3 kata sakti untuk wisatawan di Yogyakarta


Yogyakarta, salah satu destinasi wisata di Indonesia yang sering menjadi tujuan wisata turis lokal maupun mancanegara. Apa saja obyek wisata Jogja? banyak, Jogja punya tempat wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata seni maupun wisata minat khusus.

Untuk tujuan wisata alam ada pilihan pantai2 di sepanjang laut selatan, mulai dari Parangtritis, Depok, Samas, Baron, Kukup, Indrayanti, Pok Tunggal dan lain2. Yang suka suasana pegunungan bisa berkunjung ke Kaliurang, Kali Kuning, Kali Adem, Bukit Nglanggeran ataupun Bukit Bintang.

Wisata budaya, Jogja ini bisa dibilang salah satu dedengkotnya, ada Kraton, Candi Prambanan, Borobudur di kabupaten Magelang, Rumah Budaya Tembi, dll. Sementara untuk minat khusus, di Jogja banyak sekali desa wisata yang bisa dikunjungi, ada desa wisata Srowulan dan Tanjung, Desa wisata Tembi, sentral gerabah di Kasongan dan lain2.

Jika anda masih belum yakin tujuan anda berwisata di Jogja, bisa tanyakan pada tour agent wisata yang ada di kota anda atau mencari informasi tempat wisata dan akomodasinya di Jogja sesuai budget anda.

Apa saja tips wisata di jogja?

Wah sebenarnya banyak, tapi pada postingan kali ini hanya akan membahas bagaimana tips mengambil hati warga Jogja sebagai seorang wisatawan yang berkunjung ke sana.

Nah untuk para wisatawan atau traveller yang ingin berkunjung berwisata ke Jogja, ada baiknya menguasai tips tiga jenis kata/kalimat sakti ini. Tujuannya adalah membangun kedekatan dengan masyarakat lokal sehingga meminimalisir kemungkinan diberi harga mahal ketika menawar barang, atau menggunakan layanan jasa, meskipun kita sama sekali tidak bisa menggunakan bahasa Jawa.

Greetings

Sugeng enjang (selamat pagi), sugeng siang (selamat siang / sore) dan sugeng ndalu (selamat malam)

Kalimat sapaan tersebut digunakan untuk memulai percakapan antara wisatawan dengan orang lain di Jogja, bisa diucapkan pada tukang becak, pengemudi andong, penjual souvenir di Malioboro maupun orang2 biasa yang berjumpa dengan wisatawan.

Contoh penggunaan: sugeng enjang, boleh minta diantarkan ke pusat Bakpia Patuk pak?

Asking For Attentions / Helps

Nuwun Sewu / Nyuwun Sewu (permisi)

Biasanya wisatawan masih membutuhkan tambahan informasi dari masyarakat lokal mengenai tujuan wisata/ arah menuju hotel maupun lokasi wisata di Yogyakarta. Kata / kalimat ini sangat cocok digunakan untuk memancing perhatian lawan bicara agar mau berbagi informasi pada kita.

Contoh penggunaannya: Nyuwun sewu, mau tanya pak, klo mau menuju Malioboro lewat mana ya?

Showing Appreciation / Thanks

Matur nuwun (Terima kasih)

Setelah kita mendapatkan pelayanan / informasi dari masyarakat lokal di Jogja, jangan lupa untuk mengucapkan kalimat tersebut. Dengan demikian orang tersebut akan merasa sangat dihargai atas bantuan yang diberikannya pada kita.

Contoh Penggunaan: Matur nuwun mas, atas informasinya.

Pada umumnya orang Jawa dan Jogja khususnya pada saat mendengar tiga kata tersebut dari orang yang tidak dikenalnya akan memberikan atensi yang lebih, karena merasa dihargai budayanya.

Lalu bagaimana kalau malah mereka menjawabnya dengan bahasa Jawa juga?

Setelah mengucapkan salah satu kalimat tersebut ada baiknya diteruskan dengan bahasa Indonesia jika tidak menguasai bahasa jawa seperti ketiga contoh di atas, biasanya mereka langsung paham bahwa wisatawan tersebut tidak benar2 menguasai bahasa Jawa tetapi ingin menunjukkan penghargaan terhadap budaya Jawa, sehingga mereka akan membalasnya dengan bahasa Indonesia juga.

Tips wisata ini sebenarnya tidak hanya berlaku di Jogja, atau di kota2 yang mayoritas penduduknya menggunakan bahasa Jawa. Bisa juga diterapkan di kota2 lain seperti Bali, Lombok dan lain2, intinya adalah kita berusaha membangun kedekatan dengan masyarakat lokal yang menjadi tuan rumah dari tujuan wisata kita.




DMCA.com Protection Status

bahasa jawanya tidak apa apa dibilang jual mahal juga (1), gambar kata yogyakarta (1), kata kata buat jogja (1), percakapa bahasa jawa denganwisatawan lokal (1), wallpaper yogyakarta pegunungan (1)

Tentang anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.
Tulisan ini dipublikasikan di me my self and I. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *