya, dia mah cuma ketawa tiwi, klo inget ya bilang disitu, klo lagi males mah tinggal bilang, Fahri enggak tau e ayah, Duh nak! Untuk mobil-mobilan aku make kotak yang biasa dipake buat menjual makanan ringan di warung tetangga. Sementara untuk mainan lego, karena jumlahnya banyak aku bagi jadi beberapa tempat penyimpanan, di plastik untuk yang jarang dipake, dan di dus box untuk lego yang sering dipakenya buat bikin mobil-mobilan atau tempat parkir mobil.

BACA JUGA:   Semut kecil

Sekarang setelah selesai bermain, dia bakal merapihkan sendiri mainannya sesuai dengan kotak yang disediakan, lucunya kadang dia juga sudah paham, kalo mau pindah tempat bermain, lebih gampang bawa kotaknya daripada bawa mainannya satu persatu.



DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

2 tanggapan pada “Mengenalkan Sikap Disiplin Pada Anak Balita dengan Kotak mainan

  • Emak Pelancong

    (Desember 21, 2015 - 2:08 pm)

    Setuju, kalau dibiasakan dari keci, nanti gedenya mandiri. Gak udah disuruh2 dah bisa ngerapiin mainan sendiri. ira

Berikan tanggapan anda