Merayakan sebuah proses


Manusia memiliki kemampuan berbeda2 dalam berbagai bidang, setiap perbedaan tersebut menjadikan setiap manusia adalah sosok yang unik dan berbeda satu dengan lainnya. Baik itu dari kemampuan penalaran logis, skill, emosi, prediksi dan lain sebagainya.

Manusia adalah sosok yang selalu belajar, tentu saja belajar tidak harus selalu dengan stigmatisasi menggunakan seperangkat alat pembelajaran, memakai seragam dan duduk manis di ruang kelas. Belajar adalah petualangan seumur hidup, yup saya menyebut belajar itu adalah sebuah petualangan.

Sama seperti ketika seorang petualang melakukan eksplorasi pada tanah yang jarang terjamah, ada kepuasan tersendiri ketika ia menaklukan tanah tersebut, ketika kita belajar otak kita diajak berpetualang menuju alam pengetahuan yang belum pernah kita jumpai sebelumnya. Kita akan menemukan padang rumput, sungai dan perbukitan hijau pengetahuan, kita akan belajar membedakan mana musang berkepala domba dan ayam berkepala serigala.

Belajar itu mudah bukan? TENTU TIDAK! belajar itu sulit, sulit karena kita harus ikhlas menyediakan tubuh dan pikiran untuk menerimanya.  Sulit karena kita harus mengalahkan ego kita untuk mendahulukannya. Yah sampai disini kita sama2 setuju belajar adalah sesuatu yang sulit.

BACA JUGA:   Jogja Semrawut versi Dek Khusnul

Dalam hukum kesetimbangan, sesuatu yang sulit didapatkan adalah sesuatu yang bernilai tinggi, sebaliknya sesuatu yang mudah didapatkan biasanya bernilai rendah. Orang akan menghargai apa yang ia capai dengan susah payah. Sehingga bukan hal memalukan untuk merayakan keberhasilan belajar kita meski itu adalah peningkatan yang sangat kecil selama itu adalah bagian dari progress yang ingin kita capai. Ingatlah kisah kesuksesan kita dibangun dari kesuksesan kecil yang kita kumpulkan setiap hari.

Masing2 kita memiliki tujuan peningkatan diri sendiri, atau apa yang disebut visi, anggaplah visi adalah sebuah titik akhir permainan game console, dimana untuk mencapainya kita perlu menyelesaikan misi misi yang akan membawa kita selangkah lebih dekat. Setiap misi memiliki reward tersendiri, yang akan memperkuat kemampuan kita menghadapi tantangan lebih besar. Jadi jangan segan2 untuk memberikan reward atas peningkatan level kita, sekecil apapun peningkatan itu. Tidak perlu dalam bentuk hadiah yang mahal, cukup dengan memuji diri sendiri atas ketelatenan anda, membuat secangkir kopi dan mendengarkan musik yang anda sukai.

BACA JUGA:   Menimbang rasa kemanusiaan

Kembali pada hukum kesetimbangan tadi, reward tersebut sebenarnya adalah cara kita menyemangati diri kita setelah berpusing ria menaklukan materi yang kita hadapi. Bahwa tubuh kita membutuhkan relaksasi, melakukan defragmenting pada memory otak agar siap memberikan pelayanan maksimal pada kebutuhan kita menjadi orang yang lebih baik dari hari kemarin.

gambar dari sini


DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda