Tentang User Interface


User Interface atau tampilan user adalah sarana bagi user untuk melakukan komunikasi dengan sebuah perangkat, baik berupa handheld, PC maupun perangkat elektronik dan non elektronik lainnya.

User interface dirancang sedemikian rupa sehingga dapat membantu user untuk mengeksplorasi fungsi sistem, mempelajarinya, beradaptasi dengannya secara efektif dan maksimal. Interface sebuah mesin atm misalnya, meski menggunakan perangkat keras dan lunak berbeda2, dibuat agar user tidak perlu terlalu lama beradaptasi. Tombol di kanan kiri layar, keypad input PIN di bagian tengah, slot kartu ATM di kanan bawah. Tempat uang di bagian bawah dan sebuah printer dotmatrik. Alur kerjanya pun sama, Masukan kartu, masukan PIN, pilih transaksi, ambil duit, cabut kartu, ambil struk. Kalau ada perbedaan biasanya hanya tukeran urutan nomer 4, 5 dan 6, sisanya sama.

Software, OS, Apps, Website, CMS, socmed adalah jenis2 yang paling demen gonta ganti user interfaces. Aku sebenernya paling males klo ngeliat perubahan interface software, jaman windows 98, aku males pindah ke ME, muncul XP gak cuma interfaces yang bikin keki, penggunaan NTFS dan struktur direktori Windows yang baru malah terkesan acak2an. Lanjut ke Windows Vista, 7 dan 8 makin senep aja liatnya. Paling sial ya di Windows 8 karena mau tidak mau interface start menunya berubah drastis demi adaptasi terhadap generasi tablet dan smartphone. Gobloknya lagi aku gak bisa buka command prompt dengan multi windows, karena begitu ngetik CMD lagi, sama Windows dilempar ke window command prompt yang aktif, ini yang goblok usernya apa programmere sakjane?

Tahun ini WordPress juga mengubah tampilan dashboardnya. Meski hanya tentang warna ini juga terlalu mengganggu. Jujur saja, ketika kita membuka sebuah website, kita akan terbiasa dengan pola tampilan, baik itu layout, posisi dan warna yang dipakai. Itu kenapa sejak jaman Multiply, aku paling males ngotak atik templates, males mainan CSS. Karena buat aku kasihan mata pembaca yang harus beradaptasi terus dengan tampilan websiteku yang gonta ganti terus.

BACA JUGA:   Mengenal Jenis SD Card

Tapi klo yang paling brengsek soal ngosak asik user interface ki ya Facebook. Berapa kali dalam setahun dia gonta ganti tampilan? Entah wallnya, profile page, foto, chat bar, pages dan masih banyak lagi lainnya. Mbuh sing asu ki zukerbreg apa pegawene. Labil!!

Mangkel kan klo harus mempelajari user interface yang beda sementara sistemnya pada baen. Ora ana bedane. Eh si twitter malah melu dadi kampret, user interfacenya ganti meneh dadi putih2 aneh.

Bagi sebagian kita, socmed, chat, blog sudah menjadi unsur penting dari hidup kita. Masuk kesana dan mendapati tampilannya berubah serasa seperti pulang ke rumah dan mendapati rumah kita dicat ulang, motif kramik berganti, layout ruang berubah total, posisi tempat tidur berputar 180 derajat tanpa persetujuan kita. Bayangkan sudut2 nyaman di rumah kita yang sudah beralih fungsi. Terpaksa harus adaptasi, yo nek seko omah elek dadi apik seneng, akeh2e ya ndresula wong pada baen eleke. Mbok ya o ijin sik, di FB dulu ada kok pilihan mempertahankan user interface lama selama beberapa bulan sebelum dipaksa migrasi ke interface baru. Twitter dulu juga sopan gitu, saiki kok ora??? ncen jinguk kok programmere

BACA JUGA:   Bikin ebook bisnis sampingan cari uang dari internet?

Aku sering bilang ke mahasiswaku, kalian boleh bikin media pembelajaran interaktif yang paling lengkap, kreatif, keren, pake 3D dan kompleks. Tapi jangan terlalu melanggar faktor “kebiasaan” dalam penggunaan interfaces. Misal, untuk tombol exit, jangan di taruh di pojok kanan bawah, dengan simbol E, berwarna pink, berbentuk hati. Jangankan orang yang baru kenal komputer, Bill Gates mungkin butuh waktu lebih dari 5 detik untuk mencari2 dimana tombol keluarnya. Tombol kirim email jangan diberi logo telpon, HP apalagi blekberi/whatsapp. Tidak kalah pentingnya penggunaan interfacesnya konsisten, jangan sampai di satu halaman backgroundnya warung mie ayam, halaman lain backgroundnya warung miyabi, kecuali memang mendukung konten yang disajikan. Bentuk dan warnanya sebisa mungkin tetap, kecuali penanda navigasi pada page aktif/terseleksi. Jangan sampai, aplikasi hebat yang kita buat tidak terpakai dengan maksimal hanya karena user merasa terhambat beradaptasi dengan aplikasi kita. Klo dimungkinkan memberikan pilihan user make interface lama beberapa waktu lagi, kasih saja, biarkan mereka beradaptasi tanpa merasa kehilangan kenyamanan.

Please deh, kalian programmer dan desainer web/aplikasi mbok ya o, klo cuma ngutak atik tampilan gitu tanpa ada perubahan fitur rasah wae. Yang demen otak atik tampilan baru itu kalian, yang ngerasa fresh itu kalian. Tapi kebanyakan user kek aku cuma akan misuh2 dan ngunek2e kalian. Ga ada fungsi baru yang ditawarkan, malah bikin capek karena kita butuh waktu beradaptasi dengan interfaces baru. Uteke do dinggo ora sih sakjane??? Ngisruh wae gaweane ki. Moga2 pisuhanku diijabah Gusti Allah.


DMCA.com Protection Status

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda