Tololun AntiVirus = AVIRA


Antivirus paling tolol menurut aku tuh Avira, kenapa? emang sih selama compie baru diinstal trus dipasangin avira n diupdate tiap waktu aman. Cuman masalahnya begitu sekali aja kemasukan virus bablas deh segala2nya. Apalagi tipe virus injektor, modyar wae bisa aplikasi satu komputer habis semua. Mending klo pelaku pembunuhannya si virus, justru yang menghapus, membunuhnya malah si avira itu je. 
Proses identifikasi virus ada bermacam2, baik dari pengenalan checksum, maupun metode heuristic. Kedua duanya memiliki keunggulan dan kelemahan. Metode checksum adalah metode yang mendeteksi hanya dari checksum file tersebut. 
Checksum adalah algoritma unik yang merupakan perhitungan besar bit data pada sebuah file, setiap karakter dan spasi dihitung menjadi beberapa digit bilangan hexa yang unik. Selain berguna sebagai algoritma enskripsi, pada proses pentransferan data, checksum dibagi menjadi dua, yang pertama ada pada packet header data, fungsinya adalah sebagai nomer resi yang dikirimkan kepada calon penerima data. Kemudian file ditransfer, setelah file selesai ditransfer, penerima data mencocokkan besar bit data yang ditransfer dengan nomer resinya, klo cocok maka file bisa dibuka, klo tidak cocok maka terjadi corrupt selama proses transfer dan ini mengakibatkan file tidak bisa dibuka.
Dengan demikian sebuah file vidio copas memiliki besar file dan checksum yang sama dengan file aslinya. begitu juga file duplikat virus, sebanyak apapun virus menggandakan diri di komputer, membanjiri setiap folder, selama kita mengetahui checksum dan menggunakan antivirus berbasis checksum maka dijamin semua virus itu akan dihajar tanpa tersisa. Yang harus kita lakukan berikutnya hanya membetulkan kembali registry dan setting yang diubah virus tersebut. Kekurangan metode ini adalah ketika muncul sebuah varian virus tersebut, maka varian tersebut akan lolos sebelum checksum varian tersebut juga kita masukan dalam database antivirus.
Metode Heuristic dapat diartikan metode yang mempelajari kesamaan sifat sebuah virus, metode ini tidak memperhitungkan besaran file tersebut, melainkan mempelajari pola pola dan penetrasi sebuah virus. Mempelajari kode2 yang berasal dari sebuah virus kemudian menyimpannya. Saat muncul virus baru, maka antivirus akan menentukan apakah virus baru tersebut merupakan virus yang benar benar baru atau hanya modifikasi virus yang sudah ada.
Setelah virus2 diidentifikasi, maka proses selanjutnya adalah action, beberapa antivirus menawarkan fasilitas deny access, heal/cure, beberapa cuma mengkarantina, dan beberapa antivirus yang tolol langsung menawarkan bunuh saja.
  • Deny access, artinya file tersebut tidak akan dihapus oleh antivirus hanya kita tidak diijinkan menggunakannya, kelemahan deny access adalah dia akan sering bengak bengok mengeluarkan warning ketika kita masuk folder tempat file tersebut bercokol
  • Healing/Cure/Fix ini adalah fasilitas terbaik yang bisa diberikan antivirus pada file yang terinfeksi oleh virus. Ingat file bukan operating system lho ya?
  • Quarantina. Disini antivirus yang tahu diri dan merasa enggak mampu menyembuhkan pasien, menawarkan opsi karantina file, dengan harapan ketika obat virus tersebut ditemukan file pengguna masih bisa diselamatkan.
  • Pancal Wae, Ha ini paling paitonirojim tenan, disatu sisi klo file tersebut adalah file virus, maka monggo2 saja langsung dibantai, tapi klo virus itu menginfeksi dokumen/aplikasi maka habislah dokumen/ aplikasi kita dibantai antivirusnya
Kelakuan antivirus yang mengedepankan model terakhir macam ini menurutku adalah kesalahan terbesar, bukannya mampu melindungi data dan aplikasi di dalamnya, minimal mengobati file2 sakit, ealah dah tau ada file sakit malah langsung disuntik mati. Kampret tenan.
Dibandingkan antivirus sejenis AVG, emang sih dua duanya sama tololnya, cuma ada satu permaafan buat AVG buatku, yaitu mereka rajin merilis remover sebuah virus yang enggak bisa mereka bantai di versi gratis, *iyalah gw gak tau klo di versi berbayar orang gak pernah pake yang berbayar e*. Jadi kita masih bisa menggunakan remover virus untuk mengobati file2 yang terinfeksi oleh virus2 injector


Satu lagi kesalahan avira, dia begitu reaktif menanggapi adanya kemunculan file peranakan dari sebuah virus, tapi enggak jedag ngedetect file induknya, jadi klo berhadapan dengan virus model ramnit, siap2 aja speaker compienya jebol tiap detik Aviranya bakalan bengak bengok, sekalipun kita berpuluh2 kali menuruti kemauannya untuk meremove virus yang terdeteksi tuh Avira gak akan berhenti wong file induknya terus mereplikasi peranakannya terus kok. Solusinya ya bunuh tuh antivirusnya dulu baru deh diem, baru deh cari fix atau remover virus yang bersangkutan di internet.
gambar nyolong didiye

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *