The Show Must Go On


Ada kalanya namanya manusia bakal mengalami fase pasang surut dalam kehidupannya, baik dan buruknya di mata mereka toh pada akhirnya hanya keikhlasan untuk menerimanya yang menjadi obat pelipur atas duka dan kekecewaan yang terjadi semasa hidupnya. 

Bagi para muda yang sedang merasakan pahit manisnya cinta, fase fase ini akan cenderung menggejolak seperti riak jeram di aliran sungai, sementara bagi mereka yang telah melewati masa puber cenderung mengalir dengan tenang. Di satu sisi, bagi anak2 muda, cinta adalah pengalaman baru yang menguras emosi dan pikiran, di sisi lain mereka merasa sudah siap untuk saling menerima dan memberi “kebahagiaan” meskipun hanya dalam level cinta monyet.

Tetapi tentu tidaklah elok jika cinta kemudian hanya disematkan menjadi property anak remaja yang tetap saja bersemboyan seperti kakak moyangnya, dunia ini hanya milik kita, sisanya pada ngontrak gak bayar2 sewa! Cinta tidak memandang usia, begitu kata Anang – Ashanty, jadi cinta adalah sesuatu yang universal dalam kehidupan manusia, yah kita gak lagi ngomongin cinta ibu sepanjang jalan, toh klo sudah nyampe gilimanuk tetep aja jalannya abis 😛 Kita lagi ngomongin tentang cinta dua sejoli antara dua jenis kelamin berbeda yang memiliki hasrat untuk saling memiliki dan mengikat diri.

Terkadang kita merasa menemukan seseorang yang tepat, dan sangat menginginkan ia akan selalu memandang kita dengan perasaan penuh cinta sampai menutup mata. Berharap kelak ialah yang akan menikahi kita, dan membentuk keluarga kecil yang bahagia bersamanya, yah mungkin kita hanya sekedar mengharapkannya, tetapi bukankah itu sudah sangat indah dalam mimpi-mimpi kita??

Namun tidak selamanya mimpi itu akan menjadi nyata, kalau memang bukan jodoh kita maka cepat atau lambat kita akan berada pada titik nadir dalam sebuah hubungan dan berakhir pada pencabutan kembali nota MoU tentang gambaran masa depan bersama, meninggalkan goresan luka dan ketika kita sadari, ia benar-benar telah pergi.

Apa yang kita rasakan ketika itu??? sakit? ya sakit, sakit yang teramat dalam, yang mampu mengubah pujangga bersopan santun menjadi penyair bermulut comberan. Life is never flat, sekeras apapun mo dihemat2, diemut2 dilama2in kek apapun juga suatu saat kentangnya bakalan abis, dan kita harus beli Chitato lagi!

BACA JUGA:   Pemilihan Umum dan Politik Pencitraan

Menyesali yang sudah terjadi hanya menjadi bentuk pembenaran atas apa yang tidak pernah terjadi, ya dengan menyesal kita berharap untuk melompat ke dimensi paralel, mencegah kesalahan masa lalu dan memperbaiki keadaan, yang mana itu hanyalah sebuah fatamorgana yang tak dapat kita sentuh lagi.

Hai! dunia kita tidak diciptakan untuk mengulang-ulang sebuah kesalahan yang sama, film Butterfly Effects dan Time Traveler bisa jadi referensi bahwa kemampuan untuk melompati waktu sekalipun tidak akan memberikan perbedaan pada takdir seseorang. Kita hanya akan berputar-putar pada dimensi yang sama, sekeras apapun kita berusaha menghapus tulisan lama dan menimpanya dengan tulisan baru, tulisan baru itu tidak akan terlihat lebih indah dibandingkan kita menuliskannya dalam sebuah lembaran yang baru.

Dunia ini diciptakan berjalan maju dari waktu ke waktu, Tuhan menyimpankan masa lalu kita dalam laci-laci langit, memberikan kita waktu di masa kini, dan menyiapkan masa depan yang tak pernah bisa kita sentuh sebelum waktunya. Kita tak mungkin meraih masa lalu, tetapi Tuhan telah memberikan gantinya dengan memberikan kenangan di alam pikiran kita, jika kita ingin mengubah keadaan maka ubahlah masa kini dan masa depan.

Mungkin bagi sebagian orang, patah hati, menyesal dan mengasihani diri adalah hal yang tepat yang harus mereka lakukan untuk membuat hati mereka merasa lebih baik, karena dengan begitu ia akan membela rasa sakit hatinya yang merasa dijadikan korban cinta dan menisbikan kemungkinan bahwa ialah penjahat sebenarnya yang telah merusak keadaan.

Tidak ada seseorang yang bisa bangkit dengan cara mengasihani dirinya sendiri, hatinya tidak akan pernah tegar dengan perlakuan seperti itu, hal terbaik untuk bisa bangkit adalah dengan meyakini bahwa Tuhan telah menyediakan banyak cinta yang lebih baik untuknya.

Ketika kita berjalan bersama seseorang, menatap dalam sinar matanya, kemudian kita terpesona, dan mengatakan pada hati “aku ingin memilikinya selamanya” dan mungkin pada saat yang sama pasangan kitapun merasakan desiran yang sama, siapa yang bisa menjamin? bahkan diri kita sendiri bahwa kita akan mampu mempertahankan rasa itu selamanya. Kelak di suatu saat, mungkin akan ada banyak kemarahan yang mengikis habis rasa itu.

BACA JUGA:   Trust Nobody

Setiap manusia, akan dipertemukan dengan orang2 yang tepat untuk membuatnya belajar tentang cinta dan kasih sayang, untuk belajar bersama tentang rasa saling memiliki dan memahami, namun tidak selalu mereka bertahan selamanya, kemudian datang orang yang baru menggantikannya, mengajari kita tentang kasih sayang, tanggung jawab dan kesabaran, lalu ia pun pergi lagi, Tuhan akan terus mengirimkan orang2 terbaiknya untuk mengajari kita arti cinta, untuk membentuk kita lebih dewasa, tapi bukan untuk kita miliki, ya mereka hanyalah bagian tangan Tuhan karena Tuhan ingin menjadikan kita mulia, menjadi jauh lebih anggun, lebih santun, lebih penyayang agar kita menjadi pribadi yang pantas untuk dijodohkan Tuhan dengan salah satu malaikat terbaiknya.

Bukankah akan sangat memalukan jika kita bertemu jodoh kita ketika pakaian sikap kita masih compang-camping? Maka biarkan orang2 datang mengajari kita sedikit demi sedikit berdandan, menggunakan sepatu yang bersih, minyak wangi yang harum agar ketika yang ditakdirkan telah datang, maka ia akan melihat kita sebagai sosok terindah pula bagi dirinya.

Jadi, move on, hidup kita, kebahagiaan kita, tidaklah ditentukan oleh orang yang telah mencampakkan cinta kita, biarlah apa telah terjadi menjadi pelajaran bahwa dengannya kita telah belajar menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, begitu pula apa yang telah terjadi padanya, syukuri bahwa kita telah mengajarinya sedikit hal baik untuk bekal masa depannya. Mengungkit yang buruk tidak akan memperbaiki keadaan, tapi berfokus untuk selalu berfikiran positif akan menciptakan atmosfir yang lebih baik untuk masa depan kita, mungkin kita masih akan terus memberi dan menerima hal tersebut dengan sosok2 yang berbeda sampai pada ujung waktu, kita akan menemukan ia yang terlahir dari tulang rusuk ini.

the show must go on

gambar dari sini, sini dan sini


DMCA.com Protection Status

gambar move on (3), the show must go on artinya apa (3), show must go on artinya (3), arti the show must go on (2), gambar tulisan move on (2), life must go on artinya (1), makna show must go on (1), move on gambar (1), move on life must go on artinyA (1), pengertian life show (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

2 tanggapan pada “The Show Must Go On

  • Anggi

    (Juni 16, 2012 - 5:54 pm)

    jjjoooosssss………….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 😀
    #selesai baca ,,serasa kena Jitak
    (” `з´)_,/*(x,☉”)

    • anotherorion

      (Juni 17, 2012 - 2:07 am)

      😀 move on nggi move, hush hush #kek-nggusah-pitik-wae

Berikan tanggapan anda