peringatan pengguna FACEBOOK


HATI2 TERHADAP FACEBOOK

BAHAYA MENGUPLOAD FOTO DI FACEBOOK

Percaya atau tidak, saat anda membuat akun (account) di Facebook, maka anda telah berjanji dan menandatangani kontrak (secara digital) untuk setuju dengan apa yang dituliskan di dalam perjanjian dengan Facebook. Siapa dari pembaca yang pernah baca bagian yang panjang dan kadang menyesatakan ini? Ayo angkat tangan 🙂 Kalau tidak angkat tangan silahkan diteruskan.

Ada bagian dari Term of Use ini yang saya ingin bedah untuk anda, karena hal ini menyangkut hak anda terhadap foto-foto MILIK ANDA yang diupload ke Facebook

(Bagian yang ditebalkan dari saya)

When you post User Content to the Site, you authorize and direct us to make such copies thereof as we deem necessary in order to facilitate the posting and storage of the User Content on the Site. By posting User Content to any part of the Site, you automatically grant, and you represent and warrant that you have the right to grant, to the Company an irrevocable, perpetual, non-exclusive, transferable, fully paid, worldwide license (with the right to sublicense) to use, copy, publicly perform, publicly display, reformat, translate, excerpt (in whole or in part) and distribute such User Content for any purpose, commercial, advertising, or otherwise, on or in connection with the Site or the promotion thereof, to prepare derivative works of, or incorporate into other works, such User Content, and to grant and authorize sublicenses of the foregoing. You may remove your User Content from the Site at any time. If you choose to remove your User Content, the license granted above will automatically expire, however you acknowledge that the Company may retain archived copies of your User Content. Facebook does not assert any ownership over your User Content; rather, as between us and you, subject to the rights granted to us in these Terms, you retain full ownership of all of your User Content and any intellectual property rights or other proprietary rights associated with your User Content.


Terjemahan kasarnya sebagai berikut:


Saat anda upload gambar-gambar ke Facebook. Maka anda secara otomatis memberikan hak yang SANGAT PENUH, TANPA BISA DIBANTAH, TIDAK BISA DITARIK ULUR, ANDA TIDAK MUNGKIN MENANG, TERSERAH FACEBOOK MAU BERBUAT APA SAJA, BAIK SEBAGIAN MAUPUN SECARA KESELURUHAN, DIMANAPUN DI SELURUH DUNIA, UNTUK APA SAJA, DEMI KEPENTINGAN APA SAJA, MAU DIJADIKAN APA SAJA TERSERAH FACEBOOK, TANPA BERHUTANG TERHADAP ANDA, BAIK KOMERSIAL, ADVERTISING KEPENTINGAN FACEBOOK terhadap gambar-gambar tersebut. Jika anda memutuskan untuk menghapus gambar-gambar anda di akun Facebook tersebut namun bukan berarti Facebook tidak boleh menyimpan copy. Anda memperbolehkan Facebook memakai copy tersebut.


FACEBOOK BERVIRUS

PRODUSEN solusi sekuriti McAfee mengungkapkan, Facebook telah terinfeksi virus bernama Koobface. Virus itu mampu mencuri informasi seperti data kartu kredit pengguna Facebook.
“Para pengguna Facebook harus tetap menerapkan prinsip komputasi aman yang sudah diajarkan sejak 10 tahun silam, yakni jangan pernah membuka attachment dari e-mail yang dikirimkan orang tidak dikenal,” ujar peneliti McAfee Inc Craig Schmugar. Ketika PC (personal computer) seorang pengguna Facebook sudah terinfeksi Koobface, maka Koobface membaca daftar teman pengguna tersebut. Koobface kemudian menggandakan diri dengan cara mengirimkan e-mail berisi salinan dirinya ke teman-teman pengguna yang telah terinfeksi. Proses penggandaan itu tentu saja tidak diketahui pengguna karena berlangsung secara otomatis dan rahasia.

Reaksi berantai pun terjadi. Penggandaan dan infeksi terus terjadi ketika pengguna Facebook yang lengah membuka attachmentyang berisi virus tersebut. Pengguna yang awam kesulitan mendeteksi ancaman virus itu karena virus tersebut menyamar sebagai file bernama flash_player.exe. “Virus itu membujuk pengguna untuk mengklik attachment itu dengan mengatakan bahwa Flash Player pengguna sudah ketinggalan zaman. Ketika update palsu yang mengaku berasal dari Adobe Systems Inc itu diklik, maka PC pengguna pun terinfeksi.

Ketika pengguna Facebook telah terinfeksi, maka setiap kali pengguna mencoba membuka situs-situs pencarian seperti Google, Yahoo, MSN, Live.com, maka pengguna diarahkan situs-situs lain yang telah terkontaminasi. Juru bicara Facebook Barry Schnitt mengaku sudah mengetahui penyebaran virus Koobface melalui situs jejaring sosial tersebut. Schnitt pun mengakui bahwa sejumlah kecil pengguna Facebook sudah terinfeksi. “Beberapa virus lain juga sudah mencoba menggandakan diri melalui Facebook,” tandas Schnitt.

Schnitt menambahkan, ini bukan upaya pertama dari virus Koobface untuk menyebarkan diri melalui Facebook. Pada Agustus silam, varian pertama virus Koobface sudah mencoba menyebarkan diri melalui situs itu tapi berhasil ditumpas oleh Facebook. Schmugar mengungkapkan, situs jejaring sosial menjadi wahana baru untuk penyebaran virus karena pengguna situs jejaring sosial cenderung menurunkan kewaspadaan ketika menerima attachmentdari sesama pengguna. Sebab, mereka beranggapan situs-situs jejaring sosial memiliki sistem keamanan cukup kuat.


Sebagai contoh adalah Facebook. Situs jejaring sosial itu mengharuskan pengirim pesan lebih dulu menjadi anggota sebelum dapat mengirimkan pesan dan orang yang tidak menjadi anggota Facebook tidak dapat membuka data anggota Facebook. Sistem sekuriti itu membuat para pengguna Facebook yakin bahwa virus tidak akan dapat menyebar melalui Facebook. Namun, fakta berbicara beda. Salah seorang pengguna Facebook yang terinfeksi Koobface adalah Chief Executive Officer RLM Public Relations Richard Larmer. Dia mengaku sudah membuang PC-nya yang terinfeksi Koobface. “Komputer saya hancur setelah terinfeksi Koobface,” ucap Larmer.

TIM BBC MENEMUKAN CARA MENCURI DATA PENGGUNA FACEBOOK

Tim BBC membuat profil fiktif Bob Smith. Dia menyimpan dan merahasiakan sebagian besar rincian pribadi mengenai profilnya dari orang-orang yang bukan temannya di Facebook. Meski tim tidak bisa mendapatkan seluruh rincian, detail yang benar-benar diperoleh, termasuk namanya, kota asal, sekolah, minat dan foto, tentu membantu kami untuk mencuri identitas seseorang.

Dengan memanfaatkan sepasang laptop dan bantuan penyusun kode aplikasi, tim BBC menciptakan aplikasi khusus untuk para pengguna Facebook atau Facebookers. Salah satu alasan Facebook menjadi begitu cepat populer adalah koleksi aplikasi yang bisa ditambahkan oleh pengguna ke profil mereka. Ada ribuan game, kuiz, dan tes IQ sederhana tersedia bagi mereka. Dan, begitu pengguna menambahkan suatu aplikasi, teman-temannya akan terdorong untuk ikut menambahkan. Siapapun yang memiliki pemahaman dasar pemrograman web bisa menulis aplikasi.

Tim BBC merancang aplikasi penghimpun data (datang mining) yang jahat dengan nama Miner, yang jika dikehendaki, bisa menyamar sebagai game, uji kecerdasan, kelakar dan semacamnya. Program itu bisa dibuat dalam waktu kurang dari tiga jam. Namun seperti apa pun tampaknya program, di latar belakang, aplikasi itu bisa menghimpun rincian data pribadi para pengguna, dan mengirimkan detail-detailnya melalui e-mail keluar dari Facebook kepada tim.

Ketika anda menambahkan aplikasi, kecuali anda memilih membatasinya, program itu diberi akses ke sebagian besar informasi dalam profil anda. Dan, itu termasuk informasi yang anda punya mengenai teman-teman anda sekalipun mereka menyangka mereka telah memilih security setting yang ketat.

Saat ini, banyak aplikasi memang memerlukan akses ke detail anda agar bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Namun tim BBC menyatakan tidak tahu aplikasi tertentu yang menyalahgunakan detail informasi pengguna Facebook, selain program yang diciptakan tim tersebut.

Namun fakta bahwa tim bisa menciptakan aplikasinya dengan mudah merisaukan banyak orang. Orang tidak perlu memiliki program seperti itu untuk menjadi korban. Orang bisa menjadi korban jika dia mempunyai teman yang memiliki program semacam itu.

Mengingat aplikasi tersebut dijalankan di server pihak ketiga, bukannya oleh Facebook, sulit bagi perusahaan itu untuk mengecek apa yang terjadi, apakah program itu telah berubah, dan berapa lama aplikasi itu menyimpan data. Meski ketentuan dan syarat yang diberlakukan Facebook memuat peringatan bahwa keadaan itu secara teori mungkin terjadi, dan menawarkan pilihan untuk menghalangi aplikasi untuk mengakses data anda, banyak game dan kuis tidak akan berfungsi jika pilihan ini digunakan.

Facebook berencana menjual informasi pribadi yang berisikan 150 juta pengguna dengan menciptakan database market. Database yang diprediksi bernilai sebesar USD5 miliar atau sekira Rp6 triliun, akan dijual dengan mengizinkan perusahaan multinasional melakukan berbagai riset melalui survei melalui database tersebut.

RENCANA FACEBOOK MENJUAL DATA PRIBADI PENGGUNANYA

Data yang Anda masukan di situs jejaring sosial Facebook, menjadi milik situs itu. Anda pun tidak boleh marah jika data pribadi tersebut dijual ke perusahaan lain.

Itulah yang coba dilakukan situs pertemanan besutan Mark Zuckberg dalam meraih keuntungan. Pasalnya, Facebook berencana menjual informasi pribadi yang berisikan 150 juta pengguna dengan menciptakan database market.

Nah, database yang diprediksi bernilai sebesar USD5 miliar atau sekira Rp6 triliun, akan dijual dengan mengizinkan perusahaan multinasional melakukan berbagai riset melalui survei melalui database tersebut. Demikian yang dilansir Telegraph, Jumat (6/2/2009).

Perusahaan dapat menanyakan pertanyaan spesifik kepada pengguna dalam menentukan demografi tertentu, seperti apakah mereka masih lajang atau sudah menikah, lokasi, umur, foto, dan bahkan orientasi seksual.

“Banyak orang mengatakan ‘ini akan menjadi bisnis yang sangat hebat untuk kami’. Namun, dibutuhkan waktu yang sangat lama untuk melakukan survei, dan dunia bisnis seringkali tidak memiliki waktu yang begitu berharga. Saya rasa mereka menyukai respons instan ini,” urai Randi Zurkerberg, Direktur Pemasaran Global.



DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda