Permainan Untuk Kreatifitas Balita


Usia balita merupakan usia emas pertumbuhan manusia, pada periode 1000 hari pertama usia anak. Pertumbuhan otak manusia 80% terjadi pada saat balita, otak akan tumbuh secara pesat sampai usia 3 tahun dan berkembang maksimal di usia 5 tahun. Anak-anak usia batita akan menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium dan dirasakan dari lingkungan mereka.

Selain pemenuhan gizi seimbang dan perhatian dari orang tua, periode emas ini akan sangat menyenangkan jika diisi dengan kegiatan yang merangsang syaraf motorik, kognitif dan afektifnya. Orang tua bisa mengajak anak-anak melakukan beberapa permainan kreatifitas yang dapat dimainkan bersama anak.

Petak Umpet / Cilukba

Permainan paling mudah dan murah dengan anak balita adalah bermain petak umpet, untuk anak-anak usia di bawah satu tahun, orang tua cukup menutup mukanya untuk mengajak si kecil bermain, sementara untuk anak yang sudah bisa berdiri/berlari bisa dengan pura-pura bersembunyi di belakang meja/kursi.

permainan merangsang kreatifitas anak

Menggambar dan Mewarnai

Aktifitas menggambar dan mewarnai umumnya sangat disukai anak-anak balita yang baru mengenal alat tulis, mereka tidak segan-segan menuangkan kreatifitas mereka di media apapun, biasanya tembok rumah yang paling sering menjadi sasaran mereka. Anak-anak akan merasa takjub dengan torehan warna yang berhasil mereka buat dari aktifitas menggambar tersebut. Untuk aktifitas semacam ini, ada baiknya orang tua membelikan alat gambar yang aman untuk anak, seperti crayon, maupun pensil warna.

BACA JUGA:   Fungsi dan Peranan Keluarga

Tangkap bola

Permainan lempar dan tangkap bola digunakan untuk melatih gerak refleks anak terhadap perubahan dan pergerakan benda. Secara tidak langsung anak akan belajar memperkirakan arah pergerakan sebuah benda dan menangkapnya. Untuk anak yang lebih kecil, model permainannya cukup digelindingkan saja. Biasanya untuk anak yang lebih besar bisa memakai mainan mobil-mobilan tarik.

Tebak benda dan warna

Mengajak si anak menebak nama benda, bentuk dan warna pasti akan menyenangkan. Orang tua bisa membeli poster bergambar benda-benda tertentu seperti nama hewan, buah, alat transportasi dan lain sebagainya. Bisa juga dengan membelikannya buku anak. Untuk anak kecil, buku bantal lebih cocok dan tahan lama dibanding buku berbahan kertas.

Menyusun Puzzle

Anak yang lebih besar bisa diajak bermain balok susun, seperti puzzle atau brick, tidak harus membeli lego yang mahal. Ada beberapa puzzle murah baik berbentuk balok susun maupun puzzle gambar yang bisa dibeli oleh orang tua.

Nah demikian beberapa permainan untuk mendukung perkembangan anak balita yang bisa dilakukan orang tua bersama anak di rumah.

BACA JUGA:   Inspirasi Desain Pajangan Dinding untuk Ruang Tamu

 


DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda