Psikologi Doa




Ngemeng2 mo bikin postingan pake flock kok ya bar buat sunting html n attach file gak nongol, ndadak bukak chrome sik ki. tapi yo wes lah sing penting nulis, halah
Dulu waktu kecil sempat bertanya2 tentang ketidaksinkronan antara kabul dan tidak kabulnya doa. Tuhan bilang, berdoalah kepadaku niscaya Aku kabulkan, tapi disisi lain Tuhan juga bilang, Tuhan tidak akan merubah satu kaum sebelum kaum itu merubah dirinya sendiri. Dalam hati aku mutung tenanan kuwi, wah piye ki lha dadi Tuhan kok enggak konsekuen!!! piye meneh umate?
Mo protes arep neng sopo? nunggoni PilTuhan, gak ada undang undang yang mengatur masa jabatan dan tata cara pemilihan Tuhan yah? nek SBY ngono mung gari nunggu titiwancine wae. Gelem gak gelem yo tompo wae opo anane.
Belakangan aku baru ngeh klo yang dimaksud Tuhan dalam 2 kalimat tadi memang beneran nyambung, kenapa Tuhan berasa enggak mengabulkan doa? ya karena hubungan Tuhan dan manusia memiliki tugas masing2.
Tuhan berhak melakukan pending terhadap permintaan kita yang enggak bener2 kita seriusin. Yah klo tiap doa manusia ujug ujug dikabulkan malah bisa gaswat. 
Ada yang minta “Ya Tuhan jadiin Miyabi istriku!!!” jebul yang doanya sama ada 100 orang, trus piye jal? mau dapet fotocopiane miyabi  ke 99?? opo gelem mung entuk sendale Miyabi thok?
Yang patah hati mbengok “Bunuhlah aku Tuhan!!!” njuk langsung kepleset, ditubruk sepur, kembrukan pesawat meneh

Lha nek sing ndonga ki model koyo Hitler, Genghis Khan, Westerling po ora mokal wong sak ndunya diodal adel.
Tuhan bukanlah pembantu yang kita gaji tiap bulan untuk selalu siaga mengambilkan semua kebutuhan kita. Tuhan bukanlah om jin ataupun pesulap sirkus, tapi Tuhan adalah tuan yang akan menilai seberapa besar kemauan kita untuk meraih mimpi.
Prinsip doa sama seperti orang berjanji pada dirinya sendiri, orang yang mengulang2 harapan diotaknya akan semakin fokus pada tujuannya. Dia akan berusaha menjaga harapannya itu tetap ada dan berusaha terus m
encapainya. 
Dengan demikian semakin sering kita berdoa semakin pikiran kita terpacu untuk bergerak mewujudkannya. Menaiki step demi step tahapan yang harus dilalui. Lalu apa yang dilakukan Tuhan terhadap doa kita?
Tuhan akan menaruh mimpi kita di cabang yang lebih rendah agar kita lebih mudah mencapainya, dan cabang itu akan kita raih kalo kita terus berusaha untuk meraihnya, bukan menunggunya jatuh ke tanah. 
Karena Tuhan ingin menjaga wibawa kita dengan memperlihatkan pada dunia, bahwa kita meraih kesuksesan itu di puncak tertinggi, bukan mengaisnya di sela sela telapak kaki.
*gambar2 diatas koleksi lama hasil googling, klo ada yang tau link aslinya boleh disebutkan biar aku link-kan*


DMCA.com Protection Status

Bar mimpi kepleset tentang (1), psiokologi doa (1)

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda