Meningkatkan kecerdasan anak dengan Puzzle


Puzzle adalah sebuah bentuk mainan yang dapat merancang aktifitas otak sekaligus motorik. Dalam permainan puzzle bukan hanya kecerdasan yang dibutuhkan melainkan juga kemampuan motorik untuk menyelesaikan puzzle tersebut.

Apa sebenarnya puzzle itu? Dilihat dari ilmu Etimologi (asal-usul kata), puzzle awalnya adalah sebuah kata kerja. Kata puzzle berasal dari bahasa Perancis Kuno “Aposer”. Kata tersebut dalam bahasa Inggris kuno menjadi “Pose” lalu berubah menjadi “Pusle” yang merupakan kata kerja dengan arti membingungkan (bewilder) atau membaurkan, mengacaukan (confound). Sedangkan kata puzzle sebagai kata benda merupakan turunan dari kata kerja tersebut. (Sumber: http://sinarduniacreative.blogspot.com/)

Ada cukup banyak jenis puzzle di dunia ini, dan hampir semua dari kita pernah memainkan beberapa dari berbagai jenis puzzle tersebut. Jenis puzzle tersebut antara lain

  • Jigsaw Puzzle
  • Mechanical Puzzle
  • Construction Puzzle

Jigsaw Puzzle pertama kali diperkenalkan oleh John Spilsburry pada tahun 1760 di Inggris untuk memotong peta menjadi bagian kecil2 yang tidak beraturan, untuk melihat peta secara keseluruhan, potongan tersebut harus disusun secara berurutan. Puzzle ini adalah puzzle paling populer dan paling dikenal luas masyarakat.

BACA JUGA:   Menjadi Kolektor Action Figure
Jig-saw-puzzle
Jig-saw-puzzle

Contoh dari mechanic puzzle adalah rubik, dimana disini pergerakan si puzzle otomatis akan merubah pola semua lapisan yang ada di rubik tersebut. Hanya dengan langkah2 penyelesaian tertentu, maka puzzle ini dapat diselesaikan. Contoh lainnya adalah 15 Puzzle karya Sam Loyd, dimana ada 15 papan dalam 16 kolom yang harus diotak atik agar bisa menampilkan gambar/urutan angka dengan selalu menyisakan satu kolom terakhir sebagai ruang gerak.

puzzle tower of hanoi
tower of hanoi puzzle

Tower of Hanoi dan Lego merupakan jenis Construction Puzzle, puzzle disusun agar membentuk sebuah bangunan, atau benda tertentu. Tower of Hanoi / puzzle berundak biasa dimainkan oleh anak2 usia pra sekolah dan balita untuk memahamkan mereka tentang konsep rasio, keseimbangan dan urutan.

construction puzzle
construction puzzle

Pada permainan puzzle anak akan ditantang agar bisa menyelesaikan tantangan dengan cara yang menyenangkan, karena disajikan secara fun, anak secara tidak sadar akan berlatih menyelesaikan persoalan.

15 puzzle
15 puzzle

Puzzle semacam rubik, memerlukan keahlian logika yang lebih tinggi, biasanya dimainkan oleh anak usia sekolah sampai orang dewasa, mulai dari ukuran 3×3 sampai dengan bentuk yang lebih rumit seperti rubik segitiga.

BACA JUGA:   Otaku; Ultraman Ginga 2015

Untuk membuat puzzle di era informasi semacam ini, sebenarnya ada lho software untuk menciptakan jigsaw puzzle dari foto si anak untuk kemudian di buatkan motif puzzle seperti Free Jigsaw Puzzle Maker. Hasilnya discreenshot lalu diprint pada sticker paper, kemudian ditempelkan di kardus bekas susu formula.



DMCA.com Protection Status

puzzle tentang kata kerja (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

6 tanggapan pada “Meningkatkan kecerdasan anak dengan Puzzle

  • Dee An

    (April 15, 2015 - 12:38 pm)

    Aku suka banget main puzzle…. dan ternyata nurun ke anak-anak… 🙂

    • anotherorion

      (April 15, 2015 - 12:42 pm)

      aku juga mbak, anakku kubeliin tp bhubung belum umurnya kepingnya byk yg diilangin deh, klo dah gede mau beli yg puzzle bikin gedung2 itu ah 😀

  • Emak Pelancong

    (April 13, 2015 - 10:43 pm)

    Setujuuuu, main puzzle bisa buat senam otak. hehe. Di sini di Tk selalu tersedia puzzle bagi anak-anak. Sekarang yang lagi in puzzle 3D.

    • anotherorion

      (April 13, 2015 - 11:47 pm)

      puzzle yang seperti lego kah mbak ira? duh haha klo ada kata emak gitu terus suka kebalik antara mbak ira sama mbak zulfa 😀 aku memang pelupa 😀

  • Katerina

    (April 13, 2015 - 8:04 am)

    Yak setuju, puzzle melatih anak dalam menyelesaikan masalah. Aku sering mengamati hal tersebut dan paling suka saat melihat Humayra bisa mengatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya.

    Di rumah paling banyak puzzle gambar Dora the explorer 😀
    Ga cukup punya 1, maunya punya banyak. Katanya kalau sudah dikerjakan, dia ga mau lagi. Mau yang baru. makanya jadi banyak. Dari yang paling ringan (9 puzzle), sampe yang paling berat (150 puzzle)

    • anotherorion

      (April 13, 2015 - 3:56 pm)

      Q udh pinter ngotak atik puzzle y mbak

Berikan tanggapan anda