Menikmati Angin


Ada beberapa hal di dunia ini yang hanya akan dapat kita nikmati jika kita membiarkannya begitu saja, angin yang berhembus sepoi-sepoi, air yang mengalir di sungai, kita tidak bisa menangkap angin, dan tidak juga bisa menangkap air dengan tangan kita. Tapi kita sepakat, dengan kecerdasan manusia, kita bisa mengendalikan mereka untuk hal-hal yang sangat berguna untuk kehidupan kita. Tapi ini bukanlah tentang penggunaan tools untuk memberdayakan kedua unsur alam itu, ini adalah tentang bagaimana kita bisa bersikap bijak, tidak perlu menahan sesuatu yang memang tidak kita perlukan. Let it flow.

Artikel lain : Mendefinisikan Sukses

Selalu ada saja manusia yang seolah enggan membiarkan air mengalir dan angin berhembus, berharap dengan menahan angin dalam genggamannya maka angin itu akan terus berhembus membelai wajahnya. Terlihat aneh bukan? tapi ya hal itu kerap terjadi, pada orang-orang disekitar kita atau bahkan diri kita sendiri.

Mungkin kita tidak bisa berempati pada angin, atau memahami keinginannya, tapi kita dibekali kemampuan untuk memahami karakternya agar bisa menggunakannya dengan bijak. Bukan sebaliknya, berusaha menguasai dan menaikinya sehingga justru membuat angin tersebut berpaling, mati, dan berhenti berhembus.

Baca juga: Hidup Sederhana




Hai, apa untungnya menikmati angin yang sedemikian kecil, lihatlah anginku berhembus cukup kencang dan menyegarkan, tidak kah kau lihat rambutku yang tergerai bermain-main dengan riang??. Ah ini hanya soal kebutuhan saja kok, seekor katak tidak akan terlelap dengan perut kenyang jika anginnya berhembus cukup kencang, dan tidak semua orang punya kekebalan menghadapi arus angin yang cukup kencang di punggung mereka tapi bisa beradaptasi jika putaran kipasnya disetel di angka satu.

BACA JUGA:   Mengenal monkey business

Terkadang kita tidak tahu angin apa yang akan menyapa kita hari ini, angin sepoi-sepoi kah? atau angin ribut yang akan menerbangkan sebongkah kayu ke muka kita? Kita tidak bisa meminta angin sepoi-sepoi berhembus terus menerus kepada kita, tidak juga kita punya kuasa untuk menahannya agar hanya berada di sekitar kita. Jadi, nikmati sajalah angin yang datang padamu, dan yakinkan kakimu berpijak cukup kuat di atas tanah agar tidak diterbangkan angin, menjauh dari mimpimu.


angin mengalir (1), menikmati angin yg berhembus sepoi sepoi (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

6 thoughts on “Menikmati Angin

    Vety Fakhrudin

    (September 3, 2016 - 2:51 am)

    angin sepoi2 itu memang nikmat selalu bikin ngantuk

    itsmearni

    (September 2, 2016 - 10:27 pm)

    Iki beneran bahas angin to
    Ada angin apa aja mas? :p

      anotherorion

      (September 4, 2016 - 9:16 am)

      angin duduk, angin mamiri sama anginanginan mbak

    Primastuti satrianto

    (September 2, 2016 - 7:43 pm)

    Dan angin membawa kita ke tempat semestinya dia berhenti berhembus.

    Ardiba

    (September 1, 2016 - 11:41 am)

    Kok ra ono gambar e bos?*komen ra penting

      anotherorion

      (September 1, 2016 - 12:30 pm)

      nganu ono kok mbak, cuma nek neng versi desktop hehe

Berikan tanggapan anda