Uesugi Kenshin, Samurai Legendaris dari Echigo


Uesugi Kenshin, merupakan salah satu daimyo (feudal lord) paling berpengaruh di masa Sengoku Jidai. Bersama dengan beberapa daimyo besar lain yang menguasai berbagai provinsi di Jepang saat itu. Takeda Shingen yang berada di Kai, Imagawa Yoshimoto di Suruga, Hojo Ujiyasu di Musashi, Oda Nobunaga di Owari, Tokugawa Ieyasu di Mikawa, Mori Motonari di Aki, dan klan Shimazu di kepulauan selatan.

Dibanding pemimpin klan besar lainnya, Uesugi Kenshin adalah sosok yang sederhana, ia tidak pernah menggunakan pakaian yang gemerlapan, tidak suka menggunakan bendera yang mencolok sebagai pemimpin klan, maupun menggunakan tenda yang mewah, karena itulah pada saat pertempuran Kenshin selalu lolos dari sergapan musuh karena sering dikira hanya seorang samurai biasa

Musuh terbesar Uesugi Kenshin adalah Takeda Shingen yang bertempat di Kai, kedua daimyo ini sering melakukan pertempuran selama hidup mereka, dan pertempuran mereka yang paling diingat sejarah di masa itu adalah pertempuran Kawanakajima pada tahun 1561. Konon pertempuran ini merupakan pertempuran paling berdarah di era samurai dan menyebabkan sekitar 7000 orang di kedua belah pihak tewas.

Kisah Uesugi Kenshin dimuat dalam buku berjudul Uesugi Kenshin merupakan salah satu dari beberapa novel tokoh samurai karangan Eiji Yoshikawa, selain kisah Naruto Hicho, Shin Suikoden,  Heike Story, Musashi, Minamoto no Yoritomo dan karya paling kolosal miliknya; Taiko yang mengisahkan perjuangan Hideyoshi Toyotomi membantu ambisi Oda Nobunaga mempersatukan Jepang.

BACA JUGA:   Buku: 33 Cerita Rakyat Menakjubkan

buku uesugi kenshin eiji yoshikawa

Dalam buku karangan Eiji tersebut, kisah Kenshin hanya menitik beratkan pada pertempuran Kawanakajima, bagaimana seorang Uesugi Kenshin dengan berani menduduki provinsi Shihano milik klan Takeda yang memiliki jumlah pasukan hampir dua kali lipat lebih besar dibanding jumlah samurai Echigo.

Tindakan provokatif tersebut sebagai tindakan protes dan balasan atas penyerangan kastil Warigakade milik klan Uesugi yang diporakporandakan klan Takeda saat Kenshin menjalankan perintah Kaisar untuk menghalangi klan Hojo menyerang klan-klan kecil disekitarnya.

Pertempuran Kawanakajima mampu menggambarkan keberanian dan keteguhan samurai Echigo dan kecerdikan Kenshin untuk menyerang klan Takeda. Bukan sebuah tindakan cerdas jika dengan pasukan yang lebih kecil kita berani menyerang daerah musuh yang berkekuatan lebih besar, itupun memilih menduduki daerah musuh yang paling rawan untuk diserang.

Dengan kecerdikannya, klan Uesugi berhasil memprovokasi Takeda agar memecah pasukannya dan menyerang kemah kosong milik mereka, sementara seluruh anggota klan Uesugi telah dimobilisasi untuk menyerang sisa pasukan Takeda yang mengawal Daimyo mereka.

Akibatnya, meskipun pada akhirnya klan Uesugi berhasil dipukul mundur, akan tetapi mereka berhasil membunuh banyak jendral dari Klan Takeda, terutama Takeda Tenkyu yang merupakan adik Takeda Shingen, selain itu, Kenshin dengan gagah berani hanya diiringi sedikit pengawalnya berhasil merangsek ke kemah Takeda Shingen dan melukai Shingen dengan pedangnya.

BACA JUGA:   [Buku] Sistem Pengamanan Jaringan Wireless LAN

Meskipun pertempuran diantara kedua daimyo tersebut sangat panas, tetapi sebagai samurai, baik Kenshin maupun Takeda memiliki kecerdasan dan kebijaksanaan dalam memperlakukan musuh, mereka saling menghargai musuh bebuyutannya sebagai partner untuk saling melatih diri dan mengungguli.

Hingga pada saat kematian Shingen yang tak terduga, Kenshin melarang anak buahnya menyerang negeri Kai yang sedang dirundung duka, sebaliknya Kenshin mengirimkan ucapan bela sungkawa dan membantu negeri Kai saat mereka diembargo oleh klan Hojo dan Imagawa.



DMCA.com Protection Status

shin suikoden eiji yoshikawa pdf (2), cerita tokoh uesugi kenshin (1), tokoh Uesugi Kenshin (1), samurai menyerang musuh (1), novel Uesugi Kenshin pdf (1), legenda uesugi kenshin (1), legenda kenshin uesugi (1), latar belakang novel uesugi kenshin (1), kisah uesugi kenshin (1), kisah uesugi (1)

Post You May Also Like

Post Author: anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

Berikan tanggapan anda