Nyontek Yuh


Sebenernya semua manusia pasti melewati namanya ujian entah dalam bentuk formal semacam UAS, UAN sampe Ujian golek gawean. Atau ujian misalnya dikasih muka pas – pasan (ah hanya perasaanku buktine yo pas dadi guru, pas dadi asdos, pas dadi bojo dan pas band).

Pada prinsipnya ujian itu diperlukan untuk menaikkan derajat kita, naik kelas, naik jabatan, naik sepeda sampe naik genteng. Tetapi terkadang tidak semua ujian itu punya kemampuan yang tinggi untuk menyeleksi siapa yang mampu dan tidak mampu. Tentu yang dimaksud disini bukan ujian oleh Departemen KeIlahian dari atas sono, tapi ujian yang dibuat manusia, untuk mendapatkan data sejauh mana peningkatan kemampuan seseorang terkait disiplin ilmu masing2.

Hari ini hari terakhir UAS di sekolah, dan seperti biasa siswa selalu terbiasa dengan acara contek menyontek, entah lempar2an kertas, nulis jawaban di kertas soal trus digilir, smsan lah dsb. Di satu sisi, siswa mungkin emang berusaha serapi mungkin dalam mencontek biar gak ketahuan guru, tapi jujur wae sebagai guru yang pernah berkelakuan sama di umur yang sama, semua metode pencontekan ilmiah yang diterapkan siswa sekarang juga gak lain adalah warisan dari gw gw juga waktu jaman baheula, jadi biarpun kelihatannya gurune meneng ning yo ngerti kok, pokmen nek ada yang nyontek tuh di jidatnya kek ada tulisan segede papan tulis ” AKU NYONTEK GAK KONANGAN CUIY”

Klo satu anak usrek dewe, dicedaki anteng, sik liyane mesthi sik ganti usrek apalagi nek dah mepet waktunya, mentang2 gak ada injury time langsung blingsatan ora nggenah, mikir nek ditegasi, ngamuk, jenenge cah STM pol mentok yo ngajak gelut, nek dinengke yo ora apik.

Untungnya di sekolahku produktif gak diUASkan, dan aku sendiri keknya percuma klo bikin soal banyak2 buat diujikan, soal yang baik seharusnya memiliki daya beda untuk setiap murid. Tapi nek namanya contek2an dah jadi adat istiadat di semua jenjang akademis yo percuma wae gawe soal mumet2 wong endinge lhe nggarap yo tetep berjamaah.

Aku lebih seneng menilai proses, bukan dari 1 – 2 jam di ujung semester, klo make metode UAS, UAN begitu yakin deh banyak siswa yang curang yang dapet nilai bagus, tapi klo proses anak bisa menunjukkan sikap dan minat selama proses pembelajaran. Hasil selalu bisa ditiru, karya selalu bisa dijiplak tapi proses bisa menunjukkan mana yang benar2 berproses mana yang instan.

Denger2, penentuan kelulusan tahun ini mulai dibagi, 60% UAN : 40% sekolah, semoga ini bisa menjadi terobosan bagus, mengingat sekolah adalah lembaga pendidikan, bukan lembaga pengajaran, pendidikan selain membentuk disiplin ilmu juga sikap. Klo selalu dengan cara UAN, yakin siswa pun akan lebih terorientasi nilai bukan pada proses dan sikap





DMCA.com Protection Status

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di me my self and I. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *