Omah Petroek, obyek wisata kaliurang yang tersembunyi


Selepas mengikuti acara yang diadakan oleh Disbudpar Sleman di Museum Gunung Merapi. Pak Wasita mengajak kami singgah sejenak di Omah Petroek KarangKlethak, yang terletak tidak jauh dari Museum Merapi. Lokasinya hanya berjarak sekitar satu kilo, keluar dari jalan masuk MGM, kami turun ke bawah dan belok kanan di pertigaan yang ada ornamen wayang di sana.

Kami menyusuri jalan kecil untuk menuju Omah Petroek. Dan sesampai disana, kami disambut oleh sesuatu yang tidak terlalu asing bagi kami. Sebuah patung kaki yang pernah dipajang di lokasi nol kilometer Jogja sekitar 2 tahun lalu. Bedanya, kali ini patungnya tidak lagi berwarna putih dan sudah ditambahi aksesoris lainnya. Tapi yang bikin aku berkernyit adalah papan nama bergambar Petruk dengan tulisan besar “Kita Berteman Sudah Lama”

Begitu memarkirkan kendaraan kami di lokasi yang disediakan, tanpa dikomando kami langsung berhamburan menuju Omah Petroek yang banyak memiliki koleksi patung seni bercitarasa tinggi. Tanpa permisi kami langsung jeprat jepret sana sini sambil matanya terus menatap nanar obyek-obyek yang berada lebih dalam di situs Omah Petroek.

Singkat cerita, rombongan kami diterima oleh Mas Antok selaku pengelola Omah Petroek. Mas Antok yang santun dan ramah ini mempersilahkan kami terus mengabadikan setiap sudut Omah Petroek sesuka hatinya.

Beberapa teman yang penasaran dengan situs ini langsung mengelilingi mas Antok dan mulai melakukan investigasi, sebenernya tempat ini tempat apaan mas Antok?


Oke biar lebih jelasnya, aku coba simpulkan nggeh dari apa yang disampaikan mas Antok kepada kami waktu itu. Omah Petroek adalah sebuah lokasi yang berkonsep ekologi, lokasinya berada tepat di jurang bibir Kali Boyong, tempat ini pada dasarnya adalah kebon tua. Proses pembangunannya sendiri tetap mempertimbangkan keseimbangan lingkungan, artinya pembangunan unit penginapan semi permanen harus tidak menebang pohon yang tumbuh alami disini. Mas Antok bahkan beberapa kali harus merenovasi bangunan-bangunan yang ada di situs ini karena rusak oleh akar tanaman.

BACA JUGA:   Karma Kandara Resort

Mengapa disebut Omah Petroek?

Dalam mitologi Jawa, Petruk adalah seorang tokoh wayang asli Indonesia, bersama para punakawan lainnya seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Lalu kenapa tidak memilih nama Omah Semar misalnya? secara Semar itu adalah simbol kebijaksanaan, simbol kearifan bagi masyarakat jawa dan sekitarnya.

patung semar dalam telur omah petroek
Semar-Togog dalam satu telur, meski berasal dari rahim sama tapi karakternya berbeda

Menurut mas Antok, kami ingin membuat simbol yang benar-benar dekat dengan rakyat. Kita tahu Semar memang seorang abdi dalem yang dekat dengan rakyat, tapi Semar bukanlah benar-benar seorang abdi. Semar sebenarnya adalah Dewa Ismaya, kakak dari Bathara Guru/Syiwa dalam mitologi Jawa. Oleh karena itu dipilihlah Petruk.

Pemilihan Petruk sendiri, karena ia berasal dari rakyat biasa (dalam beberapa versi menyebutkan Petruk merupakan anak raja jin yang diangkat anak oleh Semar) ia juga memiliki banyak peran dalam dunia pewayangan. Ia bisa menjadi rakyat biasa, maupun menjadi raja. Omah Petroek diharapkan bisa menerima siapa saja dari kalangan apa saja, mulai rakyat jelata hingga para pemangku kepentingan negeri ini.

omah petroek, hunian berkonsep ekologi di kaliurang
foto by: Omah Petroek

Yang menarik di lokasi ini selain banyaknya patung dari para seniman khususnya Jogja dan sekitarnya, disini kita bisa melihat berbagai lokasi ibadah lima agama di Indonesia, ada Pura, Langgar, Kapel dan Vihara. Ada sendang Nganten dengan patung dewi Kwan Im, ada sendang Bagong, semuanya berkonsep alam. Menurut mas Antok, hal ini sebagai representasi Kebhinnekaan yang ada dalam negeri kita, semuanya bisa hidup rukun dalam satu lingkungan yang asri. Untuk agama-agama yang memerlukan ketenangan dalam meditasi, lokasinya ditaruh dibagian atas, tepat di pinggir jurang kali Boyong.

bukan patung kebo nusu gudel lho ya
bukan patung kebo nusu gudel lho ya

Wait sebentar tadi bilang kalo Omah Petroek itu penginapan?

Hmmmmm, agak susah bilangnya Omah Petroek ini sejenis apa, pada prinsipnya, lokasi ini sering digunakan untuk tempat meeting perusahaan, instansi bahkan pejabat dari seantero negeri. Menurut mas Antok, lokasi ini sering digunakan untuk menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan, baik perusahaan, instansi bahkan sekolah. Koleksi patung dan tata ruang disini unik, inspiratif dan nyaman banget suasananya. Cocok banget untuk acara-acara pelatihan. Omah Petroek sendiri tidak menawarkan kemewahan. Mereka menawarkan kesederhanaan, keramahan dan ketenangan, menyatu dengan alam. Dan bener, klo sudah ada disini rasanya betah banget, berasa kayak dikebon sendiri.

Saya tidak menjamin Omah Petroek bersih dari sampah,  lha piye meneh karena ini memang dasarnya kebon. (Mas Antok)

Lokasi ini terbuka untuk siapa saja, dan hanya ditutup jika ada event khusus yang sifatnya privat. Sementara untuk keseharian, tidak perlu kuatir karena lokasi ini juga sering digunakan untuk pentas seni warga dan seniman di wilayah Sleman.

BACA JUGA:   Punahnya budaya kami

Untuk menginap disini, setidaknya harus membawa rombongan berjumlah sepuluh orang, dan setiap orang akan dikenakan biaya akomodasi Rp. 200.000 sudah termasuk 3 kali makan dan 2 kali coffe break ala pedesaan. Ada beberapa wisma disini, setiap wisma digunakan menginap untuk sepuluh orang. Uniknya, meski dikomersialkan, tetapi Omah Petroek hanya dapat digunakan oleh satu penyewa dalam satu waktu. Nah lho aneh kan?

patung berenang omah petroek karangklethak
patung anak mandi di kolam

Jadi gini, klo memang punya rombongan 50 orang, maka bisa sewa 5 wisma sekaligus, tapi tetap semua peserta berasal dari penyelenggara event yang sama. Tujuannya adalah untuk menjamin ketenangan para peserta dalam mengikuti event tidak terganggu oleh aktifitas tamu lain. Anggep saja dengan demikian nginep bareng 10 orang sudah dapat sewa Omah Petroek satu lokasi. Dan ingat, tidak seperti penginapan umumnya di Kaliurang, mas Antok tidak mengijinkan Omah Petroek disewa untuk keperluan “kencan” pasangan yang tidak resmi. Lokasi ini hanya untuk kepentingan pendidikan, meeting, ngobrol santai, merenung, mencari inspirasi dan menenangkan diri, bukan untuk kepentingan lain.

Di lokasi ini ada Pendhapa, wisma, kafe, tempat ibadah dan juga toko souvenir. One stop solution pokoknya, tapi tetep dalam nuansa perkebonan yang asri. Untuk yang ingin menginap kesana atau sekedar nanya2 dulu bisa menghubungi mas Antok di FB nya. Lokasinya sendiri bisa dilihat dibawah ini


DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

8 tanggapan pada “Omah Petroek, obyek wisata kaliurang yang tersembunyi

  • cputriarty

    (November 24, 2016 - 9:30 pm)

    Bulan September kemarin sekeluarga pergi ke Kaliurang tapi kok gak ketemu omah Petruk.yg antik.ini yaa hiks

    • anotherorion

      (November 30, 2016 - 9:16 am)

      tempatnya agak tersembunyi mbak soalnya, bukan di jalan kaliurangnya tapi jalan boyong

  • Witri Prasetyo Aji

    (November 24, 2016 - 4:09 pm)

    Tempatnya kerennn 😊😊😊

  • hastirin

    (November 24, 2016 - 2:38 pm)

    Wuah baru tau saya disekitar situbdulu ada resto hits anak muda boyong kalegan yang udah tutup kali ya

    • anotherorion

      (November 24, 2016 - 3:06 pm)

      boyong kalegan ganti nama doang mbak, jadi boyong resto, depannya yang kangen desa juga ganti nama

  • Arni

    (November 24, 2016 - 2:31 pm)

    Kayaknya asik ya suasananya
    Filosofinya juga kece

    • anotherorion

      (November 24, 2016 - 3:07 pm)

      asyik tenan mbak, kemaren lokasi terakhir disitu yang diresmikan Pura, buat rekan-rekan beragama Hindu. Kapan2 klo mampir kesini bersepuluh bisa nginep mbak

Berikan tanggapan anda