Sandal rasa nyeker


Kenaikan harga BBM sudah didepan mata, semakin hari bensin menjadi barang langka di negeri ini, melonjaknya permintaan untuk mengantisipasi kenaikan harga di kalangan konsumen dan kemungkinan aksi ambil untung di kalangan produsen dan agen, wis kulina awit biyen, sesuai pakem ilmu perdagangan beli barang semurah-murahnya jual semahal2nya, klo gak bisa ya nunggu harga dimahalin dulu.

Klo ngomongin soal ekonomi, aku bukan ahlinya, pol mentok cuma bisa mecucu liat isi dompet tambah menipis tiap harinya. Apalagi ngomongin trend kenaikan harga minyak dunia, mbuh deh, waktu 2005 bensin naik lebih dari 100% katanya buat mengamankan keuangan negara, segala macam janji2 diplomatisasi diumbar ke publik, yo tetep podo wae, jalan dimana2 masih enggak waras, jembatan masih demen pada ambruk disana sini, DPR’e masih seneng ngabis2in duit rakyat, elit partai masih seneng makan duit proyek.
Entah berapa harga kenaikan minyak dunia waktu itu, wis lali, dari googling ala kadarnya, cuma nemu kenaikan dari 40US – 60US, klo bener berarti naiknya cuma 50%, berarti rezim SBY ngemplang 50% sisanya dong?? pantes wae partai demokshit kokean kasus korupsi
Beberapa tahun kemaren minyak sempet menembus 100US sekarang katanya juga gitu, jadi lagi2 SBY punya kesempatan nggolek bathi meneh, itung2 biaya hari tua x ya? 
Sebagai rakyat aku sih cuma bisa menggerutu doang, nek naik pun gak bisa nolak, mosok iyo tetep arep mbayar 4500 neng pom bensin, rak yo dikeplaki satpame pom. Mbok ya o SBY mau ngasih kompensasi lagi dan lagi buat rakyat kecil mbelgedhes lah, tetep ae, kenaikan BBM terakhir keuntungannya dipakai buat membiayai kampanye terselubungnya, hooh kuwi program BLT. Ngerti wae, ben ora dianggep money campaign, tur ora susah2 ngetoke duit seko dompete, mending ngundake rego BBM njuk duit recehane dibagi2 rakyat kecil, ning rak yo tetep, program kuwi diklaim keberhasilan demokshit hahaha mental tempe tenan kok
 Yah hidup memang tak semudah cocote SBY, klo lagi musim kek gini biasa bikin pengalihan isu, tips dan trik orang yang gak pengen dipersalahkan karena perbuatannya adalah, memposisikan dirinya sebagai korban untuk mendapatkan belas kasihan, ncen jendral infotainment, sejak memulai karir politik, SBY menerapkan politik manusia teraniaya, waktu mengundurkan diri dari kabinet mega, orang melihatnya sosok yang teraniaya, waktu pisah ranjang sama JK, dia memposisikan dirinya teraniaya, waktu dia menaikan harga BBM, lagi2 dia terlihat seperti sedang dianiaya, padahal itu mah trik daripada dia diduluin dikomenin pedas lawan politiknya lebih dulu melempar joke enggak lucu, kudeta!
Membiarkan lawan politiknya sibuk mencounter attack gojek kerenya di media, sementara dia bisa sedikit terbebas dari sorotan media dan masyarakat, apapun yang diomongin SBY, apalagi untuk membenarkan alasan penaikan harga BBM, menurutku cuma kamuflase, tetep saja seperti memberikan sendal rasa nyeker buat rakyatnya.
Heran deh, negara penghasil minyak kok tiap tahun panik gara2 kenaikan harga minyak, kudune ki untung, lha iki awit biyen kok buntung terus?? dari jaman mbah harto kok gak bisa mengintervensi perusahaan minyak luar exxon, chevron, shell dll yang nyari minyak dinegeri ini biar tetep bisa mengendalikan harga? curiga, jangan2 penguasa kita juga antek yahudi, halah
gambar dari sini dan FBne mbak gati



DMCA.com Protection Status

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda