Geliat Kampung Anak Sejahtera di Lereng Gunung Sumbing

Kampung Anak Sejahtera, Kabupaten Wonosobo, merupakan salah satu kabupaten yang menjadi prioritas penanganan stunting yang terjadi di 160 kabupaten di Indonesia. Desa Tanjunganom, merupakan salah satu desa dari berbagai desa di Kecamatan Kepil, Wonosobo yang memiliki permasalahan stunting berdasarkan data Strategi Nasional Pencegahan Stunting dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) tahun 2018. Stunting atau masalah gizi merupakan salah satu indikator gizi buruk yang menyebabkan tinggi badan anak pada masa pertumbuhan kurang dari tinggi badan anak seusianya.

kampung anak sejahtera

Sementara itu, Riset Kesehatan Dasar oleh Kementerian Kesehatan tahun 2018, menemukan sebanyak 3.9% mengalami gizi buruk (severe malnutrition), 13.8% balita menderita gizi kurang (underweight), dan 30.8% mengalami pendek (stunting). Permasalahan ini menjadi perhatian bapak Presiden Indonesia, Joko Widodo untuk menjadi salah satu hal yang harus diselesaikan di periode Kabinet Indonesia Maju. Dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 74, Presiden Joko Widodo sendiri menekankan pentingnya menurunkan angka stunting di Indonesia untuk mencapai peningkatan sumber daya manusia unggul di masa yang akan datang.

Apa itu Stunting?

Masalah gizi bisa disebabkan karena beberapa faktor akut dan kronis. Masalah gizi akut dapat disebabkan karena diare atau lingkungan yang buruk, sedangkan masalah gizi kronis dapat terjadi karena kurangnya asupan makanan dalam jangka panjang termasuk saat dalam kandungan. Salah satu faktor langsung terjadinya masalah gizi adalah praktek pemberian makanan pada anak yang tidak tepat. Permasalahan stunting bisa terjadi sejak mulai fase kehamilan, dimana ibu hamil tidak mendapat asupan nutrisi yang tepat, kemudian setelah bayi lahir tidak mendapatkan ASI eksklusif, dan berlanjut dengan pemberian makanan kepada anak yang kurang tepat. Selain itu faktor lingkungan dan gaya hidup sehat turun berperan dalam masalah gizi ini. Penetapan indikator stunting sendiri berdasar pada Multicentre Growth Reference Study yang dilakukan oleh WHO.

BACA JUGA:   Mengajarkan Anak Untuk Puasa Pertama Kalinya

Faktor Penyebab Stunting

Stunting dapat terjadi karena banyak hal, antara lain

  1. Kurangnya nutrisi selama kehamilan
  2. Jarak kelahiran terlalu dekat
  3. Kurangnya ASI eksklusif
  4. Anak sering mengalami diare
  5. Sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk
  6. Kemiskinan
  7. Pola pemberian makan
  8. Gaya hidup keluarga

Misalnya, banyaknya makanan instan yang beredar membuat orang tua memilih memberikan makanan yang mudah untuk putra putri mereka tanpa mempertimbangkan kadar gizi dan kebutuhan nutrisi anak. Padahal masih banyak makanan lain yang sebenarnya dibutuhkan oleh anak, namun tidak diberikan oleh orang tua karena faktor gaya hidup yang salah.

Program Kampung Anak Sejahtera

pelatihan masak makanan pencegah gizi buruk stunting kampung anak sejahtera

Oleh karenanya Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak bersama Foodbank of Indonesia menggelar kampanye berjudul Kampung Anak Sejahtera, Kampung Anak Sejahtera merupakan pilot project untuk mengajak masyarakat bersama memerangi stunting dengan cara melakukan pendampingan pada masyarakat membentuk lingkungan kampung yang memenuhi hak-hak anak, yakni pemenuhan hak anak atas lingkungan keluarga, pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan. Program ini melibatkan peran aktif masyarakat dan relawan untuk melakukan edukasi terkait pangan dan gizi, pola asuh keluarga, serta memberikan informasi mengenai gizi dalam bentuk media outdoor.

Program Kampung Anak Sejahtera (KAS) sendiri akan dilaksanakan di 4 (empat) wilayah, yaitu:
1. Desa Cinta Mekar, Kecamatan Serang Panjang, Kabupaten Subang
2. Desa Tanjunganom, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo
3. Desa Geyer, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan
4. Desa Sendang Sari, Kecamatan Pengasih, Kabupaten Kulonprogo

BACA JUGA:   Diet Sehat dengan Minum Susu

Kami mendapat kesempatan mengikuti rekan-rekan KemenPPPA dan Foodbank of Indonesia untuk menggelar acara Kampung Anak Sejahtera di Desa Tanjunganom, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Desa yang terletak di lereng gunung Sumbing ini ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebagai satu dari sepuluh desa prioritas penanganan stunting yang tersebar di enam kecamatan.

kampung anak sejahtera kemenpppa

Dalam acara yang dihadiri oleh perwakilan KemenPPPA, Foodbank of Indonesia, Pemerintah Desa Tanjunganom, Puskesmas, relawan, masyarakat dan media, diselenggarakan sesi sharing oleh Hendro Utomo dari FOI serta Hendra Jamal dari KemenPPPA mengenai pola asuh dan pemenuhan hak gizi anak bagi ibu-ibu masyarakat Desa Tanjunganom dalam upaya bersama mencegah permasalahan stunting.

Menurut Hendro Utomo, bahan pangan lokal sebenarnya dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. selain itu, pangan lokal juga memiliki harga yang dapat dijangkau oleh masyarakat. Dengan begitu, masyarakat Indonesia tidak perlu ragu untuk mengonsumsi pangan lokal dan memetik manfaat sehatnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kampung Anak Sejahtera juga mengajak masyarakat untuk belajar bersama membuat makanan sehat untuk anak dengan memanfaatkan bahan pangan yang ada di sekitar dipandu oleh akademisi dari AMPTA Yogyakarta. Ibu-ibu diajak membuat cake dan nugget berbahan dasar sayur dan pangan lokal agar lebih disukai oleh anak.

 

 

Berikan tanggapan anda

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.