Sekotak Snack


Sejak kecil, salah satu penantianku dan sodara2ku tiap pulang cepat adalah dapat jatah snack rapat guru2, maklum kedua orang tuaku, almarhumah ibu dan bapak adalah guru di sekolah dasar di Cilacap. Mata kita2 ini selalu berbinar klo ngelihat dus snack nangkring di atas meja. Isi snack yang tidak seberapa itu bikin suasana rumah rame, rame karena ada yang kecewa makanan incerannya diembat yang lain.

Ada yang kecewa karena isi makanannya jauh dari yang diharapkan, ada yang teriak2 gembira bisa dapetin yang dia inginin. Orang bilang, bahagia itu sederhana. Dan begitulah adanya.

Meskipun sekarang semua sudah punya pekerjaan sendiri2, urusan snack rumah tangga itu tetep kita bertiga gontok2an dan rebutan, tapi itu hanya berlaku buat snack yang didapet bokap/nyokap dari acara sekolah/kantor/ RT lho ya, klo snack yang kita dapet sendiri2 sih udah gak pada meri.

Klo dipikir2, semuanya juga bisa kok beli snack sendiri, milih sendiri isinya sesuai selera, mau beli belasan snack box buat dihabisin sendiri juga bisa, pun begitu tetep deh dirasa2 tetep kurang berkesan, enggak ada chemistry keseruannya.

BACA JUGA:   Friends (n)ever forever

 snack box rapat

Itulah kenapa, sekarang setiap dapet jatah snack rapat entah di sekolah/ mana saja, selalu aku simpan baik2 dan tidak aku sentuh selama acara, biar nanti anak istri saja yang ngebongkar isi snack dan menikmatinya. Buatku memandang mata mereka berbinar ketika membuka kotak snack itu lebih mahal dan mengenyangkan dari harga makanan yang ada di dalamnya.

Sekotak snack yang isi dan ukuran tak seberapa selalu terasa lebih bermakna daripada seingkung ayam kampung.



DMCA.com Protection Status

snack box (4), kotak snack (1), snack kotak (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

4 tanggapan pada “Sekotak Snack

  • Priyo Harjiyono

    (Agustus 8, 2014 - 2:21 am)

    Maria Magdalena Dayuanti untung aku anak tengah dadi aman mau ikut mahzab yang mana haha

  • Maria Magdalena Dayuanti

    (Agustus 7, 2014 - 6:37 pm)

    Wah, kasian yg paling kecil pak… -.-
    Kalo tempatku yg paling kecil yg paling diutamakan.. 😀

  • Priyo Harjiyono

    (Agustus 7, 2014 - 3:49 pm)

    nang nggonku sik cilik kudu ngalah, eh kalah ding haha

  • Maria Magdalena Dayuanti

    (Agustus 7, 2014 - 4:32 am)

    Jadi inget masa kecil pak. Kalo dapet kenduri dari tetangga'nya nyampe di-bagi-bagi dulu sama Ibu biar smua kebagian, trus yg milih berurutan dari yang paling kecil… 😀

Berikan tanggapan anda