Noda Membandel


Cara menghapus noda yang membandel sih gampang, pake aja rinso, tapi klo menghapus guru/siswa yang membandel ya gak cukup dikumur2 pake rinso.

Sering dapet keluhan semacam ini baik dari rekan guru maupun dari siswa, intinya ada satu dua orang yang menjadi sumber pengeluhan yang membuat mereka gagal merasa enjoy dalam menjalankan aktifitasnya.

Nah diposting ini aku bakal lebih merujuk pada faktor kebencian siswa pada gurunya, bukan sebaliknya. Takut buka kartu? hahaha anggap saja begitu klo situ mau 😀

Terkadang siswa punya alasan tepat untuk bermalas2an dalam mengikuti pelajaran, tidur kemaleman, kesiangan, ban e bocor, motore dibawa bapaknya kerja, gak dikasih uang jajan, bajunya belum dicuci, sepatunya basah, sampe gurunya menyebalkan. Ada yang suka beralasan seperti itu? banyak!

Kenapa disebut alasan tepat? ya karena tepat, pas dibutuhkan buat ngeles selalu ada 😀

Nah klo faktor terakhir yang bikin anak susah belajar, come on guys, percuma banget deh klo hal kek gitu dijadikan pembenaran untuk kita menghambat proses perkembangan diri kita sendiri. Mendeportasi guru ke sekolah lain adalah hal yang sangat tidak masuk akal jika ingin sekedar membuat kita lebih betah berada di sekolah. Guru baru akan dimutasi klo melanggar kode etik yang sangat berat, misalnya melakukan tindakan melawan hukum di luar ranah akademis. Jadi klo cuma gara2 njewer murid terus mau diperkarakan di kepolisian. You are suck boys, cuma murid & wali murid cemen bin pengecut yang memperlakukan gurunya seperti itu.

BACA JUGA:   Pride

Yang terpenting bukanlah untuk menghilangkan eksistensi guru tersebut disekolah, tapi bagaimana membuat kita merasa envy & cozy dengan ada atau tidaknya beliau di sekolah itu. Soal suka tidak suka, benci tidak benci, itu rumusnya ada di pikiran kita sendiri, jadi tuang yang menjadi pemegang kuncinya adalah kita sendiri. Jika kita tidak ingin mempermasalahkannya that’s great, tetapi jika kita terus menerus memeliharanya dalam pikiran kita, you’re absolutely stupid.

Jika hanya karena satu, dua orang yang kita benci membuat kita membiarkan kesuksesan kita di satu jenjang pendidikan terhambat, maka kelak di dunia kerja, kita tidak akan bisa bertahan menghadapi satu, dua bos, dan lima sampai enam rekan kerja yang super brengsek.

So saranku guys, untuk membuat ilmu itu bisa masuk dan bersemayam di otakmu, syaratnya adalah sukai dulu gurunya, maka kamu akan suka pelajarannya, jika kamu gak suka guru itu, pelajari ilmu yang bersangkutan dari guru lain. Gak ada guru lain di sekolah? silahkan cari ilmunya di google, di forum, grup, atau komunikasi sama guru sebidang yang kamu temuin di FB, Twitter, dll.

BACA JUGA:   Menimbang rasa kemanusiaan

Life is too short to worry


DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda