Angle view

Kata seseorang nilai sesuatu itu konon sesuai cara pandang subyeknya. Apa yang terbengkalai di sekeliling kita, adalah rejeki bagi sebagian lainnya. Beberapa orang nampak alergi jika harus jajan di pinggir jalan, sebagian yang lain akan berona sumringah ketika menemukan secuil ayam goreng di tempat sampah.

Ada yang terbiasa memandang sesuatu dari sisi negatif, sebagian yang lain memandangnya sebagai peluang yang bisa didapatkan. Mereka yang menganggap sebuah benda dan keadaan adalah masalah akan cenderung menghindarinya, sementara yang menganggapnya tantangan akan menggali sebuah berkah yang tidak ia duga sebelumnya.

kayu-berlumut-wallpaper Angle view  wallpaper

Sebatang kayu tetaplah kayu, siapapun yang memandangnya, yang membedakan adalah bagaimana seseorang mengartikannya, apakah ia akan membiarkannya lapuk dimakan lumut, menjualnya, menggunakannya untuk membuat perkakas, atau sekedar mengabadikan keindahannya.

hiasan dari kayu lapuk aquarium
BACA JUGA:   Psikologi terbalik

anotherorion

Priyo Harjiyono, blogger kelahiran Cilacap yang kini menjadi warga Ngayogyakarta Hadiningrat, baginya blog adalah dunia untuk menciptakan mimpi2nya. Saat ini masih disibukkan sebagai pembelajar dalam dunia pendidikan.

4 tanggapan untuk “Angle view

  • Januari 17, 2013 pada 6:22 am
    Permalink

    Dikit tapi simple lho lho….. dikit tapi langsung ke tujuan gak muter muter dan bersayap. ai laik tet

    Balas
    • Januari 14, 2013 pada 3:00 am
      Permalink

      ki tulisan sithik mas gek mung nyanthel sithik hehe

      Balas

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: